
Kemarahan Zhio memuncak di kalah ia sudah tiba di kediamannya. Segera ia menduduki dirinya di sofa saat ini juga dengan nafas yang terdengar masih memburuh.
"Eh, Zhio kau sudah kembali dari perusahaan pak Morgan. Katakan bagaimana dengan kontrak pekerjaannya?" Kata nyonya besar yang saat ini juga mendudukan diri di atas sofa sembari meminum latte hangat.
"Gagal Ma!"Umpat Zhio dengan rasa kesalnya.
"What. Bagaimana bisa gagal sih?"nyonya besar bertanya penasaran.
"Apa mama masih ingat dengan pria preman yang bersama Ify waktu itu?"
"Ha, jadi pria preman itu yang telah menggagalkan rencana mu! Heuh! makin kurang ajar yah dia!"Nyonya besar asal menuduh padahal Zhio belum selesai berbicara.
"Mah, aku belum selesai bicara. Justru pria itu adalah Mario The Morgan pewaris tunggal perusahan pak Morgan yang artian Mario merupakan anak dari pak Morgan!"
"Apa!! Kau tidak salah bicara kan Zhio! Tidak mungkin pria preman itu anaknya pak Morgan, tidak kau pasti salah Zhio."Bulu kuduk Nyonya besar seakan meremang ketika tau hal yang sebenarnya.
"Ma, mana pernah aku berbohong menyangkut hal seperti ini!"
"Sumpah yah Zhio justru mama masih gak nyangka jika pria preman itu juga anak orang kaya seperti kita,"
"Mama saja bisa tidak menyangka apa lagi aku ma, aku lebih tidak menyangkah."
__ADS_1
"Terus soal kerja sama ini?"
"Ck, Mario menolak mentah-mentah pro kontrak ini ma! Dia bilang dia tidak sudih perusahaan milik orang tuanya bekerja sama dengan perusahaan kita!"
"Ck, sombong sekali pria itu!"Umpat nyonya besar.
Di tenga perseturuan Zhio dan nyonya besar diam-diam Ify melangkah ingin naik ke atas tangga karena tadi ia baru saja keluar ke mini market untuk membeli sesuatu keperluan wanita.
Zhio meremas kepalanya yang tak sakit,tapi mata jernihnya nampak melihat Ify yang sedang berjalan menuju tangga agar terhindar dari dirinya.
"Berhentih!"
Sontak Ify berhentih melangkah ketika ia sudah tertangkap basah. Zhio seketika menghampiri Ify.
"Dari mana saja kamu?"Tanya Zhio mengintimidasi sembari melihat satu kantong kresek berukuran kecil yang kini menggantung di tangan kanan Ify.
Ketika Ify tau jika pancaran mata Zhio melihat kearah kresek yang ia bawak, sontak Ify langsung menyembunyikannya di belakang tubuh.
"Aa-ku **-tadi hanya pergi untuk membeli cemilan,"Kata Ify yang terlihat gugup.
"Cemilan? bukankah cemilan yang ada di kamar mu masih banyak.lalu kenapa kau malah gugup?"
__ADS_1
"Tidak aku tidak gugup!"
"Tunjukan apa yang sedang kau sembunyikan di dalam kantong kresek itu!"Intrupsi Zhio.
Ify menepis keinginan Zhio.
"Tidak, apa gunanya jika kau melihat apa yang telah aku beli!"
"Perlihatkan apa yang sedang kau sebunyikan atau aku yang akan memaksa mu untuk menunjukanya!"
"Tidak. Aku bilang tidak, kau tidak pantas untuk melihatnya!" Ify memulai langkah kaki seribu untuk menghindari Zhio.
Namun dengan kekuatan penuh Zhio berhasil merobek kantong kresek bewarna hitam tersebut hingga isinya berjatuhan.
Ify wajahnya merah padam ketika pembalutnya yang ia beli di minimarket Beli 3 gratis satu berceceran di lantai.
"Arrg..sudah aku bilang kau tidak berhak untuk melihatnya!" Ucap Ify sembari memungut pembalut-pembalutnya yang berceceran di lantai.
"Kenapa harus sekriminal itu sehingga kau harus menyembunyikannya!"
"Lalu apakah setiap barang yang aku beli di luar, apa aku harus laporan dulu pada mu ha! Kau itu seorang pria. jika kau jadi wanita pasti kau akan melakukan hal yang sama, sama seperti yang aku lakukan! sudahlah kau menyebalkan Zhio!"Celetuk Ify pada Zhio, lalu dengan cepat ia langsung berlari kencang ke atas tangga.
__ADS_1
"Dasar wanita aneh, apa kau pikir aku akan meminta pembalut yang kau beli."