Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah

Di Jadikan Pelayan Setelah Menikah
Malam Kejutan


__ADS_3

Dari atas sampai bawah Mario memperhatikan penampilan Bella yang memakai dress bewarna nude pemberian darinya. Tampak anggun dan terlihat sangat cantik.


"Aku kira ukuran nya tidak begitu pas untuk mu, namun ternyata ukuran nya begitu pas. kamu cantik"


Bella menepikan rambut nya yang terurai kebelakang, ia tersipu malu membuang wajah kearah samping.


"Kita berangkat sekarang" Ujar Mario sembari menilik jam tangan nya. Sedangkan Bella hanya mengangguk mengiyakan.


Hingga tibalah mobil yang membawa Mario dan Bella di depan restoran mewah, Mario bergegas turun membuka kan pintu untuk untuk Bella.


"Kita sudah sampai ayo turun"


"Padahal aku bisa sendiri, jadi tidak perlu repot"


"Tapi ini sudah terlanjur, sekarang berikan tangan mu" Mario mengadakan tangannya untuk menyambut tangan Bella.


Bella memandangi tangan Mario dan tanpa bertanya lagi ia meletakan tangannya di atas tangan Mario.


Awal pertama memasuki resto membuat Bella merasa heran karena restoran semewah ini terlihat begitu seperti tak ada pengunjung dan hanya 3 sampai 6 pelayan saja yang berdiri di sudut ruangan.


"Restoran ini terlihat mewah dan berkelas jadi apakah tidak ada orang yang makan di sini?"


Sebelum menjawab pertanyaan Bella terlebih dahulu Mario menarik kursi untuk mempermudah Bella duduk. Aneh awalnya Mario tak pernah memperlakukan nya seperti ini, tapi kali ini Mario memperlakukan nya seperti layaknya sang kekasih.


"Restoran ini sengaja aku sewa terkhusus untuk kita berdua saja" Bisik Mario pelan di telinga Bella.


Hembusan nafas Mario membuat Bella begitu reflek dan menjauhkan kepalanya dari bisikan Mario.


"Hahaha jangan terlalu tegang, dan maaf aku tidak tau kalau tempat sensitif mu ada di telinga"


"Berhenti mempermainkan ku," Sahut Bella seraya menutup telinga nya dengan tangan.


"Iya oke, kali ini tidak lagi yah. dan sekarang ayo kita makan" Mario pun berjalan menuju kursi nya sendiri.

__ADS_1


Hidangan makanan yang tersaji di atas meja begitu lengkap dan terlihat begitu lezat hingga tak sabar untuk mencicipi.


"Kira-kira berapa uang yang kamu keluar kan untuk menyewa restoran ini?"


"Tidak terlalu banyak."


"Iyaa tapi berapa nominal nya?"


"100 juta."


"Ha! 100 juta!"


"Kenapa kamu begitu syok, selagi itu uang ku jadi tidak perlu di pikirkan"


"Astaga, ternyata gampang sekali nya manusia mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk hal ini, padahal uang segitu cukup untuk menikah bahkan lebih"


"lalu apa kau akan menikah, apa sudah bertemu calonnya?" Mario menatap Bella intens.


"Kenapa menatap ku seperti itu, dan kenapa kamu hanya diam padahal aku tadi bertanya tentang calon mu"


"Calon ku masih di pinjam sama orang lain!"


"Ha! kalimat macam apa itu?"


"Jadi kamu mengajak ku kesini apa hanya untuk memulai perdebatan saja!"


"Kita makan sebentar, karena sahabis makan akan ada sebuah kejutan untuk mu"


"Kejutan? kejutan apa?"


"Masih rahasia dong"


...****************...

__ADS_1


"Jadi kamu tidak ingin melahirkan secara sesar" Tanya Zhio sekali lagi.


"Keputusan ku sudah bulat mas, aku akan memilih kelahiran normal saja karena sejatinya seorang ibu adalah melahirkan secara normal"


"Padahal aku akan setuju jika kamu melahirkan secara sesar agar nanti nya tidak terlalu menyakitkan untuk mu tapi karena keputusan istri ku ini sudah yang terbaik maka aku akan setuju saja. Tapi aku punya suatu kejutan untuk mu,"


"Kejutan apa?"


"Ada dua orang berdiri manis di depan pintu kamar kita,


"Dua orang..siapa?"


"Ayo sekarang tutup mata mu dulu, karena yang namanya suprise tidak akan menutup mata"


"Jadi penasaran nih,"


Zhio menuntun tangan Ify dan membuka pintu kamar mereka.


"Sekarang buka mata mu," Perlahan Zhio melepaskan tangannya di kedua mata Ify.


"Mbak Ify..."


"Zoya...Anes..."


...****************...


Acara makan malam pun selesai tergantikan dengan alunan alat musik biola yang di mainkan oleh 4 orang pelayan resto. Bella menganggumi serta menikmati alunan musik tersebut hingga kali ini ia tak menyangkah jika tangannya di genggan oleh Mario.


"Malam ini ada suatu hal penting, yang ingin aku bicarakan serius pada mu"


genggaman tangan Mario begitu hangat di tangan Bella, mungkin tak mempunyai keinginan untuk melepaskan.


'Kenapa tatapan Mario seperti itu atau jangan-jangan dia mau...oh tidak apa yang sedang aku pikiran ini tuhan, pria ini tak mungkin mengungkapkan itu'

__ADS_1


__ADS_2