Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 42


__ADS_3

"Ayo..."Ajak Rey mengulurkan tangannya pada Delia,ia berdiri di depan Delia setelah selesai memijat betis istrinya,Delia pun menerima uluran tangan Rey lalu berdiri kemudian mereka berjalan beriringan dengan tangan yang saling menggenggam.


Delia semakin terpesona saat mereka berada di ambang pintu utama mansion itu,terlihat beberapa pelayan yang berbaris menyambut mereka , tak sampai di situ setelah memasuki mansion mewah itu Delia semakin di buat terperangah dengan desain dan segala interior mansion milik suaminya itu,ia seakan berada di negeri antah berantah yang begitu menakjubkan.


" Selamat datang tuan muda.." Sambut seorang pria paruh baya yang datang dari ruangan lain untuk menyambut tuan mudanya sambil sedikit membungkukkan badan,ia terkejut karna kedatangan tuan mudanya sekaligus pemilik satu-satunya mansion mewah ini berkunjung secara tiba-tiba, yang setelah beberapa tahun baru menginjak kan kakinya lagi di mansion ini,ia juga sedikit terkejut karna baru pertama kali nya ia membawa seseorang ke mansion ini, mansion ini memang tempat rahasia yang di sembunyikan oleh Rey termasuk dari kedua orang tuanya.


Rey hanya mengangguk pelan lalu berjalan meninggalkan para pelayan yang telah menyambut kedatangan nya tadi.


"Kenapa tidak memberi kabar jika ingin berkunjung tuan muda ?biar saya mempersiapkan segala keperluan tuan muda." Ucap Pak Bian kepala pelayan yang di percaya Rey untuk mengurus mansion mewah ini,sedangkan Delia hanya terdiam membisu mengikuti langkah Rey yang berada di sisinya,mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu.


"Sebenarnya saya tidak ada rencana untuk ke mansion." Ucap Rey yang memang tidak ada rencana berkunjung ke mansion ini, semenjak datang ke negeri ini ia belum pernah berkunjung, dan ini kali pertama nya ia datang,entah mengapa tiba- tiba saja ia ingin ke tempat ini membawa Delia,ada dorongan yang kuat untuk memperkenalkan Delia akan keberadaan mansion ini.


" Kapan tuan datang,apakah baru saja tuan muda mendarat dari Indonesia?" Tanya pak Bian lagi yang merasa tidak enak karna biasanya jika tuan mudanya itu berkunjung ke negeri ini ia yang akan langsung menjemput nya di bandara.


" Sudah sebulan lebih ."


" Hach....?" Pak Bian semakin di buat heran dan bingung karna ternyata tuan mudanya sudah lama di Singapura dan dia tidak tahu.


" Maaf pak Bi,saya tidak mengabari akan kedatangan saya ." Ucap Rey yang memahami keheranan kepala pelayan nya itu.


"lalu...maaf tuan jika saya lancang tuan, tapi...? Pak Bian menghentikan ucapannya merasa ragu untuk melanjutkan ucapannya tapi tatapannya tak lepas dari sesosok wanita cantik yang duduk di samping Rey yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan obrolan ke dua pria yang berbeda usia itu.


Rey yang menyadari keheranan pada pria yang sudah bekerja puluhan tahun dengannya itu ,ia kemudian menarik tubuh Delia untuk lebih dekat lagi dengannya kemudian melingkar kan tangannya pada pinggang sang istri yang kini di pahami oleh pak Bian akan posisi wanita cantik itu di hati Rey.

__ADS_1


"Dia istriku..." Ucap Rey santai dan itu membuat pak Bian mengembangkan senyumnya karna perkiraan nya tidak salah,ia kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menyambut nyonya mudanya sekaligus nyonya pemilik mansion ini.


"Selamat datang nyonya muda ." Sambut pak Bian dengan seulas senyum bahagia menyambut wanita cantik itu, sementara Delia yang sedikit syok,bukan syok karna sambutan pak Bian tapi karna ucapan nya yang memanggilnya nyonya muda,ia merasa itu berlebihan lagian sebutan itu tak pantas untuknya pikir Delia.


"Makasih pak." balas Delia dengan senyum yang agak sedikit kikuk dan tanpa sadar memegang lengan Rey erat .


Beberapa pelayan datang mengantarkan beberapa cemilan dan minuman untuk tuan dan nyonya mereka .


"Silahkan tuan dan nyonya." ucap salah satu pelayan wanita yang mengantarkan minuman dan meletakkan nya di meja.


"Apakah anda ingin makan malam,tuan?" Tanya pelayan itu lagi,ia bertanya karna malam sudah semakin larut takutnya tuan dan nyonya baru mereka belum makan malam .


Rey menoleh ke arah Delia yang berada di sampingnya dengan menikmati kue yang baru saja di letakkan oleh pelayan.


Delia menggeleng sebagai jawaban dan melihat gelengan kepala Delia para pelayan itu lalu pamit untuk kembali ke belakang .


"Kalian istirahat lah,tidak usah menunggu kami." Perintah Rey yang menyuruh pelayan nya untuk beristirahat karna malam sudah sangat larut.


"Pak Bi juga istirahat lah."


Pak Bi dan para pelayan itu kemudian berpamitan untuk kembali ke kamar mereka masing- masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang seharian bekerja .


......................

__ADS_1


" Bagaimana jika Rey mengetahui semua rahasia ini,pa? apa yang akan kita katakan padanya,mungkin sudah saatnya Rey mengetahui semua ini." Ucap mama Rey pada suaminya,ia mulai merasa tidak tenang,ada kegelisahan di hatinya.


" Apa yang akan kamu katakan padanya,berkata jujur?jika kita membuka rahasia ini,apa kamu pikir Rey akan menerima nya begitu saja,dia bukan lagi anak kecil yang mudah untuk kita bujuk jika dia marah,aku yakin kamu lebih mengenal nya dari siapa pun termasuk aku kan?"


" Tapi pa....?"


" Sudahlah ma,lupakan masa lalu, anggap semua tidak pernah terjadi." potong papa Rey.


Nyonya Sukma menghela nafas berat,hatinya begitu tidak tenang,entah mengapa ia merasa akan ada badai besar yang akan keluarganya hadapi,ia begitu takut kehilangan putra semata wayangnya itu,ia begitu mencintai putranya.Tapi ia juga tidak ingin egois dengan hanya mementingkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga nya sementara Rey tidak tahu apa pun tentang semua yang telah terjadi dalam hidupnya.


" Rey adalah putra kita." hanya itu yang perlu ia ketahui,selain itu biarkan semua terkubur tanpa harus menggalinya lagi." Ucap papa Rey kemudian berlalu meninggalkan istrinya di sofa ruang keluarga,mama Rey menatap suaminya yang berjalan ke arah kamar mereka.


Hatinya begitu sesak,ia tidak sanggup lagi menyimpan rahasia itu lebih lama lagi, kejadian masa lalu yang terjadi berpuluh tahun lalu masih saja menghantui dan membuat hidupnya tidak begitu tenang.Nyonya Sukma menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa menatap langit - langit ruang keluarga lalu memejamkan matanya,ia kembali mengingat kejadian naas itu dimana kejadian itulah yang mengubah perjalanan hidup beberapa orang yang terlibat di dalamnya termasuk Rey.


" Tidak...tidak....." teriak nyonya Sukma kemudian membuka matanya dengan keringat yang mengucur di dahinya,kejadian itu selalu masuk ke dalam mimpinya sejak Rey bertolak ke Singapura.


Nyonya Sukma kemudian mengambil gelas yang berisi air putih di atas meja lalu meminumnya dengan nafas yang masih memburu.


" Maaf..." Lirih nyonya Sukma entah di tujukan pada siapa kata maaf itu yang pasti ia merasa sangat bersalah dan ketakutan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2