
Debaran di jantung pun bermunculan tersaat menerima pesan seperti ini dan dengan cepat jari jari tangannya memencet tombol keyboard satu persatu.
{Siapa kamu kenapa kamu berbicara seperti itu!}
Cukup lama Ify memegang hpnya sangat berharap kembali mendapatkan balasan dari sih pengirim pesan, namun ternyata nihil hampir setenga jam lebih Ify mengotak-ngatik benda pipih itu dan sekarang ia telah memakai baju.
{katakan siapa kamu sebenarnya, dan mengapa kamu berbicara seperti itu!}
Jika lewat membalas pesan tidak mengundang respon maka kali ini Ify mencoba menghubungi nomor yang bersangkutan.
Tut..Tutt..Tuttt...
Terdengar di ujung telepon jika nomor itu sudah tidak dapat di hubungi lagi atau berada di luar jangkauan.
'Siapa orang ini, apa jangan-jangan dia Bella wanita yang waktu itu ingin di nikahkan sama mas Zhio'Ify dengan cemas memikirkan sih pengirim pesan sembari mondar-mandir di sekitar tempat tidur, terlintas di pikirannya adalah Bella sebagai pelakunya.
Sebuah mobil mewah bewarna merah maroon berhenti tepat di depan Resto the class lalu keluar lah sosok wanita cantik bertubuh tinggi dengan balutan dress senada dengan warna mobilnya, wanita ber heels tinggi itu sedikit mengibaskan rambut panjang ikalnya kebelakang mempertonton kan belahan dadanya yang berbentuk V.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum seraya menarik sudut bibirnya ke kiri, setelah itu ia melempar kunci mobilnya pada panjaga yang bertugas menjaga di depan aera resto.
"Parkirkan mobil saya dengan selamat dan ingat jangan sampai leset!"
"Baik mbak!"
Zhio meremas kepalanya yang tak pusing, kali ini ia balik menyalahkan Martin atas pertemuan ini karena menurutnya pertemuan ini bukan lah seperti pertemuan rapat pada umumnya.
"Kenapa harus seperti ini, lalu apa kau pikir aku akan mengadakan kencan dengan seorang wanita! Dan jika seperti ini caranya lebih baik tidak usah mengadakan pertemuan rapat seperti ini"
"Maaf Bos, sebelumnya jujur ini bukan lah keinginan ku tapi wanita pemilik perusahaan itu lah yang meminta agar melakukan rapat pertemuan secara empat mata dengan bos"
"Maaf saya terlambat,"
Pandangan mata Zhio memaku secara sempurna ketika melihat seorang wanita cantik yang tenga berdiri di ambang pintu tersebut. Bahkan bibirnya keluh tak dapat bersuara.
Apa yang di rasakan Zhio rupanya juga di rasakan oleh Martin.
__ADS_1
"Tidak mungkin bukan kah..
Wanita itu perlahan memajukan langkah kakinya menghampiri keduanya ia tersenyum terutama senyuman itu tulus begitu dalam untuk Zhio.
"Apa pak Zhio tidak tertarik dengan rapat ini,"Tanya wanita itu.
Air mata mengalir dengan sendirinya membasahi wajah dengan pandangan mata yang tetap terfokus pada sosok sih wanita.
"E-El...kamuu...
"Aku bukan Eliza yang anda maksud pak Zhio tapi saya adalah Aliya kembaran dari Eliza wanita yang bapak sangat cintai dulu.."
"Apa..kembaran..."Zhio masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat di hadapannya.
"Iya apa waktu itu Eliza tidak memberi tahu tentang kembarannya?"
Melihat Zhio yang tak merespon kembali wanita yang bernama Aliya itu memeluk Zhio saat ini juga dengan dekapan erat seakan ingin memiliki Zhio seutuhnya.
__ADS_1
"Jujur saya sangat mengerti apa yang anda rasakan, kehilangan sosok yang begitu di cintai memang sangat sulit untuk di lupakan, tapi percaya lah saya sangat mampu menggantikan sosok Eliza di dalam hidup anda karena saya dan Eliza memiliki wajah yang sama"
Air mata Zhio kian deras ketika mendapatkan pelukan hangat dari sosok wajah yang sama dengan mendiang Eliza, bahkan Zhio berpikir jika Eliza yang sesungguhnya tenga memeluknya.