Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Ify Di Kunci Dari Dalam Kamar


__ADS_3

Pagi harinya Ify terbangun dari tidurnya hal yang pertama ia cari adalah hp nya yang berada di bawah bantal. Ia pun memencet tombol on yang tertera di hp ia tak menyangka begitu banyak notifikasi pesan masuk.


Segera Ify mendudukan diri matanya yang tadinya terbuka sedikit kini menjadi terbuka sepenuhnya.


"Hai Ify apakah data internet nya sudah masuk,"


Ify hanya bisa melongo, ia tidak menyangkah jika Rio sudah mengirimnya data internet sebanyak 100 GB pemakaian 4 bulan. Dengan cepat Ify membalas pesan tersebut ke pada Rio pasalnya menurut Ify pria itu terlalu berlebihan, nomilan data sebesar itu pasti tidak sedikit uangnya.


"Oh tidak, kenapa kau mengisikan aku data sebanyak itu Rio?"


Rio yang saat ini sedang berada di toko kue sedikit terganggu dengan notifikasi pesan yang ada di balik saku jaketnya. Segera Rio mengambil hpnya. Senyumnya melebar ketika mendapat pesan dari Ify.


"Jangan terlalu terkejut, bahkan data yang aku isi itu belum terlalu banyak."


Ify membuang nafas kasar ketika mendapat balasan dari Rio, pria itu bahkan terlihat biasa saja ketika membalas pesannya.


"Katak berapa nominal uang yang telah kau buang untuk membeli kan aku data sebanyak ini."


Pesan dari Ify belum sampai satu detik terkirim, namun Rio sudah membuka pesannya. Iya tertawa getir. Rio pun mengganti topik lain.


"Ify katakan kue rasa apa yang paling kau sukai?"


"Jangan membahas yang lain Rio, selesai kan dulu permasalahan ini,"


"Sudahlah nanti saja aku pengen tau kau suka kue rasa apa?"


Ify menatap lebih dalam isi pesan dari Rio sudah terlintas di kepalanya bayangan-bayangan kue yang paling sukai membayangkannya saja sudah membuatnya seperti orang ngidam.

__ADS_1


"Aku suka kue varian coklat dan keju, emang kenapa?"


Langsung saja Rio kembali menyimpan hp miliknya di balik saku.ia pun berpesan ke pada pemilik kue untuk membeli brounis pandan coklat dan brounis keju coklat.


Niat untuk pergi keluar sudah Ify tekatkan hari ini, Setelah selesai mandi dan tentunya sudah berpakaian rapi Ify hendak keluar dari dalam kamar, namun ketika Ia ingin membuka pintu, pintu itu tidak bisa terbuka seperti terkunci dari luar.Ify mencoba berkali-kali tapi tetap tidak bisa.


"Hey siapa kah di luar, sepertinya pintu ini terkunci tolong bukain!" Ify menjerit meminta pertolongan dari dalam kamar.


Saat itu juga Ada Zhio dan nyonya besar sedang bermain kunci tepatnya di depan pintu kamar Ify.Bahkan Ify tidak tau kalau kamar itu sudah di ganti kuncinya oleh Zhio dan nyonya besar.


Telinga terasa terbakar saat Ify mendengar suara orang-orang yang ada di balik sedang tertawa.


"Zhio! Tolong jangan bermain. Cepat buka pintunya."Teriak Ify sembari mengedor-ngedor pintu tersebut.


"Apa jadi pintunya terkunci dari luar yah," ujar zhio dengan kalimat penuh candaan.


"Kalau emang iya kenapa ha! Apa kau ingin marah. Sudahlah kau tidak berhak jika mau marah-marah kan sudah aku bilang kau itu harus sadar diri kamar seorang majikan memang tidak lah pantas untuk mu!"


"Zhio ayo sudah biarkan saja wanita pelayan itu menghabiskan waktu sendirian di dalam kamar itu, bila perlu gak usah di bukai selama-lamanya biar dia jerah."Ujar nyonya besar mengomporin.


Ify mengenggam jemarinya memukul pintu itu.Zhio dan nyonya besar benar-benar keterlaluan di suatu sisi Ify menyesal karena bertekat ingin menjadi seperti ini demi mendapatkan cinta lalu membalas dendam.


"Jadilah pelayan lagi seperti semula jika kau masih ingin aku bakakan pintunya!" Sahut Zhio dari luar.


Sedangkan Ify hanya bisa memperosotkan tubuhnya , ia terduduk sambil menyenderkan tubuh belakangnya di pintu.


Sebuah penawaran dari Zhio membuat Ify terdiam lama, Di dalam hati Ify berpikir apa ia sedang berperan menjadi cinderrela yang kemudian akan berubah kembali menjadi seorang pelayan. Bakan Ify melihat jam dinding di kamar itu menunjukan pukul 8 pagi dan mana ada cinderella yang berubah pada jam segitu.

__ADS_1


Ify dengan cepat bangkit


,"Tidak aku tidak akan pernah mau menjadi pelayan lagi!"


"Baiklah jika itu mau mu aku tidak akan memaksa"


"Iya sudah biarkan saja wanita itu terkurung di sana sebaiknya kau jangan perdulikan dia. Apa kau tidak akan pergi ke kantor sekarang?"


Tanya nyonya besar pada Zhio.


"Tidak ma aku dan asisten ku Martin akan berkunjung kerumah pak Morgan,"


"Maksud mu pak Morgan sih CEO groupgold itu yah, emangnya kenapa dengan pak Morgan."


"Pak Morgan di nyatakan sakit ma sampai saat ini beliau masih terbaring lemah di rumahnya maka dari aku dan Martin akan berkunjung ke sana sekali gus ingin membalas masalah kerja sama."


"Oh yah, kalau begitu boleh ka mama ikut dengan mu siapa tau saja mama bisa berteman dengan kelurga itu terlebih istrinya."


"Ma, jika mama ikut siapa dong yang jaga wanita ini."


"Kau tidak perlu khawatir dia tidak akan keluar dari dalam kamar karena Zoya dan Anes sudah mama ancam agar tidak menolong Ify."


"Mama yakin ingin ikut?"Tanya Zhio sekali lagi.


"ayolah Zhio ini bisnis penting masak ketika membicarakan bisnis sepenting ini kau tidak ajak mama."


"Yaudah mah, mama boleh ikut."

__ADS_1


"Hmm oke oke kalau begitu tunggu bentar yah mama mau ganti baju sama dandan cantik."


__ADS_2