
Delia berjalan menunduk sambil memainkan ponselnya,dia sudah ada janji dengan temannya di restoran X dengan langkah sedikit di percepat Delia tidak menyadari bahwa dari arah berlawanan ada seseorang yang juga tanpa melihat kedepan berjalan ke arahnya dan Bugggggg....mereka saling bertabrakan yang membuat ponsel yang di pegang Delia terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai untung ponsel itu tidak pecah.
"Maaf...."ucap Delia sambil menunduk ingin mengambil ponselnya sementara orang uang di tabraknya masih berdiri tanpa bergeming sedikit pun sambil memperhatikan gerakan Delia."Maaf tadi saya terburu-buru dan tidak melihat jalan".ucap Delia sakali lagi sambil berdiri tepat di hadapan orang yang di tabraknya,namun beberapa saat kemudian saat keduanya saling menatap mereka berdiam diri,Rey yang tersadar akan keterpesonaan Delia tersenyum sumringah sementara Delia hanya mematung memandang orang yang ada di hadapannya.
"Hay...kamu Delia kan..."tanya Rey masih dengan senyumnya.
"i...iya..."jawab delia sedikit gugup.
"Pertemuan tanpa sengaja sekali lagi,"ucap Rey lagi tanpa melepas pandangannya pada wajah di depannya."Kamu masih mengenaliku kan?Ku harap kamu tidak lupa denganku setelah sekian lama tak bertemu".
"Tentu saja saya masih mengenal anda tuan,maaf saya hanya sedikit kaget karna bertemu anda lagi,oya bagaimana kabar Rosa,dia baik-baik saja kan?"cerocos Delia membuat Rey terkekeh mendengarnya.
"Rosa baik-baik saja,kamu tidak ingin bertanya tentang kabarku?"goda Rey sambil menaik turunkan alisnya.
"Melihat penampilan anda sepertinya anda sangat baik-baik saja."
"hhhhhhh...."Rey tertawa lepas mendengarnya,ini kali pertama Rey tertawa lepas di depan umum.Delia yang melihat Rey tertawa begitu lepas membuatnya juga ikut tertawa dan jadilah mereka tertawa begitu lepas dan di saksikan pengunjung lainnya.Rey yang menyadari sedang jadi tontonan segera menghentikan tawanya kemudian menatap wanita di depannya yang masih saja tertawa."Apa ada yang lucu?"
__ADS_1
Mendengar itu seketika saja Delia tersadar dan segera menutup mulutnya namun masih sedikit tertawa terlihat dari gerakan bahunya."Maaf...aku sedikit terbawa suasana saja". sambil menormarmalkan suasana hatinya.
"Kamu ada janji atau pekerjaan di disini?" lanjut Rey.
"iya...saya ada janji dengan teman,kalau anda sendiri?" tanya balik Delia.
"Iya...",singkat Rey
"Baiklah...,"sambil melihat jam tangan yang melingkar di lengannya Rey berkata".Saya duluan masuk atau sekalian saja kita masuk sama-sama?" tawar Rey.
"Maaf anda duluan saja,saya masih ada sedikit urusan."tolak Delia halus.Rey mendengus sedikit kesal karna tawarannya di tolak oleh seorang wanita,untuk pertama kali dalam hidupnya dia menerima penolakan dari wanita membuatnya berlalu begitu saja tanpa permisi pada Delia.Melihat sikap Rey padanya Delia hanya menggelengkan kepalanya menatap kepergian Rey dari hadapannya.
"Abis dari tadi aku liat kamu hanya berdiri melamun.atau kamu sudah berganti profesi menjadi penjaga pintu di restoran ini."ucap Delia sambil berjalan menuju meja yang sudah di pesannya. Sementara Delia hanya mengekor mengikuti arah Nia.
"Kita duduk di pojokan itu saja biar lebih santai". tunjuk Nia pada meja yang ada di sudut restoran Delia mengarahkan matanya pada tempat yang di tunjuk Nia,namun setelah melihat meja itu Delia kembali di kejutkan dengan seorang pria yang duduk tepat di samping meja yang Nia tunjuk, pria itu adalah Rey duduk bersama seorang wanita cantik di sampingnya.Entah kenapa melihat pemandangn di depannya membuat hati Delia sedikit aneh,ada yang sakit di dalam hati Delia tapi apa,wajahnya seketika pias dan sendu.
"Delia ayo duduk..."Nia yang sudah duduk di kursi memanggil Delia sambil melambaikan tangannya pada Delia yang membuat Delia tersadar dari lamunannya.Delia segera menyusul Nia di tempatnya namun saat baru beberapa langkah lantai yang di pijak itu licin dan membuatnya tersandung tepat saat seorang wanita yang duduk di depannya ingin minum dan minuman itu seketika tumpah mengenai baju sang wanita.Wanita itu berdiri dengan amarah yang tak bisa di bendung lagi."Apa kamu tidak bisa berjalan dengan baik."maki wanita itu sambil melayangkan tangannya ke wajah Delia,Delia yang menyadari situasi segera menutup ke dua wajahnya menggunakan ke dua telapak tangannya.Namun saat beberapa centi lagi tangan itu mengenai wajah Delia,tiba-tiba saja tangan wanita itu terhenti di udara tangannya di tepis Rey yang membuat wanita itu semakin kesal karna Rey malah menolong Delia.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu lakukan,Mona? Tanya Rey yang kesal melihat tingkah Mona.
"Rey lihat ini."Mona memperlihatkan bagian bajunya yang kotor terkena tumpahan,berharap Rey membelanya.
"Maaf saya tidak sengaja lantainya licin jadi saya sedikit terpeleset".Ucap Delia dengan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa masih bisa di bersihkan kok." jawab Rey..mendengar itu Mona semakin kesal pada Delia dan menggerutu dalam hati.
"Rey kamu tidak lihat baju saya sangat kotor karna perbuatannya."
"Mona baju tidak begitu kotor hanya terkena sedikit cipratan,di bersihkan pake tisu juga nodanya akan hilang".
"Apa..."Mona merasa ada yang tidak beres dari tadi tatapan Rey terarah pada Delia tanpa sedikit pun menoleh pada Mona,yang membuat Mona semakin kesal dan pergi meninggalkan Rey dan Delia sambil menggerutu sepanjang jalan.
"Maafkan saya tuan,saya jadi merusak pakaian kekasih anda."
Mendengar kata kekasih Rey jadi salah tingkah dan berkata dengan cepat."Dia bukan kekasih saya,dia hanya teman saya kami berteman dari kecil."Ucap Rey menjelaskan entah kenapa dia takut Delia akan saslah paham mengenai hubungannya dengan Mona.
__ADS_1
.