
"Mau kemana kamu..?" Tanya ayah Mona saat ia melihat putrinya berjalan sambil mendorong kopernya.Mona yang di tanya pun menghentikan langkahnya di ruang keluarga tempat ayahnya berada.
" Aku ingin menyusul ke Singapura, Pi." Jawab Mona menghampiri ayahnya yang tengah duduk bersantai di sofa dengan sebuah buku berada di tangannya.
Ayah Mona meletakkan buku diatas meja yang sedari tadi di bacanya,lalu beralih menatap sang putri yang berdiri di depan nya.
" Untuk apa kamu ke Singapura ? toh sebentar lagi dia akan kembali." Ucap ayah Mona yang keberatan jika sang putri satu-satunya itu ke Singapura.
Mona menghentakkan kedua kakinya lalu duduk di samping ayahnya.
" Aku tidak bisa tenang , jika membiarkan Rey bersama wanita kampung itu ."
" Apa yang kamu takutkan,bukankah Rey sudah menjadi milikmu? sebentar lagi kalian akan menikah."
" Tapi aku tidak bisa tenang,Pi.Papi tahu kan Rey tidak sepenuhnya menerima perjodohan ini."
"Tapi...." Ucapan ayah Delia terjeda saat melihat seseorang yang seumuran dengan nya tengah melangkah menuju tempatnya duduk bersama Mona,Mona yang juga melihat orang itu mengembangkan senyum nya,tentu saja ada maksud yang tersembunyi di balik senyum merekah itu.
"Handoko...,kenapa tidak memberitahu kalau ingin kemari." Sambut ayah Mona sambil berdiri dari duduknya untuk menyambut calon besannya itu .
" Aku hanya mampir saja." Ucap ayah Rey sambil duduk di sofa tepat di depan sofa Ayah Mona duduk.Mona lalu berdiri dan beranjak ke sofa tempat duduk calon mertuanya itu untuk memberi salam.
" Kamu mau kemana?" Tanya ayah Rey saat melihat penampilan Mona yang tidak seperti biasanya dan juga koper yang berada di sampingnya.
__ADS_1
"Anak ini ingin ke Singapura." Jawab ayah Mona sambil duduk kembali ke tempatnya semula,Mona hanya mengangguk membenarkan jawaban ayahnya.
" O ya,baguslah kalau begitu biar ada yang mengurusi Rey disana ."
Mona yang mendapatkan lampu hijau dari calon mertuanya , tersenyum penuh kemenangan,ia kemudian berbalik ke arah ayahnya duduk bersandar di sofa.
" Jadi ,Mona bisa pergi kan, Pi?"
"Papi bisa apa kalau kamu sudah dapat izin dari mertuamu ini."
"Baiklah , Mona berangkat dulu 30 menit lagi pesawat Mona akan lepas landas." Ucap Mona sambil melirik jam mewah yang melingkar di lengannya.
"Tunggu..." Seru ayah Rey menghentikan langkah Mona yang sudah berada di ambang pintu.
Ayah Rey berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah Mona yang berdiri mematung menghadapnya, sementara ayah Mona hanya terduduk menyaksikan adegan yang ada di depannya.
" Ambillah..." Ayah Rey memberikan sebuah kartu ke pada Mona,Mona tersenyum sumringah lalu menerima kartu yang di berikan oleh ayah Rey itu,Mona lalu menyimpan kartu tersebut ke dalam tas dengan hati yang sangat senang,tentu saja ia tahu kartu yang di berikan oleh calon mertuanya itu.
"Makasih,Pa." Ucap Mona bahagia.
" Jangan memberitahu kedatangan mu pada Rey,beri dia kejutan langsung saja ke apartemen nya." Usul ayah Rey yang di sambut bahagia oleh Mona karna k keputusan nya untuk menyusul Rey di dukung penuh oleh calon mertuanya.
" Baiklah , Pa.kalau begitu Mona pergi sekarang."Pamit Mona pada kedua pria paruh baya itu,ia kemudian berbalik dan melangkah keluar hingga menghilang di balik pintu megah rumah mewah itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kau pulang lah ini sudah malam,kamu terlihat sangat lelah,biar aku yang menjaga Rosa di sini." Ucap Delia memberi saran pada Rey,walau pun masih kesal dengan Rey tapi ia juga tidak tega melihat Rey yang terlihat sangat lelah dan butuh istirahat di tempat yang nyaman, bagaimana tidak lelah kalau tubuhnya selalu bekerja dan menjaga Rosa,ia bola balik rumah sakit dan perusahaan nya yang cukup memakan waktu ,ya rumah sakit dan perusahaan nya begitu jauh sekitar 1 jam menempuh perjalanan.
",Aku di sini saja." ucap Rey sambil melepas kancing lengan bajunya lalu menggulungnya sampai sikut,ia kemudian melangkah menuju kamar mandi yang berada di luar kamar Rosa tapi masih dalam satu ruangan.
Delia hanya menggeleng pelan melihat tingkah Rey,ia kemudian merapikan selimut yang di pakai oleh Rosa.Seteah itu Delia mengambil baju ganti untuk Rey kemudian meletakkan nya di sofa lalu menyimpan tas kerja Rey di lemari pakaian.Setelah pekerjaan nya selesai Delia mengistirahatkan tubuhnya di sofa dengan mensolonjorkan kedua kakinya sambil memainkan ponselnya.
ceklek....pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Rey dengan hanya menggunakan handuk di bagian perut sebatas lutut,dengan tubuh yang atletis yang di basahi dengan bulir air yang masih menetes di tubuh nya di tambah dengan rambut basah yang membuat tubuh Delia seketika menegang menyaksikan pemandangan yang terpampang nyata di depan nya,ini kali pertama ia melihat seorang pria bertelanjang dada yang hanya menggunakan handuk di dalam satu ruangan yang hanya di huni oleh nya dan Rey saja,meski Rosa juga ada tapi kamar mereka di batasi dinding penyekat.
" Apa kamu tidak punya rasa malu, berpenampilan seperti itu di depan seorang wanita." Ujar Delia kesal karna mata suci nya kini ternodai.
" Untuk apa aku malu,toh yang ada di depanku adalah istriku yang sah." balas Rey sambil melangkah menuju sofa untuk mengambil pakaiannya yang sudah di siapkan oleh sang istri,ia begitu bahagia melihat perhatian kecil sang istri meski hanya menyiapkan baju untuknya,tapi baginya perlakuan Delia itu sangat istimewa,ia kemudian mengambil celana dan baru saja ingin membuka handuknya sebuah lemparan bantal sofa mendarat di punggungnya yang membuat Rey merekatkan kembali handuknya.
"Pakai baju mu di kamar mandi." Kesal Delia dengan mata melotot karna tingkah Rey yang hampir saja membuat jantungnya melompat keluar.
" Hehehe...maaf,tapi tidak masalah juga aku memakainya di sini,aku kan suami mu." Goda Rey yang membuat Delia menatap nya dengan sorot mata tajam dan sebuah bantal yang siap di tangannya untuk di lempar kan ke arah Rey jika saja Rey tidak segera berlari masuk ke kamar mandi dengan membawa pakaian ganti nya yang di iringi dengan tawa dari Rey karna telah berhasil membuat sang istri kesal dan itu membuatnya sangat gemas.
Setelah memakai pakaiannya ,ia kemudian keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sangat segar dan senyum yang tak lepas dari bibirnya saat melihat Delia menyiapkan makan malam untuk mereka berdua,malam ini mereka akan menginap di rumah sakit untuk menemani Rosa,karna siang tadi saat Rosa terbangun ia tidak ingin di tinggal oleh Delia,dan jadilah mereka di sini.
" Besok pagi - pagi kita ke apartemen." Ucap Rey saat mereka sudah duduk di sofa sambil menyantap makan malam.
" Baiklah,aku juga ingin mengambil beberapa pakaian ganti."
__ADS_1
Rey hanya mengangguk kecil ,kemudian melanjutkan makannya dengan lahapnya begitupun Dengan Delia.