
Zoya dan Anes menyiapkan semua masakan yang telah Ify buat tadinya di atas meja makan, dan di bagian akhir mereka hanya melanjutkan dengan membuat susu vanila untuk tuan Zhio.
Kini majikan yang mereka tunggu telah turun ke bawah dengan pakaian kerja yang sudah lengkap. Zhio sangat tampan dengan balutan jas serta kemeja serba hitam.
Zhio menilik jamnya sepertinya ia terburu-buru walau sebenarnya pria itu sudah sangat bosan sarapan di rumah saja. Tapi entah mengapa wangi makanan di atas meja terlihat menggugah selera. Pada akhirnya Zhio mengurungkan niat untuk pergi ke perusaanya.
"Silakan tuan makan dulu," Zoya menarik kursi untuk tuanya Zhio dudukin.
Zhio mengamati mereka berdua beserta makanan di atas meja, namun ia tidak ingin berpikir banyak cukup duduk dan makan saja bukan.
Setenga centong nasi goreng telah masuk ke dalam piring, tanpa menunggu waktu lama Zhio langsung menjajalkan 1 sendok ke dalam mulutnya. Tidak puas 1 sendok, akhirnya ia menambah beberapa suapan lagi.
"Kenapa nasi goreng yang kalian buat terasa berbeda?" Tanya Zhio di tenga-tenga waktu sarapanya. Zoya dan Anes saling memandang, jadi apa yang harus mereka perbuat dalam kondisi seperti ini.
"Apakah nasi gorengnya tidak enak tuan?"Anes bertanya khawatir.
"Tidak lain kali kalian harus memasak nasi goreng seperti ini setiap pagi,"Ucap zhio sambil memakan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Apa tuan setiap hari!"Zhoya termangu tak percaya.
"Loh kenapa apa ada yang salah!"
__ADS_1
"Tidak tuan, baiklah kita akan memasak nasi goreng ini lagi besok."Kata Zoya tanpa ragu itu membuat Anes berkode mata padanya.
drrrt...drrr...nada dering telepon yang berasal dari hp Zhio berdering. Segera Zhio mengangkatnya. Melalui earphone.
"Ada apa Martin, apa ada masalah di perusahaan. Tidak biasanya kau melepon saya pagi-pagi."
"Maaf boss, soalnya cliend kita yang dari luar kota mengganti jamnya untuk bertemu pada jam 8 pagi ini,"
"Baiklah jika mereka sudah sampai kau tinggal bilang bahwa saya akan tiba di kantor setelah 20 menit setelah mereka."
"Baik boss saya mengerti."
Bib. Panggilan pun berakhir kini Zhio pun berdiri.
"Di mana pelayan yang satunya lagi, apa pelayan itu belum bangun!"Zhio menyusuri mancari keberadaan Ify.
Tadinya Zhio berharap jika Ify belum bangun maka ia yang akan bertanggung jawab dengan membangunkannya menggunakan cara kasar.
Saat ini Ify sedang mengguting dedaunan di depan teras sebagian daunya telah kering, dan di sebelahnya lagi ada 2 mawar merah hati yang nampak telah layu Ify pun memegang tankainya arrg pekik Ify saat tangannya terkena duri mawar tersebut.
Segera Ify menghisap setitik darah di telunjuknya." Apa yang kau lakukan disana! Bukan kah pekerjaan di dalam rumah masih banyak. Kenapa malah bermain bunga seperti anak kecil!"
"T-Tuan Zhio! i itu saya coba mau gunting-gunting daun yang sudah layu saja, ini tuan dedaunan yang sudah keringnya." Ify menunjukan pada Zhio daun daun kering yang ia pegang.
__ADS_1
"Apa kau kira saya anak kecil, yang mana tidak bisa membedakan mana daun kering dan mana yang tidak!"
"Ah ia tuan maafkan saya," Ify hanya menunduk mencoba meminta maaf. Zhio dapat melihat jika telunjuk Ify berdarah.
"Mawar saja tidak sudih tangkai nya di pegang dengan tangan mu rupanya mawar itu sangat pintar bisa membedakan mana wanita pembunuh dan mana wanita yang tidak membunuh!"
Ify memperdalam kepalanya ke bawah, ia hanya diam tidak mampu melawan Zhio namun kedua jemarinya saling mengepal.
Sabar Ify sabar kau harus sabar oke, jangan sampai kau tersulut emosi pria yang saat ini berhadapan dengan mu bukanlah pria biasa menatap matanya saja rasanya tidak mampu apa lagi harus melawan apa yang ia katakan.
"Saya akan menunggu detik-detik seorang pelayan memberikan pukulannya ke pada majikan. Ayo Ify kenapa kau diam saja, bukan kah kau berniat ingin memukul saya!"
"Maaf kan saya tuan, maaf kan saya tuan, maaf,maaf saya tidak bermaksud begitu__!
"Stop! berhentih meminta maaf, mulai sekarang kau harus saya hukum!"
"Jangan tuan mohon jangan hukum saya!"
"Harusnya kau beruntung karena saya tidak menyuruh mu lagi tidur di luar. Dan saya akan memberi mu hukuman yang simpel-simpel saja yaitu kau harus belanja ke supermarket dengan berjalan kaki tidak pakai taxi,ojek atau pun angkutan umum lainya apa kau mengerti"
"Maaf tuan bukankah supermarket itu sangat jauh naik kendaraan saja memakan waktu setenga jam lebih apa lagi berjalan kaki,"
"Saya tidak perduli, pokoknya waktu mu tidak banyak kau harus belanja dan pulang ke rumah sebelum saya pulang ke rumah atau jika tidak terpaksa saya akan menambah hukuman mu lagi 2x lipat."
__ADS_1
"tidak mu__"
"Waktu mu di mulai dari sekarang!" tukas Zhio tanpa main-main setelah mengatakan itu Zhio pun pergi ke kantor dengan supir pribadinya.