
Ayah Rey berjalan menuju ke kamar Rey,dimana ada Rey di sana,ibu dan Delia saling berpandangan saat melihat ayah Rey berjalan menuju kamar. Tak ingin terjadi sesuatu yang tak di inginkan seperti kejadian terakhir kali saat mereka bertemu di rumah sakit,ke duanya pun memutuskan untuk mengikuti dari belakang. Mereka pun di spot jantung saat Rey membuka pintu kamar di tepat saat ayah Rey berdiri di depan pintu kamar,ke pria berbeda usia itu sama - sama terkejut karena kaget.
Sejenak mereka saling menatap dalam diam.
"Maaf..." Satu kata yang meluncur dari mulut sang ayah membuat semua orang yang berada di situ tercengang dan tak percaya.
Bahkan Rey yang begitu terkejut di buatnya pun tak mampu berkata- kata lagi.
"Papa minta maaf." Runtuh sudah segala ke egoisan,keras hati serta gengsi yang selama ini melekat pada dirinya.Ayah Rey mensngkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai permohonan maaf yang begitu tulus dari lubuk hatinya.
Ibu dan Delia bahkan begitu tak percayanya, seorang Gunawan meminta maaf sesuatu yang mustahil bagi mereka,tapi sekeras apa pun seseorang ada saat di mana dia akan terlihat begitu lemah dan tak berdaya.
Rey menelisik wajah ayahnya,mencari kebenaran di mata sang ayah,dan ia menemukan sebuah tatapan penyesalan yang terpancar di ke dua matanya.
"Aku tahu,segala kejahatan dan dosa ku tak bisa termaafkan,tapi hari ini orang tua ini,sang pendosa ini meminta maaf di hadapan mu,bukan sebagai ayah tapi sebagai penjahat yang telah melakukan kejahatan besar pada mu,maafkanlah papa,sungguh papa tidak pernah membenci atau pun marah kepada mu,tapi papa begitu malu dan merasa sangat bersalah jika melihat mu berada di depan mata papa,semua kejahatan papa di masa lalu terus saja menghantui dan membuat hidup papa tidak tenang. Maafkanlah pendosa ini." Isak tangis ayah Rey tak mampu lagi di bendung nya,air matanya jatuh begitu saja seiring pengakuan dosanya pada Rey di masa lalu.
Rey berdiri menatap ayahnya dengan terkejut
tak menyangka jika sang ayah yang ia kenal keras dan egois itu kini ada di depannya meminta maaf padanya.
Rey berjalan pekan menghampiri ayahnya yang masih berdiri di depan pintu sambil menundukkan kepalanya sedikit, Rey lalu memegang kedua tangan ayahnya,merasa ada yang memegang tangan nya ayah Rey mendongak dan hancur lah semua pertahanannya selama.
Kekerasan hati dan ke egoisan sirna seiring pengakuan dosanya pada sang putra,tanpa berkata-kata Rey pun memeluk tubuh ayahnya dengan. erat, ia pun tak kuasa menahan air matanya, , ayah dan anak itu pun saling berpelukan dengan penuh haru dan bahagia, melepaskan segala beban dan perasaan lega karena sudah mengeluarkan semua beban fikiran yang selama ini di simpan dalam diri sendiri.
Delia dan ibu Rey saling berpandangan melihat adegan yang di depan mereka,tadinya merek berfikir jika Rey dan ayahnya akan saling beradu argument tapi nyatanya justru mereka kini saling memaafkan dan berdamai dengan segala masalah yang terjadi di masa lalu.
"Bolehkah ibu bergabung?" Tanya ibu dengan senyum bahagia yang nampak dari wajahnya,senyum yang selama bertahun-tahun yang ini menghilang dari bibirnya selama bertahun-tahun dan kini senyum itu kembali merekah.
__ADS_1
Rey dan ayahnya pun melepaskan pelukan mereka lalu berjalan menghampiri wanita hebat mereka,lalu Mereke pun menghamburkan tubuh mereka ke dalam pelukan ibu Rey,Rey lalu menarik tubuh Delia yang berdiri di sampingnya dan terjadilah pelukan empat orang itu .
'Kenapa kalian saling berpelukan?" Celoteh Kenan yang tiba-tiba muncul bersama Vio.
Ke empat orang itu pun melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Kena dan Vio yang baru saja datang dan ikut bergabung. Mereka pun tertawa bersama seolah tidak ada beban.
Setelah kejadian maaf memaafkan di hotel tadi malam,Rey dan Delia pun memutuskan untuk ikut bersama kedua orang tua mereka bersama Kenan dan juga Vio,malam itu juga mereka cek out dari hotel .
"Rey belum bangun Del?" Tanya ibu mertuanya saate melihat Delia berjalan menuju meja makan,di mana di sana sudah ada mama mertuanya dan juga Vio yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"Belum ma, kelihatannya mas Rey dan Kenan masih nyenyak tidurnya,aku tidak ingin mengganggu mereka." Ujar Delia sembari membantu ibu mertuanya meletakkan piring di meja.
"Ya sudah,biarkan mereka tidur,papa mu juga belum bangun."
"Ibu kakak aku mau keluar sebentar ya,mau beli beberapa keperluan." Ucap Vio meminta izin untuk keluar sebentar.
"Tidak usah kak,aku bisa sendiri kok."
*Ya sudah kamu dia antar sopir ya." Tawar ibu Rey .
"Boleh Bu.."
Setelah beberapa saat Vio pun tiba di supermarket yang dekat dari kediaman orang tua Rey,ia pergi di antar sopir orang tua Rey.
"Tunggu sebentar ya pak." Ucap Vio saat ia ingin keluar dari mobil.
"Iya non." Jawab sang sopir.
__ADS_1
Vio pun keluar dan berjalan masuk ke dalam supermarket. Vio memilih barang- barang keperluan nya dan beberapa es cream di beli untuk sang ponakan. Setelah merasa semua kebutuhan nya telah ada ia pun berjalan menuju meja kasir sambil mendorong kerang troli. saat akan ,saat melewati rak susunan Snack Vio pun berhenti sejenak untuk membeli beberapa Snack kesukaan nya dan Kenan,baru saja akan berbalik untuk menaruh belanjaannya di dalam keranjang ia menabruk tubuh seseorang yang ada di depannya.
"Maaf." Ucap Vio saat tanpa sengaja ia menubruk tubuh seseorang yang membelakanginya. Orang itu pun berbalik dan melihat Vio yang sedang duduk tertunduk memungut belanjaannya yang terjatuh fi lantai Orang yang di tabrak oleh Vio tadi berdiri melihat mengamati Vio yang masih sibuk dengan belanjaannya."
"Vio?kamu Vio kan?" Tanya orang yang di tabrak oleh Vio tadi, mendengar namanya di sebut Vio pun mendongak melihat ke arah wanita yang masih berdiri di hadapannya.
Vio lalu berdiri setelah mengambil semua belanjaannya yang tercecer di lantai,ia lalu melihat wajah wanita yang kini berhadapan dengannya .
".Vio sedikit terkejut saat mengenali wanita yang tak lain adalah Sophia,tentu ia tak lupa wajah Sophia .
"Kamu masih ingat denganku kan!"Tanya Sophia dengan tersenyum ramah .
"Tentu saja aku mengenalmu,apa kabar?" Tanya Vio dengan tak kalah tersenyum ramah.
"Aku baik,kamu?"
"Ya seperti yang kamu lihat." Ujar Vio sembari memperbaiki belanjaannya yang ada di dalam keranjang
"Lama banget sih belanjanya." Ujar seseorang dari pintu masuk supermarket yang berada tepat di belakang Vio berdiri. Mendengar suara itu sepertinya begitu familiar di telinga Vio.
"Maaf sayang." Ucap Sophia pada seseorang vya g yang berdiri di belakang Vio.
Seperti ada yang mendorong nya seketika Vio memutar tubuhnya menghadap ke arah suara yang barusan ia ia dengar dan saat ia melihat seseorang itu, tubuhnya seakan bergetar dan keget begitupun dengan orang itu ia sama terkejutnya dengan Vio .
"Kau." ucap Vio dan orang itu secara bersamaan.
.
__ADS_1
,Rey.