
"Atas nama Malaranggini Kusuma, ada di kamar nomor berapa?''Zhio bertanya dengan nada panik kepada petugas resepsionis rumah sakit.
''Bentar pak saya periksa dulu,"Resepsionis mulai mencari data pasien di komputer atas nama Malaranggini Kusuma.''Ibu Malaranggini ada di lantai 2 kamar VIV nomor 104''
Tanpa menjawab rasaterimakasih Zhio segera berlari ke tempat tujuan.
Sedangkan di dalam ruangan pasien tempat nyonya besar di rawat ada Aliya juga yang turut menjaga sembari menyuapin nyonya besar makan.
"Al bagaimana jika Zhio tau jika Tante hanya berpura-pura sakit,"Nyonya besar berbicara pelan agar tak seorang pun yang mendengar percakapan mereka berdua.
Aliya celingak-celinguk kesana kemari berharap tak ada siapa pun di ruangan ini selain mereka.
"Husst Tante tenang saja karena aku sudah membayar mahal para di dokter yang bertugas merawat Tante,jadi apapun yang Zhio katakan pada dokter nanti sang dokter akan bersandiwara soal penyakit yang Tante Alamin"
"Kamu memang cerdik Aliya jadi nanti Tante hanya perlu pura-pura struk saja yah, ah menyebalkan sekali nanti Tante tidak bisa shoping lagi dong''
"Kan ini demi Zhio agar bisa kembali lagi ke rumah tan,"
Baru saja di bicara kan Zhio pun muncul membuka pintu pasien, Zhio berjalan menghampiri mamanya.
"Mama,bagaimana keadaan mama..!"Ucap Zhio dengan panik.
"Zhio akhirnya kau datang juga menemui mama nak,''
__ADS_1
Zhio menggenggam tangan mamanya dan bertanya kembali.
"Apa yang terjadi ma kok bisa mama terjatuh dari tangga rumah dan..."Mata Zhio bertemu dengan Aliya yang juga duduk di samping mama."Aliya...kok kamu ada di sini apa kau...
"Zhio ceritanya panjang sebenarnya aku dan mama mu adalah rekan bisnis juga jadi saat tadi siang aku sengaja berkunjung kerumah mama mu untuk mengantarkan kue buatan ku dan tanpa sengaja aku melihat Tante Mala terjatuh dari tangga rumah...''
''Zhii jadi jika tidak ada Aliya mungkin nasib mama tidak ada yang tau, mama berhutang Budi sama Aliya Zhi dia wanita baik sama seperti kembarannya Eliza iyakan Zhi"
"Intinya aku tidak tau seberapa lama kau kenal dengan mama tapi aku ingin mengucapkan rasa terimakasih karena kau telah membantu mama,"
Tak lama dokter pun datang menghampiri mereka untuk memeriksa keadaan nyonya besar. Zhio berdiri saat kedatangan dokter.
"Jadi anda anaknya nyonya Mala?''
"Iya dok saya putra satu-satunya dari pasien yang dokter rawat ini, jadi bagaimana kondisi mama saya dok?"
"Apa maksud dokter?''
''Kondisi nyonya Mala saat terjatuh dari tangga rumah itu membuat sebagian dari saraf kakinya struk dan tidak bisa di gerakan terlebih jika nyonya Mala mengalamin tekanan darah tinggi, dan saran dari saya akan lebih baik jika anda kembali tinggal di rumah untuk membantu mama anda dalam proses penyembuhan."
Nyonya besar menyentuh pergelangan tangan Zhio, raut wajah kesedihan terlihat jelas di wajahnya.
"Tinggalah bersama mama lagi Zhi, mama kesepian Zhi, mama janji akan terima istri kamu di rumah kita hiks hiks yah Zhi mama mohon kamu jangan egois"
__ADS_1
Zhio merasa tertegun dan merasa tak enak hati dengan mamanya terlebih melihat kondisi mamanya sekarang, ia pun balik menggenggam tangan mama.
"Baiklah Ma malam ini juga aku akan tinggal lagi di rumah kita,"
......................
Zhio pulang ke apartemen dengan raut wajah yang lesuh, menghampiri Ify yang saat ini tenga menghidangkan makan malam di atas meja.
"Sudah pulang Mas, ah kalau begitu ayo kita makan aku sudah menyiapkan makanan kesukaan mu lagi"
"Mulai malam ini kita akan pindah lagi ke rumah Mama,"
Ify tak sengaja menjatuhkan sendok yang ia pegang saat Zhio mengatakan ingin kembali lagi kerumah lama.
"Kenapa Mas?"
"Mama sakit dan butuh perawatan intensif dan kita harus pulang kembali kerumah itu untuk menjaga mama serta merawat,"
Ify tertunduk dengan wajah penuh kekecewaan, tak lama sebuah keluhan keluar dari mulutnya.
"Mama tidak akan menerima ku Mas, kan mas tau sendiri bagaimana sikap mama pada ku"
"Mama sudah berjanji akan baik pada mu dan menganggap mu sebagai menantunya jadi tenang saja jangan pikirkan hal macam-macam tentang Mama"
__ADS_1
'Aku tidak percaya jika mertua ku akan menerima kehadiran ku dengan sukarela meski Mas Zhio bilang jika Mama mertua telah berubah jadi lebih baik' Ify diam tak bergeming ada rasa ragu di dalam dirinya.
"Sehabis makan mari kita kemasin barang-barang untuk pindah kerumah lagi, kemasin barang-barang yang penting saja oke, kalau begitu aku akan pergi ke kamar untuk bersih-bersih"