Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Goresan Luka Di tangan


__ADS_3

Tanpa kata main-main Zhio pun meminta salah satu pelayan untuk segera menemuinya


Dengan niat hati hanya Anes saja yang berani menghampiri tuan Zhio, sedangkan Zoya terlihat masih menguping di sudut ruangan lain.


"Pelayan! Cepat kemari!" Teriak Zhio dengan suara yang keras.


Anes pun berlarih cepat karena merasa terpanggil, takut saja jika terlabat tuan Zhio akan memarahinya.


"Iya tuan ada apa?"


Zhio pun memandang sinis ke arah Ify yang terlihat masih terisak.


"Wanita ini ingin menjadi mayat malam ini juga! Jadi apa kau mengerti maksud saya?"


Anes dengan cepat menggelengkan kepala, tak mengerti apa yang di maksud tuannya itu Anes juga melihat wanita yang tenga menangis sambil meremas roknya itu di hadapan Zhio. Sungguh piluh nasib nya ingin membantu tapi tidak bisa.

__ADS_1


"Apa maksud mu tuan?"


"Sekarang saya perintahkan kamu! Untuk ambil pisau yanh tajam di dapur!"


Seketika Ify melamparkan pandagannya dengan mata berkaca-kaca. Emangnya pisau untuk apa? Apa jangan-jangan.


"Tapi tuan untuk apa tuan meminta pisau tajam?"


"Sudah tidak usah banyak tanya! Saya mau cepat kau ambilkan pisau itu sekarang juga!"


"Ah iya iya baik tuan, saya akan ambilkan pisaunya sekarang."Anes telah pergi arah dapur untuk mengambil pisau.


"Tuan! Ini pisaunya." Anes dengan hati-hati menyerahkan pisau itu ke tangan Zhio.


"Baiklah kau boleh pergi sekarang."Intrupsi Zhio pada Anes. Anes pun menunduk paham lalu ia segera kembali ke arah lain.

__ADS_1


Di suatu sisi Anes telah sampai ia menghampiri Zoya kembali."Nes kamu beneran kasih pisau ke tuan Zhio!" Kata Zoya tak percaya.


Anes menggigit kuku jari telunjuknya saking paniknya."Tapi kira-kira pisau itu untuk apa yah Zoy. atau jangan-jangan"


Mereka berdua pun saling memandang wajah-wajah kepanikan telah terisih sepenuhnya."Atau jangan-jangan tuan Zhio mau bunuh mbak Ify!"


Ify mundur dua langkah di saat Zhio menghampirinya dengan memainkan pisau tajam itu sambil di ayun-ayunkan ke udara.


"Pisau ini sangat lah tajam bukan! Sekali potong pasti akan terisis atau mengelupas, benarkan Ify?"


Ify menggeleng lemah air mata tak henti-hentih mengalir deras di wajahnya. Ia mundur lagi saat Zhio mau mengacukan pisau tajam itu ke padanya.


"Kenapa kau malah mundur seperti orang yang ke takutan saja, jangan terlalu tegang lihat lah saya cuma bermain ini terlihat seruh."


"Tidaak!! Kau akan di sangkah ******* kalau membunuh ku dengan cara itu!!" Teriak Ify.

__ADS_1


"Membunuh. apa maksud mu? Dengar Ify saya tidak ingin membunuh mu melainkan saya ingin melukai mu sedikit demi sedikit saja bagaimana kau pasti suka hahaha," Zhio tertawa jahat sehingga membuat Ify begitu muak, Ify yang begitu agresif berusaha mendorong Zhio agar tidak melukainya namun akibat perbuatan nya itu Tangan Ify terkena goresan pisau yang sedang Zhio mainkan. darah segar menetes banyak dari tangan Ify sehingga membuat wanita itu berteriak kencang.


"Aaaarg..."Ify sangat syok sehingga membuatnya pingsan tak sadarkan diri. Zhio tidak menyangkah jika akhirnya akan seperti ini, bukan Zhio pelakunya yang harus di salahkan adalah Ify dia yang berusaha mendorongnya ketika sedang memegang pisau.


__ADS_2