Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 67


__ADS_3

Rey membuka pintu apartemen miliknya,ia berjalan memasuki ruangan yang tidak begitu luas tapi terlihat begitu mewah,Rey duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya,namun bukannya tenang ,bayangan Delia muncul di kepalanya, kenangan yang mereka lewati di apartemen ini bersama meski singkat tapi begitu indah .


Rey membuka matanya,menepis segala kenangan dan bayang- bayang Delia.Sorot matanya tajam memandang kedepan,hatinya keluh,serasa ada yang hilang dari dirinya.Namun bayangan kecelakaan itu kembali mengusiknya ,ia menggelutukkan giginya menahan amarah sekaligus kerinduan,ya rindu dia merindukan istrinya,tapi dia juga membenci istrinya karna terlahir dari seorang ayah pelenyap orang tuanya.


"Aaacchcchhhh." Jerit frustasi Rey ,menjambak rambutnya sendiri,dia dilema bertahan dan menyosong masa depan bersama wanita yang sangat di cintainya,atau kah memilih mengakhiri hubungan nya dan memenjarakan ayah mertuanya itu,ataukah memberikan hukuman dengan caranya sendiri?.


Braaaaaakkkkkkk


suara bantingan barang yang di lempar ke sembarang arah,Rey tak dapat mengendalikan dirinya,seolah monster dalam dirinya kembali menguasainya,matanya memerah dengan keringat membasahi dahinya,ia lalu tersenyum kecut,senyum yang sulit untuk diartikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah sakit Delia semakin di buat khawatir dengan kondisi sang ayah dan Vio.Dan hari ini dia mendapatkan kabar dari dokter bahwa Vio mengalami benturan sangat keras pada bagian kepalanya,mungkin di sebabkan kepanikan saat ia mencoba menyelamatkan diri dari kepungan api saat itu,karna saat di temukan Vio sudah tergeletak di lantai dengan tubuh terlentang.Setelah tak sadarkan diri hampir sebulan ini,Vio kini di nyatakan koma.Sedangkan ayahnya kadang membuka matanya walau hanya sekian detik tapi kondisinya masih lebih baik dari sang adik.


Delia menghela nafas berat,lalu duduk di sofa merenungi perjalanan hidupnya.Semenjak kejadian di kantor Rey hari itu,mereka tak lagi saling terhubung,tak ada lagi saling berbagi kabar atau sekedar melepas rindu,apalagi Delia sudah tidak menggunakan ponsel dan nomor lamanya,walau ia hafal nomor ponsel Rey tapi tak ada niat lagi bagi Delia untuk menghubungi sang suami.


"Kakak...." Suara Revan membuyarkan lamunan Delia yang baru saja masuk ke kamar perawatan sang ayah dan masih memakai seragam sekolah.

__ADS_1


Delia menoleh menatap Revan yang berjalan mendekati nya.


"Kamu tidak ganti pakaian dulu ."


"Entar aja kak, mau liat ayah sama kak Vio dulu,setelah Revan ke rumah ganti baju. ucap Revan sambil menghempaskan tubuhnya di sofa samping Delia duduk.


"Ya sudah,cepat gi....bau tau." Titah Delia sambil menutup hidungnya pura -pura mencium bau tidak sedap,Revan dengan sigap mencium ketiaknya secara bergantian,jadi cemberut karna ia sama sekali tak bau malah bau parfum masih menempel di pakaiannya.


"Harum gini kok."Lirih Revan sambil berdiri mendekati sang ayah yang masih terbaring lemah,sedangkan Delia hanya tersenyum kecil karna berhasil menggoda adiknya.


"Ya sudah,Revan pulang dulu,lalu kemari lagi menggantikan kakak,o ya kakak sudah mendapatkan pekerjaan?" Tanya Revan pasalnya sudah hampir sebulan mereka di rumah sakit ,Delia sama sekali tak terlihat sedang bekerja.


"Belum,tapi kakak sudah memasukkan lamaran di beberapa rumah sakit di kota ini,semoga secepatnya ada kabar baik."


"Baiklah,Revan akan selalu berdoa yang terbaik." Ucap Revan sambil berlalu meninggalkan kamar rawat ayahnya,lalu berjalan ke arah ruang perawatan Vio,untuk menjenguk Vio mereka hanya di perbolehkan untuk melihat dari celah pintu kaca karna untuk masuk ke ruangan itu dokter belum mengizinkan nya .


Setelah menengok Vio sebentar,Revan membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan ruang perawatan kakak keduanya.

__ADS_1


Sementara di kamar ayahnya ,Delia menatap ponselnya,memeriksa barangkali saja ada email yang masuk mengenai lamaran pekerjaan nya,ia sudah menyebar beberapa lamaran pekerjaan di rumah sakit di Surabaya tapi sampai hari ini belum juga ada tanda-tanda panggilan kerja untuk nya, sementara uang tabungan dan hasil penjualan mobil dan apartemen nya mulai menipis.


Di tempat lain,di kota Jakarta Rey tengah di sibukkan dengan proyek rumah sakit yang sementara ini tengah dalam pembangunan di Surabaya,rencananya besok dia akan terbang ke Surabaya untuk melihat langsung pembangunan rumah sakit itu, awalnya rumah sakit itu yang bangun untuk Delia sebagai hadiah pernikahan mereka,tapi rencana itu kini berbelok rumah sakit itu kini di peruntukkan untuk orang-orang yang kurang mampu karna itu adalah impian ibunya semasa hidup dulu,ibu Rey juga adalah seorang dokter meski ibunya itu adalah seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan tapi karna kepintarannya ibu Rey akhirnya berhasil menjadi seorang dokter anak yang sukses.Impian terbesar ibunya ingin membangun rumah sakit yang khusus di peruntukkan bagi Masyarakat yang kurang beruntung dan anak yatim piatu dan impian itu juga adalah impian terbesar sang istri,Delia dan ibunya itu mempunyai banyak kesamaan.


"Ini bos dokumen yang anda minta."Ucap Dion saat memasuki ruangan Rey dengan membawa beberapa dokumen rumah sakit yang sedang dalam tahap penyelesaian itu.


""Kita seperti nya membutuhkan,beberapa dokter spesialis untuk mengisi kekosongan karna belum ada dokter yang mengisi bagian-bagian ini." Tunjuk Dion pada sebuah dokumen yang di letakkan di atas meja kerja.


"Hhhhmmmm baiklah,saya juga sudah memberitahu Ramon,karna Ramon yang akan mengelola rumah sakit itu." Ujar Rey


Dion mengangguk pelan mengerti apa yang di ucapkan bosnya itu.


"Oya ,antar saya ke restoran,Mona sedang menunggu di sana bersama orang tuanya dan juga orang tuaku". Lanjut Rey lagi lalu beranjak dari kursinya.


Dion menatap bahu Rey yang menjauh di balik pintu,ia tidak mengerti dengan pikiran Rey,bukannya mencari kebenaran akan kesalahpahaman tentang kecelakaan itu,bosnya ini malah sibuk mencari pengganti Delia,meski Dion yakin Delia tidak akan pernah tergantikan di hati Rey,saat ini Rey hanya sedang di kuasai amarah,hingga lupa untuk berfikir jernih.


Sebenarnya Dion,sudah mengetahui kejadian dan dalang di balik kecelakaan itu,tapi ia tidak ingin gegabah mengambil tindakan,tapi anak buahnya sedang mengawasi orang-orang itu,jika tiba waktunya baru lah mereka melakukan tindakan tapi Rey tidak mengetahui rencana itu,Dion belum ingin mengatakan rencana nya ini pada Rey karna ia merasa saat ini Rey masih menyimpan amaraha yang begit besar pada orang yang sebenarnya tidak bersalah sama sekali.

__ADS_1


Dion harus bekerja keras untuk membuktikan itu,dan saksi kunci yang sebenarnya adalah ayah Delia.Dan Dion tahu itu.


"Apa kamu sudah bosan bekerja denganku." Suara Rey mengejutkan Dion yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri,Dion yang tersadar dari lamunannya segera berjalan meninggalkan ruangan Rey dan mengikuti Rey yang kembali melanjutkan langkahnya.


__ADS_2