
"Arrrggghhh...mas zhio.....!!"
Reflek Zhio menjatuhkan jam tangannya usai mendengar teriakan Ify yang mengadu kesakitan dari dalam kamar mandi ia pun buru-buru berlari untuk masuk ke dalam kamar mandi yang pintu nya sengaja tidak di kunci.
Betapa Zhio syok saat melihat nya ketika kedua matanya tak sengaja melihat Ify duduk terperosok sembari memegang perutnya.
"S-sayang apa yang terjadi?" Tanya Zhio panik.
"Sepertinya aku mau melahirkan mas, perut ku sakit sekali arrrggghhh..."
"A-apa...baiklah kalau begitu aku akan telepon mama dulu.."
"Nanti saja, sekarang cepat bawak aku ke rumah sakit aku sudah tidak tahan lagi mas, ini sakit sekali!!"
"Oke! baiklah sayang kalau begitu aku bawak kamu kerumah sakit sekarang yah" Ujar Zhio seraya menggendong tubuh Ify.
"Loh tuan, ada apa dengan mbak Ify?" Tanya Zoya yang hendak berjalan menuju dapur.
"Zoya cepat suruh supir untuk memanaskan mobil, karena saya akan membawa istri saya kerumah sakit. ia mau melahirkan"
"Baiklah tuan, saya akan segera turun ke bawah sekarang!" Zoya berlari lebih dahulu.
Saat di bawah juga Zhio berpapasan dengan nyonya besar yang sedang menikmati angin segar bersama Bijum.
"Zhio..." panggilnya.
"Ma, Ify akan melahirkan aku akan pergi ke rumah sakit sekarang. apa mama mau ikut?"
"Astaga Ify mau melahirkan, ya ampun mama bahagia sekali mendengar nya. oke mama mau ikut"
"Baiklah ma, tapi sekalian yah tolong telepon keluarga Ify, jika putri nya akan melahirkan sekarang di rumah sakit permai"
Dewi dan Morgan turut senang mendengar berita ini mereka berdua pun juga sudah menyiapkan diri untuk pergi kerumah sakit yang telah di sampai kan besannya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Ify segera di bawak menuju ruang persalinan dengan di dampingi oleh Zhio, di dalam ruangan persalinan Dokter sudah memeriksa jika Ify sudah pembukaan terakhir. rasa sakit di perutnya benar-benar tak tertahan lagi sementara Dokter berusaha untuk membantunya.
Dewi dan Morgan telah sampai di rumah sakit dan langsung menemui nyonya besar yang sedang bersama Bijum.
"Jeng Dewi, pak Morgan akhirnya kalian datang juga"
"Bu, Mala bagaimana kondisi putri saya?" Tanya Dewi.
"Ify dan Zhio masih di dalam ruang persalinan kita do'akan saja semoga Ify di beri kelancaran untuk melahirkan"
"Jadi Zhio juga ikut di dalam Bu Mala?" Tanya pak Morgan juga.
"Iya Pak Morgan Zhio juga berada di dalam untuk menemani Ify"
"Bukan kah Zhio sama seperti mu mas, saat melahirkan Nayna dulu aku selalu ingin kamu ada di samping ku"
"Iya papa masih ingat ma. sekarang cukup do'akan saja semoga ibu dan bayinya di beri keselamatan"
Di sinilah awal perjuangan Ify, Ify berkali-kali mengatur nafasnya ketika dokter memberi himbauan untuk mengejan. rasa sakit ketika melahirkan memanglah luar biasa efek sakitnya sehingga kali ini Ify benar-benar tidak kuat lagi.
"Ayo Bu, ibu pasti bisa ibu harus semangat yah" Dokter dengan lembut berbicara di dekat Ify.dan jawaban Ify hanyalah anggukan saja.
Bahkan di samping Zhio tetap setia menyemangati dengan menggenggam tangan Ify, dan berkali-kali juga mencium pelipis Ify. "Sayang kamu semangat yah, kamu pasti bisa"
"Ini sakit sekali mas, hiks hiks rupanya aku baru tau kalau orang yang mau melahirkan itu sakit hiks hiks"
"Kamu gak boleh nangis sayang, kamu harus semangat"
"Ayo bu, ngejan sekali lagi. lihat kepalanya sudah hampir keluar"
Di genggam nya tangan Zhio dengan sangat erat untuk menetralisir rasa sakit yang luar biasa ini waktu mengejan.
"Egh............."
__ADS_1
Akhirnya setelah menunggu satu jaman akhirnya bayi yang di tunggu-tunggu keluar juga, Ify pun menitihkan air mata setelah mendengar tangisan bayinya.
"Wah Bu, pak bayinya laki-laki"ucap dokter itu.
Zhio sangat bahagia ketika mendengar jenis kelamin bayinya, ketika itu Zhio berulang kali mengecup kening Ify.
"Makasih yah sayang,"
Seperti biasa Dokter meletakkan sih dedek bayi dia atas dada Ify dengan posisi tengkurap, reflek Ify menangis haru sembari memeluk tubuh mungil bayinya.
"Makasih yah nak karena sudah lahir ke dunia ini, jujur mama bahagia sekali nak hiks hiks hiks"
Zhio juga ikut menangis sembari mengusap usap lembut kepala bayinya.
"Jika sudah selesai mari bu saya bersih kan dulu dedek bayinya"
"Baiklah dok"
"Ya tuhan ini sudah satu jam lebih, mama jadi khawatir bagaimana kondisi Nayna di dalam sana"
"Iya jeng Dewi, saya juga khawatir"
kekhawatiran mereka membuat mereka semua gundah pasalnya mereka belum tau kabar Ify di dalam sana. namun tak lama dokter yang membantu Ify melahirkan keluar dari ruangan itu.
"Dokter bagaimana kondisi putri saya?" Tanya Dewi.
"Putri ibu dan bayinya selamat, keduanya seha-sehat saja"
"Oh syukur lah kalau begitu" Sahut nyonya besar.
"Kalau begitu apa kita sudah mulai boleh untuk melihat nya?" Tanya pak Morgan.
"Tentu saja boleh silakan kalau ingin melihat,dan kalau begitu saya permisi undur diri dulu"
__ADS_1
"Makasih yah Dokter"
"Sama-sama Bu"