Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Bertemu Lasmi Penculik Nayna


__ADS_3

Sedikit demi sedikit Ify membuka pintu kamar mandi,memastikan jika Zhio memang telah pergi ke kantornya dan setelah di pastikan tidak ada orang baru lah ia dengan bebas melangkah keluar pelan-pelan dari kamar mandi. Hatinya meringis sakit ketika melihat noda merah yang terlihat jelas di atas sprey putih dan sekarang hancur sudah mahkota yang selama ini ia jaga di rebut secara kasar oleh suaminya sendiri.Rasanya Ify masih sulit berjalan karena efek yang Zhio berikan semalam masih membekas di sisi kedua pahanya.


Di dalam ruangan kerja Zhio terlihat melamun sembari menselonjorkan kedua kakinya di atas meja namun pada saat yang sama Martin masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa tumpukan berkas penting.


Melihat atasnya yang sedang melamunkan diri Martin pun menegurnya dan belum sempat Martin menegur ternyata Zhio lebih dahulu bertanya.


"Aku ingin bicara pada mu, ini tentang wanita."


"Yah, boleh bos bicara saja."Ucap Martin yang mempersilakan atasannya itu untuk memulai pertanyaan.


"Hal apa yang akan kau lakukan jika wanita mu sedang marah?"Raut wajah Zhio terlihat serius ketika bertanya tentang hal ini sehingga membuat Martin semakin penasaran dan ingin tau.


"Bos apa kau mengejek ku, aku tidak mengerti wanita bahkan aku belum pernah berpacaran hingga usia ku 23 tahun."


"Yah benar tidak seharusnya aku berbicara pada jones seperti diri mu, yasudah jika tidak ada urusan silakan kau keluar"


"Baiklah bos, permisih"


'Lalu apa salah ku kenapa aku seperti merasa bersalah pada dia, bukan kah apa yang aku lakukan itu semua sudah benar bahkan wanita adalah istri ku sekarang, lalu kenapa dia sampai menangis seperti itu dan aku suaminya. Memintah jatah bukan kah itu hal yang wajar walau sebenarnya aku memintanya dalam kondisi mabuk' Zhio melamunkan diri dan mulai berbicara sendiri lagi dan tanpa sadar ia mengabaikan telepon dari Aliya.


"parkir di sini saja pak soalnya saya belanjanya tidak lama,"


"Baik Bu Dewi,kalau begitu saya akan menunggu di dekat sini saja."


Dewi sengaja membeli sayur serta kebutuhan dapur lainnya di pasar besar karena menurutnya jika belanja di pasar semuanya lengkap, ia pun perlahan turun dari mobil yang di kendarai supir pribadi.

__ADS_1


Di suatu sisi Lasmi juga berada di pasar dan saat ini ia tenga membeli ayam potong di tempat penjualan ayam, satu kantong kresek berisi ayam potong 2kg telah berpindah di tanganya.


"Berapa Bu?"Tanya Lasmi pada ibu-ibu penjual ayam tersebut.


"totalnya 60 Bu,"


"Ha, mahal sekali kenapa tidak 50 ribu saja,"Lasmi komplain soal harga ayam potong itu sehingga tanpa rasa ragu ia menawar meminta potongan harga.


"Yaampun Bu nawarnya jauh sekali lagian mana ada Bu zaman sekarang orang-orang yang menjual ayam 1 kg 25 kan semua bahan baku sudah naik semua bu,"


"Hhmm kalau begitu harganya tidak jauh beda dari supermarket, yasudah ini uangnya." Lasmi memberikan uang seratus ribu pada ibu sih penjual ayam."buruan kembalian nya yah Bu, saya sudah tidak tahan panas nih"


"Bu saya mau ayam potongnya yang bagian dada sama paha saja 4 kg yah,"


"Oh baik Bu tunggu sebentar yah, kalau begitu ini bu kembaliannya"


Lasmi yang tidak hati-hati menabrak seorang wanita yang berada di belakangnya sehingga membuat tubuhnya terhuyung jatuh kebelakang.


"Aduuh...!!bisa gak sih kalau ada orang mau jalan itu yah minggir dulu...!!"


"Oh maaf, Bu saya tidak sengaja" Dewi mengalah dan meminta maaf pada wanita yang masih menundukan kepalanya kebawah itu. Namun saat wanita itu mendongkakan kepalanya ke atas Dewi terlihat syok.


"Maaf..!!maaf..!!kalau sampai badan saya kenapa-kenapa maka anda harus ganti...


Lasmi diam membisu seribu bahasa ketika melihat secara jelas wajah wanita yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Lasmi...!!!"


"Nyo-nyon-nya Dew..ii.."Lasmi ingin cepat-cepat berdiri untuk menghindari amukan mantan majikannya itu tapi nyatanya semua itu terlambat Dewi sudah terlebih dahulu memegang kedua bahunya.


"Akhirnya setelah puluhan tahun, saya menemukan mu juga Lasmi!! Sekarang beri tahu saya, di mana Nayna..!!di mana Nayna Lasmi!!"suara keras Dewi membuat Lasmi begitu takut.


"S-saya tidak tau nyonya di mana keberadaan Nayna"


Dewi mengguncang-guncang bahu Lasmi, ia tahu lasmi berbohong.


"Jangan bohong kamu Lasmi saya memiliki rekaman cctv jika kau dan suami mu itu menculik Nayna!! Sekarang cepat katakan di mana putri saya di mana Nayna! Sebelum saya laporkan kamu ke polisi sekarang juga...!!"


"Sudah saya bilang saya tidak tau di mana keberadaan Nayna...!!"


Bug...


Lasmi menendang tubuh depan Dewi dengan kakinya sehingga wanita yang berpenampilan Elegan itu juga tersungkur kebelakang.


"Lasmi...jangan pergi kamu...!!"


Lasmi berlari menelusuri ramainya pasar pada pagi hari ini ia perlahan sembunyi pada salah satu bagian toko yang kosong ia sangat yakin keberadaanya tidak akan di temui oleh mantan majikannya itu.


Dewi merasa kesusahan di tenga-tenga kerumunan orang-orang di pasar ia kehilangan jejak Lasmi yang berlari begitu cepat.


'Astaga ya tuhan padahal tinggal sebentar lagi aku bertemu anakku melalui penculik Nayna tapi wanita gila itu masih tidak mau jujur dan pergi begitu saja'

__ADS_1


Dewi nampaknya menggenggam sesuatu di tangan kananya, benda segi empat kecil berbahan kain bewarna merah maroon dan itu adalah dompet milik Lasmi yang tidak sengaja terjatuh tadi.


__ADS_2