
Saat ini nyonya besar sedang mambaca majala sambil di pijit kakinya oleh Ify.
Sambil memijit nyonya besar Ify dapat merasakan jika dirinya menguap berkali-kali sehingga saat mencoba memijit nyonya besar ia terlihat tidak fokus.
"Aduuh pijitnya yang kuat dong!gak bertenaga sekali kamu ini!"Hardik nyonya besar pada Ify.
"Maaf nyonya,"Ify mengangguk sembari melakukan pijitan yang berikutnya tepat di kaki nyonya besar.
"Aaww!!Sakit!!kamu sengaja yah mau bikin kaki saya kesakitan!"Hardik nyonya besar mendorong tubuh ify hingga terdorong kebelakang.
"Maaf nyonya bukan kah nyonya tadi meminta saya untuk memijit dengan kuat dan bertenaga,"Ucap Ify apa adanya.
"Hey pelayan! Kau itu bodoh atau apa. Saya meminta mu pijit kaki saya dengan kuat bukan bearti kuatnya berlebihan."
"Maaf nyonya saya akan mencoba kembali,"Ify berusaha menyentuh kaki nyonya besar lagi, tapi nyonya besar malah menjauhkan kakinya kemudian berdiri.
"Tidak usah. hooh kau memang pelayan tidak berguna sia-sia saya menghabiskan waktu untuk di pijit oleh mu tapi nyatanya jasamu tidak becus cih."
Ify mempertunduk kepala lebih dalam bingung harus bagaimana menghadapi sikap nyonya besar ini.
"Maaf kan saya nyonya."
Terlintas di pikiran nyonya besar untuk memberi pelayan yang satu ini pelajaran kemudian ia tersenyum jahat sembari melihat di mana Ify berdiri.
"Saya sangat ingin makan pizza,dan kau cepat keluar dan belikan saya pizza dengan toping yang komplit."
"Baik nyonya kalau begitu saya akan pesankan pizza nya lewat hp saya saja.,"
"Saya tidak ingin memesan lewat hp saya hanya ingin kau yang membelikanya dengan berjalan kaki,"
Zhio nyonya besar anak dan ibu sama saja, sama-sama menyusakan kenapa lagi-lagi harus menyuruh Ify berjalan kaki.
"Tapi nyonya bukan kah yang jualan pizza itu sangat jauh sementara ini sudah malam kalau mau berjalan kaki pasti tidak akan sempat soalnya mereka akan tutup jam 10 malam."
__ADS_1
"Aduuh saya tuh gak perduli, nih uangnya." nyonya besar menyerahkan uang 400 ribu kepada Ify."Uang ini akan cukup untuk membayar pizza sesuai yang saya minta"
Berat hati Ify menerima uang itu masak harus jalan kaki lagi sementara untuk naik ojek Ify tidak punya uang bahkan setelah di jadikan istri oleh Zhio, Ify merasa Zhio tidak pernah memberinya uang sepersen pun.
"kok malah diam. Udah buruan sana beli pizza nya, awas saja kalau tidak dapat jangan harap kamu bisa masuk ke dalam rumah ini lagi"
Ujar nyonya besar menggeretak dan mengancam.
"B baiklah nyonya."
20 menit ketika Ify meninggalkan rumah itu untuk membeli pizza kini Zhio pun turun dari kamarnya.
"Di mana pelayan itu ma?"tanya Zhio ke pada nyonya besar.
Nyonya besar melirik Zhio sekilas kemudian melanjutan membaca majalanya lagi.
"pelayan itu baru 20 menit yang lalu mama suruh beli pizza di luar dengan berjalan kaki,"
Ketika mendengar hal itu senyum jahat Zhio bermunculan lagi.
"Terus kenapa kau tiba-tiba bangun?"
"Aku haus ma, tapi rencana sih aku mau beri pelayan itu pelajaran lagi."
"Sudah jangan kamu pikirkan pelayan itu selama masih ada mama kenapa tidak, mama rela kok membalaskan dendam mu itu."
"No ma. Tidak seruh kalau mama saja."Kata Zhio mantap.
Sepanjang jalan Ify hanya melamun terlintas di pikirannya untuk kabur dari dalam rumah itu tapi setidaknya kalau mau kabur harus membawa tas atau semacamnya. Dan sudah terlintas juga pikirannya untuk meminta cerai tapi bagaimana pasti Zhio akan menolak.
"Hallo cantik, sendirian aja nih ye..."
Ify benar-benar takut ketika ada 3 orang preman yang mencegatnya melewati jalanan sepi menuju tempat jualan pizza.
__ADS_1
"Kalian siapa!"Ify panik berusaha ingin kabur tapi mereka malah mengepungnya.
"Cantik mau kemana sih, malam-malam mending temanin kita-kita aja malam ini iya gak,"
"Tidak jangan! Pergi kalian kalau tidak aku akan teriak!"Hardik Ify agar mereka semua takut.
"Teriak saja kau pikir malam-malam seperti ini masih ada orang lewat, sudah lah tidak usah jual mahal ha ha ha"
"Tolong..."Ify berteriak ketakutan di saat mereka mencoba menyentuh tangan Ify.
Namun saat itu juga sebuah motor melintas di depan mereka, ketika motor yang menepikan diri itu memainkan gas berulang kali.
"Apa yang kalian lakukan pada wanita ini ha!" Ucap orang yang menaiki motor itu.
Bahkan Ify merasa kenal dengan orang itu.
Sontak ketiga Preman itu meringkuk jadi satu seperti ketakutan.
"Ah tidak Rio kita hanya mengajak wanita ini bermain sedikit saja kok."
"Pergi kalian dari sini dan jangan ganggu wanita ini lagi kalau kalian terlihat berkeliaran terus membuat onar maka persiapkan diri kalian untuk babak belur.!"Ujar pria yang di sapa Rio itu dengan menunjukan bogemnya kepada 3 preman itu.
"Tidak Rio ampuni kami,kami berjanji tidak akan membuat onar lagi."
"Yasudah kalau begitu pergilah!"gertak Rio pada mereka.
Setelah para preman itu pergi seketika Ify menjadi legah, Rio terlihat menghampiri Ify.
"Kamu gak apa-apa kan?"Tanya Rio Khawatir.
Ify memperdalam pandangan matanya pada sosok Rio. Seperti pernah ketemu tapi di mana pikirnya.
Zhio atau Rio?
__ADS_1
Menyerah atau Bertahan?