
[Martin, saya harap kamu bisa membantu saya untuk memeriksa semua semua cctv yang ada di rumah saya maka dengan cara itulah saya bisa mengetahui siapa pelaku yang sudah membuat mama seperti ini]
[Saya mengerti bos kalau begitu saya akan kerumah bos sekarang juga untuk mencari tau dalang dari semuanya]
Tok..Tok.. Tok...
Merasa pintu ruangan di ketuk dari luar Zhio pun segera menghakhiri panggilan telepon nya dengan Martin.
"Masuk saja,"
Zhio tersenyum lebar saat melihat Ify datang ke ruangan mamanya pasalnya semalam wanita itu tidak tidur menemaninya di sini.
"Pagi mas, sudah sarapan?" Ify bertanya langsung saja pada intinya.
"Aku belum lapar kalau mama belum juga sadarkan diri, sini kemarilah berpisah dengan mu selama satu malam lebih entah kenapa hal ini membuatku tidak bisa tidur semalaman tapi di suatu sisi aku bahagia saat kamu menghabiskan waktu yang panjang bersama keluarga lengkap mu sayang"
"Bagaimana keadaan mama Mas?"
"Semalam mama sudah sadarkan diri dan mama sudah mengetahui tentang keadaan yang telah menimpah dirinya,"
"Pasti mama begitu syok.."
"Bukan hanya itu, andai kamu berada di sini semalam pasti kamu akan melihat sendiri bagaimana menjerit sekuat tenaga hanya berdehem saja tanpa bersuara terlebih hampir seluruh tubuhnya beku sangat susah di gerakan karena lumpuh"
"Aku sungguh prihatin dengan kondisi mama mas," Ujar Ify yang saat ini merasa sedih.
"Setelah apa yang telah mama perbuat pada mu apa kamu masih merasa kasihan padanya fy"
__ADS_1
''Mas meskipun mama tidak menyukai Aku tapi itu bukan bearti Aku harus memperlakukan hal sama seperti mama"
"Aku begitu heran dengan segala kebaikan yang ada di dalam diri kamu, aku sudah menduga bahwa hati mu seputih salju dan selembut sutra. kamu begitu baik bahkan Aku menyesal karena dulu selalu bertindak kasar pada mu"
"Sudahlah jangan membahas hal itu lagi karena yang terjadi biarlah terjadi dan terpenting sekarang aku sudah maafin kamu, maafin mama juga. terus apa sekarang mama masih tidur"
Erangan suara keluar dari mulut nyonya besar dan tak lama nyonya besar pun membuka kedua matanya dan suatu hal yang ia lihat pertama kali adalah Ify yang duduk di kursi tepat di sampingnya.
Aura kebencian masih terpancar di wajah nyonya besar walau tidak bisa mengeluarkan suara seperti orang bisu bahkan jujur dari lubuk hati yang paling dalam nyonya besar masih membenci Ify dan is menduga pasti menantu nya itu akan tertawa jahat dan akan menindasnya saat sudah tau keadaannya.
"maa, mama yang sabar yah karena aku yakin mama bisa sembuh seperti semula" ucap Ify yang saat ini ingin menyentuh tangan mertuanya namun dengan sekuat tenaga pula nyonya besar menolak tubuh nya agar terhindar dari sentuhan Ify.
'Wanita sialan, beraninya dia pura-pura baik terhadap ku dan aku sangat yakin ia akan tertawa jahat ketika tau aku seperti ini'
"Ma, aku tau apa yang mama rasakan saat ini tapi mama harus mengerti jika Ify sungguh-sungguh tulus sama mama!"
"Tidak masalah mas aku mengerti dan semoga saja dengan seiring berjalannya waktu mama pasti akan menerima kehadiran ku"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dari luar pintu rumah Aliya terlihat di gedor-gedor oleh orang asing yang memakai pakaian jaket hitam bertopi dan jeans hitam.
bahkan Lasmi yang saat ini sedang mengepel ruangan terpaksa menghentikan aktivitas nya.
"Siapa yah?" Tanya Lasmi pada orang yang kepalanya sudah tertutup penuh oleh topi jaket.
Orang itu terlihat tidak perduli dan malah mendorong Lasmi untuk menjauh dan perlahan ia dengan mudah memasuki rumah itu.
__ADS_1
"Minggir kamu! menganggu saja!"
"Hey anda ini siapa! asal masuk ke rumah orang tanpa permisi kamu mau saya laporin pada majikan saya apa!"
"Dengar kamu tidak bisa mengusir pemilik rumah ini yang sebenarnya, sudah awas minggir saya berharap kamu kunci seluruh ruangan ini dan jangan sampai keberadaan saya di ketahui orang lain"
suara ini, suara ini seperti pernah Lasmi dengar waktu itu tapi ia lupa tak lama Aliya datang menghampiri keduanya.
"Hey kamu siapa! siapa orang asing ini Las..."
"husstt...ini mama... ini mama sayang..."
"Mamaa....!!! "
"Kok mama bisa keluar dari penjara b-bukannya masa tahanan mama masih begitu lama...
"Kenapa apa kamu tidak suka akan keberadaan mama disini, apa kamu sangat ingin melihat mama mati ketuaan di dalam bilik tahanan yang dingin itu. lagian harusnya kamu senang Al karena mama sudah kembali untuk mendukung mu."
"T-tapi kok bisa mama keluar gitu saja, apa tadi tidak ketahuan?"
"Ceritanya sangat panjang, pokoknya kamu mau pun pelayan ini harus menjaga rahasia jangan sampai persembunyian mama ketahuan oleh polisi!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[Maaf Bos dengan berat hati saya ingin menyampaikan kalau saya tidak bisa menemukan sesuatu yang menjagal pada kamera CCTV ini seperti nya ini sengaja di matikan.]
Zhio merasa kecewa karena tidak menemukan bukti apa-apa karena kamera CCTV yang di sengaja di matikan.
__ADS_1