Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 168


__ADS_3

"Sah. "Teriak semua orang yang berada dalam ruangan mushollah yang berukuran tidak begitu besar yang berada dibawah tengah -tengah rumah warga.


Bersaman dengan kata sah yang keluar dari mulut warga air mata Vio jatuh begitu saja,bukan air mata bahagia seperti pengantin wanita pada umumnya jika telah sah di pinang sang kekasih. Air mata Vio adalah air mata duka yang menyelimuti hati dan perasaannya,jiwanya seolah melayang jauh hingga ia tak bisa merasakan kebahagiaan yang di rasakan orang-orang di sekitarnya.


Hatinya bagai dicambuk ribuan kali hingga ia tak lagi merasakan rasa sakit yang menderanya.


"Ada apa ini?". Tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di pintu utama mushollah dimana akad nikah telah di langsungkan .


Semua orang yang berada di dalam mushollah menoleh ke arah yang sama begitu pun dengan Vio dan Ramon.


Senyum bahagia yang baru saja terbit dari bibir sang pria tiba-tiba berubah menjadi kaku,matanya melotot memandang sang mempelai wanita yang tak lain adalah Vio,wanita yang baru beberapa hari ia kamar .Harinya remuk seremuk-remuknaya menyaksikan sang wanita yang di cintai nya kini bersanding dengan pria lain yang baru beberapa hari di kenalnya.


"Vio...,." Lirih dokter Farhan tak percaya,mata nya mulai berkaca-kaca jika saja tidak banyak orang mungkin ia sudah membiarkan air matanya tumpah.


Dokter Farhan berjalan pelan menghampiri Vio yang beridiri di samping Ramon ,ia pun tak kuasa menahan air matanya yang tak mampu ia bendung lagi,baru saja ia ingin memulai hidup yang baru dan membuka lembaran baru bersama pria yang kini berdiri tepat di hadapannya.


"Maaf...." Hanya satu kalimat permintaan maaf itu yang keluar dari mulutnya,sembari terisak pelan menahan segala sesak di dada.


"Apa yang terjadi?" Tanya dokter Farhan setelah ia menguasai dirinya,walau begitu hancur tapi ia berusaha untuk tetap tegar,setidak nya di tempat ini.


"Aku akan menjelaskannya." Ucap Vio sendu.


"Baiklah karena acara sudah selesai mari kita ke aulah desa untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh para wanita ." Ajak pak kades sembari berjalan keluar dan di susul oleh semua orang yang berada di di dalam mushollah dan hanya menyisakan Vio,Ramon dan dokter Farhan.

__ADS_1


""Apa yang terjadi Vi?" Tanya dokter Farhan lagu,hanya melihat situasi dokter Farhan paham apa yang terjadi,tapi ia ingin tahu penjelasan dari Vio karena baru beberapa hari yang lalu mereka sudah sepakat untuk saling membuka hati dan Saling mengenal lebih dekat lagi.


Vio menoleh ke arah Ramon yang menatap dokter Farhan dengan tajam.


"Aku ingin bicara dengan dokter Farhan,bisakah kamu meninggalkan kami?" Ujar Vio dingin Ramon menoleh ke arah Vio dan menatapnya tajam.


"Aku akan di sini ,jika kalian ingin bicara bicaralah." Ucap Ramon.


Vio menghela nafas berat,ia lalu berjalan m meninggalkan Ramon menuju pintu mushollah dan di ikuti oleh dokter Farhan dari belakang,sedangkan Ramon masih berdiri di tempatnya dengan tatapan yang tertuju pada dua orang yang baru saja keluar dari mushollah dan berada di teras,terlihat dari luar Ramon bisa melihat perbincangan antara istrinya dan dokter Farhan.


pVio dan dokter Farhan berdiri saling bersisianenghadap ke arah jalan,Vio lalu menghela nafas dan mengatur nafasnya. Perlahan Vio menceritakan segala hal yang terjadi padanya hingga hari ini ia menikah dengan Ramon,dengan segala kekuatan dan segala himpitan di hatinya kini terasa lega karena Vio telah menceritakannya dengan dokter Farhan.


"Aku tidak ingin pernikahan ini, akan ada hati yang terluka jika pernikahan ini terus berlanjut,aku tidak ingin merusak kebahagiaan wanita lain ,aku tidak ingin." Ucap Vio terisak setelah ia menceritakan semua masalah hidupnya pada dokter Farhan,pru yang di kenalnya.Vio m menceritakan semua nya hingga tak ada yang terlewatkan,dengan raut tangis tertahan mengakhiri ceritanya. Dokter Farhan terdiam mendengar kan segala curahan hati Vio dengan penuh seksama,hatinya semakin kagum pada wanita yang baru saja menikah dengan Ramon itu.


"Masuklah,semua akan baik-baik saja,kita ikuti kemauan warga saja dulu agar tidak menimbulkan kemarahan warga dan akan berdampak pada apa yang telah sudah payah kita bangun di desa ini." Ujar dokter Farhan menenangkan.


Vio pun kembali masuk ke dalam mushollah dan menghampiri Ramon.


"Aku ingin pulang sekarang." Ucap Vio saat sudah berada di hadapan Ramon. Setelah berucap Vio pun kembali beranjak meninggalkan Ramon yang sejak tadi hanya terdiam,entah apa yang sedang di fikirannya tapi satu hal yang pasti Vio kini adalah istrinya yang sah meski belum terdaftar secara hukum karena pernikahan mereka belum di daftar kan ke KUA, sebenarnya pak kades dan penghulu menyarankan untuk mendaftar kan pernikahan mereka di kantor KUza yang berada di kecamatan tapi Vio menolak saran itu.


Ramon menghela nafas berat lalu berjalan mengikuti Vio yang sudah berjalan terlebih dahulu, ia melangkah dengan suatu keyakinan dan kemantapan hati dan semua telah ia rencanakan dengan baik setelah kembali ke Jakarta,kali ini Ramon tak ingin lagi mengalah,menikahi Vio membuat keyakinan hati nya semakin kuat.


Malam telah tiba,semua warga desa nampak kelelahan setelah mereka mengadakan pernikahan Ramon dan Vio yang pernikahan Ramon dan Vio Yang dadakan.

__ADS_1


"Pengantin baru ngapain melamun ,sana temui suami mu di kamar ." Goda Tiara salah satu rekan kerja Vio yang juga merupakan temannya .


Vio menoleh ke arah Tiara yang duduk di sebelahnya sambil tersenyum menggoda.


Bug...Sebuah timpukan bantal kecil mengenai kepala Tiara yang pelakunya adalah Vio , Vio lalu mencebikkan bibirnya lalu kembali memandang gelapnya malam . Ia lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi yang terbuat dari rotan.


"Bahkan bintang dan bulan pun enggang menampakkan dirinya malam ini." Lirih Vio sambil mendongakkan wajahnya menatap langit yang gelap.


Tiara mengikuti Vio menatap ke ata langit.


"Mun


"Mereka saja bisa lelah,apa lagi hati manusia."


Tiara menoleh ke arah Vio,tak ada gurat bahagia yang nampak di wajahnya,tak ada senyum apa lagi tawa.


"Kamu tidak bahagia?" Tanya Tiara serius.


"Menurutmu?"


"Aku tidak tahu,tapi yang aku lihat sekarang kamu terlihat begitu banyak beban. Apa kamu tidak menginginkan pernikahan ini?"


Vio menoleh ke arah Tiara lalu tersenyum kecut selain keluarga nya,Tiara juga mengetahui kisah masa lalu Vio, termasuk hubungan Vio dan Ramon dulu. Tiara adalah sahabat Vio yang merupakan sahabat tempatnya mencurahkan segala isi hatinya dan Tiara memang merupakan sahabat yang tepat untuk di jadikan tempat cerita.

__ADS_1


"Kamu tahu jawabannya."


__ADS_2