
Semangkuk sup ayam hangat,serta ayam goreng lengkuas tersedia di atas meja makan berukuran sedang. Wangi aroma sup dan ayam goreng tersebut beradu satu mengundang kelaparan.
Ify sangat senang sudah lama sekali ia tidak memakan masakan rumah seperti ini, ia tersenyum sembari memandangi wanita paruh bayah yang tenga membawa sepiring buah pisang dan buah anggur.
"Kalau gitu biar aku saja tante yang membuat minumannya,"
"Tidak usah fy, kau itu tamu spesial di sini jadi lebih baik kau duduk manis saja di sini biar tante yang menyiapkan semuanya."
Lebih tepatnya tante Maya menjemput Ify di hotel yang ia pesankan hingga saat ini ia sudah membawa Ify ke rumahnya.
"Tante maafin aku yah gara-gara aku mau tinggal di sini jadinya tante harus terpaksa pulang dari luar kota. Kira-kira tante di luar kota kerja apaan sih kayaknya sibuk banget?"Ify sangat penasaran dengan jenis pekerjaan apa yang sedang tante Maya jalanin, sehingga baru sekarang ia terlalu kepo.
Raut wajah tante Maya terlihat seperti kebingungan, bingung akan hal mau menjawab apa, karena tidak mungkin ia bercerita yang sebenarnya.
"Loh, tante kok tante diam!"
__ADS_1
"Ah,yah tante di luar kota bekerja di sebuah perusahaan yang gajinya lumayan besar makanya tante sangat sering balik keluar kota yah karena kesibukan."
Memikirkan gaji yang besar membuat Ify begitu tertarik dan mempunyai niat bekerja di sana bersama tante Maya siapa tau peluang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan di luar kota.
"Tante apakah usia 22 tahun di perusahaan tempat tante bekerja masih menerima karyawan seusia ku?"
"Maksud mu, apa kau ingin bekerja di perusahaan tante bekerja?"Tanya tante Maya sekali lagi berharap pendengarnya tak bermasalah.
"Iya tante aku mau kok, aku kerja di perusahaan tante jadi ob pun gak masalah kok aku kan bukan lulusan kuliahan tante."
"Kamu tenang saja Ify kebetulan tante mengenal betul atasan tante dan udah di pastikan jika beliau akan menerima mu bekerja di sana, dan untuk usia kau jangan takut buktinya ada kok yang usianya jauh di atas mu bisa bekerja di sana."
Sebelumnya ia tidak pernah merasa sesenang ini, akhirnya ia sangat senang karena peluangnya bisa bekerja juga di sebuah perusahaan meskipun ia tidak tau apa nama perusahaan itu.
************
__ADS_1
sesuai permintaan sang Mama akhirnya Zhio terpaksa menghabiskan waktunya untuk mengajak Bella belanja ke mall meskipun ia sangat begitu malas.
Kini Bella tenga menuntunnya masuk ke dalam ruangan yang terdapat beberapa tas bermerek dan juga sepatu bermerek.
"Gimana sayang tas yang ini bagus gak?"tanya Bella sambil memperlihatkan tas bewarna navy kepada Zhio.
"Hmm yah."Singkat dan jelas hanya itu komentar Zhio di saat Bella menunjukan beberapa tas dan sepatu bermerek di hadapannya.
"Zhio dari tadi komentar kamu itu hanya hmm, yah, saja apa kau tidak memuji kecantikan ku jika memakai tas ini!"
"Cepat selesai kan belanja mu, aku tidak perduli kau mau mengambil tas atau sepatu yang mana. Kalau begitu akan ku tunggu kau di parkiran!" Kata Zhio dingin sembari melangkah menjauh dari ruangan tas dan sepatu ini.
"Iiiih nyebelin susah banget sih ngambil hatinya Zhio! lihat aja aku bakalan aduin semuanya pada tante Mala karena putranya udah berani ninggalin calon istrinya untuk yang kedua kalinya!!"Bella menggerutu sendiri seperti orang gila sedangkan beberapa karyawan di sini melihatnya dengan pandangan aneh. "Apa liat-liat mau kalian aku pecat!!"
suasana di malam ini nampak begitu dingin sepertinya akan turun hujan, karena sudah puas memandang malam lewat jendela kamar kamar tamu di rumah tante Maya, maka detik ini juga Ify segera menutup rapat-rapat jendelanya.
__ADS_1