
Ify berada tepat di depan pintu kamar mama mertuanya,menarik nafas sebelum mengetuk pintu ber cat putih itu.
Tok...Tok..Tok...
"Ma,Mama..ayo kita makan siang ma ayam bakar bumbu balado mama sudah matan loh"
''Oh iyaaa Fy tunggu sebentar yah nanti mama keluar kamar,"
"Baiklah ma aku tunggu di sini yah,''
"Wajah mu sangat masam, emang apa yang sedang terjadi bos?"tanya Martin saat ingin memberi kan berkas penting pada Zhio.
"Aku belum makan, bisa kah kau kirimkan makanan siap saji yang pantas untuk ku makan,"
"Apa, bukan kah istri mu sudah mengirimkan bekal pada mu bos?"
Tanpa basa-basi Zhio menyodorkan bekal miliknya tadi pada Martin.
"Jika kau berminat cobalah masakan ini,''
Martin memandangi apa yang ada dalam kotak bekal itu, seperti menggiurkan baginya dan kebetulan ia juga belum makan siang.
__ADS_1
"Tidak terimakasih bos, lagian bekal itu khusus untuk mu bos,"
"Aku tidak keberatan jika kau mencoba masakan istri ku ini, ayo cobalah,"sekali lagi Zhio memajukan langkah kotak bekalnya untuk lebih mendekat pada Martin.
"Apa kau serius bos?"
"Jangan membuat ku marah karena harus mengulangi kalimat yang sama Martin, jika aku suruh coba maka cobalah,"
"hmm oke Bos, baik aku akan mencoba nya,"
Martin dengan perasaan senang mengambil sendok dan langsung mencoba masakan dari istri bosnya itu, namun belum sampai satu detik raut berbeda dari wajah Martin pun muncul serta tak lama ia pun langsung membuang apa yang ada di dalam mulutnya ke dalam kotak sampah.
"Puuiihhh...asin sekali sayur capcay ini.."
"Iya bos sekarang aku mengerti kenapa bos tidak ingin memakan masakan istri bos, tapi kata orang jika masakan terasa asin sekali katanya akan segera menikah bos..."
"Apa kau gila Martin! jadi kau mengira istri ku akan menikah lagi...!!,"Hardik Zhio yang mulai naik darah.
"eeeh tidak bos, tidak bukan itu maksud ku mungkin mitos itu hanya berlaku bagi wanita yang belum menikah, maaf yah Bos bukan maksud ku untuk menyinggung mu,"
"Ah sudahlah lupakan, aku lapar cepatlah pesankan aku makanan cepat saji sekarang juga,,"
__ADS_1
"Baiklah bos, baaik aku akan segera melaksanakan tugas mu,"
Zhio pulang malam sekitar jam 8 malam ia langsung masuk kamar dan langsung bertemu Ify yang lagi rebahan.
"Mas sudah pulang,bagaimana apa bekal
Makan dari ku sudah sampai kepada mu Mas,"
"Yah sudah sampai tapi aku tidak memakannya sama sekali,"ucap Zhio yang saat ini tenga duduk di kursi dekat ranjang seraya melepas jas kerjanya.
"Tidak di makan?kenapa Mas apa masakan ku ada yang salah?"
"Katakan berapa banyak garam yang kamu berikan kedalam masakan ku?"
Yang membuat Ify menjadi keheranan adalah ucapkan Zhio soal masakan tentang banyaknya garam yang ia berikan sehingga ia lebih mendekati suaminya itu.
"Aku selalu memberikan takaran garam yang sesuai kok Mas, seperti biasanya"
"sayur capcay mu sangatlah asin, bukan hanya aku yang mencobanya bahkan Martin saja tidak mampu mencicipi sayur capcay asin mu itu jadi yah terpaksa aku menyuruh Martin untuk memesan masakan siap saji"
"Tapi Mas aku merasa hanya menggunakan takaran garam hanya sedikit dan tidak banyak tapi kok bisaa..."Sebuah pikiran yang tidak-tidak muncul di otak Ify,ia mengingat jika ada mama mertuanya di dapur tadi saat ia tinggal pergi kewarung,jadi apa mama mertua sebagai biang pelakunya?
__ADS_1
Ify merasa curiga pada mama mertuanya jika menyebut mama mertua di depan Zhio sudah di pastikan Zhio akan marah nantinya.
"Aku hampir tidak waras karena sayur asin itu,"umpat Zhio yang kini telah beranjak pergi masuk kedalam kamar mandi.