Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Zhio Yang Kejam


__ADS_3

''Kalau aku udah ngerasa lelah pasti aku akan menyerah dengan semua ini, dan itu artinya aku bukan menyesal jika menerima kenyataan ini." Ify berbicara sendiri di depan kaca di kamar mandi nya.


Ify mencoba menghelah nafas mencoba menenangkan diri, kajadian yang ia terima hari ini anggap saja menjadi sebuah ajang tantangan bagi nya.


Ia menatap penampilan nya ketika di depan kaca, kini tubuh kurusnya nya sudah berbalut dengan pakaian hitam putih berrok. Tidak perlu di gambarkan pasti pembaca udah tau bentuk baju nya seperti apa. Tidak lupa Ify menguncir rambut hitam panjang nya dengan berbentuk sanggul khas wanita korea.


Ia menilik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


"Oke waktu nya aku turun,'' Ucapnya mantap di depan kaca dengan raut wajah yang murung.


Perlahan ify menurunin tangga menuju bawah lantai 1, setelah ia tiba di lantai 1 Ify nampak kebingungan apa yang harus ia perbuat.


Anes dan Soya menghampiri Ify mereka membungkuk hormat. "Selamat pagi nona,"


"Eh yah pagi juga," ucap Ify singkat.


Anes menatap lekat penampilan Ify dari atas sampai bawah. Sepertinya tuan nya benar-benar kejam memperilakuan wanita yang baru sehari menjadi istri nya menjadi seperti nya. Pakaian pelayan sama sekali tidak pantas untuk nya.


Soya menyenggol siku Anes. "Nes   kamu kenapa diam,"


"Ah tidak apa-apa soy, cuma aku tu merasakan kasian aja sama Nona ehmm..." Anes menggantung kalimat nya.


"Nama saya Ify" Sahut Ify.


Bahkan seorang pelayan merasa kasian dengan nasib nya.


Kryuuk...


Perut Ify tiba-tiba berbunyi. Dengan cepat Ify memegang perut nya.


Soya yang mengetahui hal itu pun mulai mengajak Ify untuk sarapan pagi. Ia juga sadar jika nona Ify belum     makan sama sekali semenjak semalaman membersihkan kamar gudang.


"Nona mari sarapan pagi dulu, kami tau nona sangat lapar."


Ify tersenyum getir. Kemudian mengangguk pertanda setuju untuk sarapan.

__ADS_1


"Oh baiklah,"


Soya dan Anes mulai berjalan menuju meja makan untuk mengantar Ify sarapan. Namun  suara berintone menghentihkan langkah mereka bertiga.


"Siapa yang menyuruh kalian berdua menyuruh pelayan baru untuk sarapan pagi sementara tidak ada satu pun pekerjaan yang ia kerjakan!"


Mereka berhentih melangkah, dan menghadap Zhio untuk membukuk hormat kecuali Ify.


"Maaf tuan, saya cuma merasakan kasian kepada nona Ify karena perutnya belum terisi makanan.'' kata Soya jujur.


"Iya tuan, kami takut jika nona Ify akan merasakan sakit jika tidak makan." Kata Anes menimpalin.


Zhio tertawa meremehkan. Ia melihat Ify yang hanya terdiam sembari menundukan kepala nya.


"Kalian seperti nya tidak pantas memanggil wanita itu dengan sebutan nona. Bukan kah pekerjaan nya sama seperti kalian, panggil saja dengan nama tanpa kata nona,"


Demi tuhan Ify tidak dapat berbohong jika ia sangat lapar, Pria yang kini sah menjadi suami nya ini benar-benar kejam. Andai saja hal yang ify rasakan berbalik ke pada Zhio.


"Tapi tuan apakah pantas jika kami tidak memanggil dia nona, bukan kah dia istri mu tuan dan berarti dia juga atasan kami."


Ify yang sedari diam kini ia membuka suara.


"Tolong turuti perintah tuan kalian, lagian aku gak apa-apa kok di perlakuan seperti ini."


"Dan kamu pelayan baru. Bisahkan kamu hilang kan sikap manja mu itu, kamu belum bekerja tapi malah meminta makan. Jangan bermimpi jika aku memberi mu makan sebelum selesai bekerja!"


Ify mengenggam kedua jemari nya. Rasanya ia ingin menangis, tapi ia tahan. Sakit yah tentu.


"Maafkan aku Zhi aku tidak pernah bermaksud manja,"


"Rumah ku ini memiliki luas yang sangat lebar seperti lapangan bola dan itu belum di hitung bagian luar seperti kolam renang dan halaman depan. Dan di dalam nya terdapat 3 lantai dan puluhan ruangan, dan kamu tau apa yang harus lakukan.?''


"Apa?" Jawab Ify penasaran.


"Kamu harus menyapu, mengepel,cuci pakaian,cuci piring, membersihkan kolam renang, menyapu halaman,membersihkan seluruh ruangan,dan menyetrika pakaian kecuali masak."

__ADS_1


Ify terpelongo mendengar itu semua itu begitu pun Soya dan Anes.


"Maaf tuan bukan kah tugas menyapu halaman dan membersihkan kolam renang itu tugas Biyan dan Dubi," Kata Soya membenarkan.


"Sudah Saya bilang, kalian jangan ikut campur bila tidak ingin saya Pecat!" Kata Zhio marah.


"Zhio kamu tidak mungkin memberikan aku pekerjaan sebanyak itu di rumah besar ini, lalu bagaimana jika aku tidak selesai membersihkan nya?''


"Tidak selesai maka tidak akan ada makanan untuk mu. Dalam sehari aku perbolehkan kau hanya makan 1× perhari dan ingat jangan pernah panggil aku dengan nama Zhio. kau pelayan ku. Kau harus mengikuti mereka panggil aku dengan sebutan tuan,"


Ify mengatupkan bibirnya. 'Apa ini yang di maksud mematikan nya secara perlahan.


"Zhi kamu..."


"Sudah ku bilang panggil aku tuan! sialan!"


Ify menangis, ia meremas rok nya dengan cengkraman erat.


Zhio tidak tahan lagi,  kemudian menyeret Ify menuju ruangan tempat mencuci pakaian. Ify meringgis ke sakitan saat tangan kasar Zhio menarik nya begitu kuat.


Zhio mendorong tubuh Ify ke ruangan yang tersedia mensin laundry dan 4 tumpukan baskom pakaian kotor.


"Aku tidak butuh tangisan mu wahai wanita! cepat cuci semua pakaian ini hingga bersih jika tidak bersih aku akan menyuruh mu mencuci nya ulang paham kamu!"


''Hiks hiks baik, Zh.."


"Zhi lagi kamu bilang. Panggil aku tuan!"


"Empp ia tuan tuan.." Ify hanya pasrah, hanya menangis itu lah kebisaan nya.


Soya dan Anes merasa sangat kasian tapi mereka berdua tidak bisa apa-apa.


Kehadiran Zhio benar-benar mempengaruhi mental nya secara tak langsung, hanya karena Zhio Ify sering menangis dan tersiksa.


Saat suara pintu tertutup akhirnya Ify merasa legah, akhirnya sosok Zhio pergi meninggal kan nya. Ify kembali menangis melipat kedua kaki nya dan wajah bertumpuh pada kedua lutut kaki, Ify tenggelam menangis.

__ADS_1


El aku harus bagaimana pria yang saat ini menjadi suami ku, rupanya dia sangat kejam El, aku sangat takut ketika menatap mata elang nya..


__ADS_2