Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Masih Tidak Percaya


__ADS_3

Ify dan Zhio telah kembali ke rumah besar serta saat ini Zhio tenga membatu mendorong kursi roda yang tenga di naiki oleh mamanya. Bersama Ify yang ada di sampingnya yang hanya diam saja tak mampu berkata-kata.


"andai mama bisa jalan Zhi pasti mama tak akan merepotkan mu,"


"Tidak apa-apa ma ini sudah kewajiban ku sebagai seorang anak, jadi jika Mama butuh bantuan mama tinggal bilang saja''Ujar Zhio.


Nyonya besar mengelus-ngelus tangan Zhio, seraya tersenyum.


"Makasih yah Zhi,kau memang pengertian sekali ehmm Ify kenapa kau hanya diam saja apa kau masih berpikiran jika Mama masih tidak suka pada mu?"


Senyuman itu, seulas senyuman yang berasal dari mama mertuanya nyaris membuat Ify berpikir jika senyuman itu mengandung sebuah pertanda yang tak mengenakan.


"Mama bertanya kepada mu, jangan diam saja jawablah''


"Sudahlah Zhi, jangan memaksa istri mu untuk menjawab mungkin memang dia masih membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menerima permintaan maaf dari mama,oh iya mama mengantuk Zhi tolong antarkan mama ke kamar yah"


Zhio menatap Ify dengan mata yang penuh kekecewaan namun tak lama ia menuruti permintaan sang mama untuk mengantarnya ke kamar.


"Kembalilah ke kamar seperti biasa nanti aku akan menyusul"ucap Zhio sembari mendorong kursi roda mamanya menuju lift.

__ADS_1


...****************...


Di dalam kamar Zhio menceramahi Ify karena ia merasa tidak terima akan sikap Ify yang seperti tadi terhadap mamanya.Namun Ify hanya diam saja saat Zhio berbicara panjang lebar.


"Apa kau masih tidak percaya jika Mama sudah mulai bersikap baik pada mu, mama sekarang lagi sakit tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa duduk di kursi roda saja!"


''Maafkan aku Mas, maafkan aku yang belum bisa menerima permintaan maaf mama yang mendadak secepat itu atau jangan-jangan mams berbohong soal sakitnya?"Ify menebak sembarangan akibatnya amarah Zhio semakin memuncak.


"Jadi kau pikir mama ku hanya berbohong soal sakitnya! apa kau tidak dengar apa kata dokter tadi ha! apa kau tidak lihat jika Mama terduduk lemah tak berdaya di kursi roda!!"


Ify meremas kedua jemarinya saat Zhio memarahinya tanpa terasa air matanya kembali mengalir. akibatnya Zhio sedikit meredahkan amarahnya ia tak mampu jika melihat sang istri bersedih lagi.


"Aku hanya menebak sembarang Mas, maaf jika aku telah menyinggung perasaan mu"


"Yah baiklah Mas, besok aku akan menjaga Mama sesuai permintaan mu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


[Apa yang kita rencanakan nampaknya sesuai rencana kita Al, Tante yakin di dalam kamar sana Zhio tenga memarahi istrinya atas sikapnya pada Tante]

__ADS_1


[Oh jadi istrinya itu masih tidak percaya jika Tante berpura-pura sakit?]


[Yah begitu lah Al lebih tepatnya]


[Rupanya wanita itu tidak gampang untuk di bodohkan yah Tan, artinya dia wanita pintar jadi intinya Tante harus hati-hati jangan sampai ketahuan aaauu...!!pelan-pelan dong Lasmi...!!]


Aliya berjerit di ujung telepon sehingga membuat nyonya besar bertanya tentang apa yang terjadi pada Aliya.


[Al, kamu kenapa kok kayak menjerit kesakitan gitu?]


[Aduuh tante biasa ini pelayan di rumah ku tidak becus sekali pijati kaki ku]


[Aduuh kenapa tidak pecat saja pelayan seperti itu]


[Kalau di pecat nanti nangis Lo Tan, jadi biarkan saja, urut yang benar awas kalau sampai membuat saya kesakitan lagi!]


"Baik Non Aliya"Lasmi beberapa kali menguap menutup mulutnya, ini sudah jamnya tidur tapi majikannya ini malah membuatnya begadang.


[Yah sudah Aliya Tante mengantuk dan besok kamu jangan lupa main ke rumah Tante yah pokoknya Tante akan tunggu kamuu]

__ADS_1


[Siap Tan, pokoknya lihat saja besok]


Ify masih belum bisa untuk tidur ia bahkan masih berpikiran yang aneh-aneh tentang mama mertuanya, sedangkan di samping Zhio sudah tertidur pulas. ia memegang Bandul liontinnya mengelus-elus liontinnya sebelum pada akhirnya ia terlelap di dalam mimpi.


__ADS_2