Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 84


__ADS_3

seakan menantang Boy pun melangkah maju,Boy dan Rey kini saling berhadapan dengan tatapan permusuhan, keadaan seakan berubah mencekam di klinik itu,dan mereka berdua menjadi tontonan orang -orang yang berada di situ.


" Jangan membuat keributan di klinik milikku,di sini aku yang berkuasa,dengar pergilah kamu tidak punya urusan di sini." Ujar Boy pelan tapi penuh penekanan.


Rey yang mendengar ucapan Boy hanya tersenyum kecut dengan tatapan tak kalah tajam nya,kali ini ia tidak akan membiarkan miliknya di rebut oleh Boy, laki-laki yang sudah menjadi musuhnya sejak dulu.


"Aku tidak punya urusan denganmu,aku ingin menjemput istriku." Balas Rey dingin lalu menatap Delia yang berdiri di belakang Boy.


" Berurusan dengannya berarti itu juga urusanku,dengar pergilah dengan baik-baik atau aku akan menyuruh security untuk mengusir mu dari sini." Ancam Boy.


Rey melangkah ke arah Delia melewati Boy yang berada di depannya,dengan sigap Rey menarik lengan Delia dengan lembut,melihat perlakuan Rey ,secara spontan Boy memukul wajah Rey ,dan itu membuat Delia terkejut karna Rey yang mendapat Bogeman mentah dari Boy sedikit bergeser dari tempatnya,Rey tak bisa menangkis pukulan Boy padanya Karna Boy melakukan nya dengan cepat dan tiba-tiba.


Rey memegang pipi bekas pukulan Boy,ia kemudian dengan segera membalas pukulan Boy padanya,Rey menghantam perut Boy hingga Boy terjatuh ke lantai,tak puas sampai di situ Rey kembali menarik baju Boy dan ingin memukul kembali wajah Boy tapi tangannya yang sudah melayang ke udara terpaksa terhenti saat mendengar jeritan Delia


"Hentikan....aku mohon hentikan." Jerit Delia sambil berlari mendekat ke arah keduanya,Delia memegang tangan Rey agar menghentikan pukulannya pada Boy,dengan mata yang sudah berkaca-kaca Delia menurunkan tangan Rey perlahan,Rey tak melawan ia hanya terdiam melihat Delia memegang tangannya,hatinya yang di liputi amarah tiba-tiba menghangat dan amarahnya perlahan mereda,sedangkan Boy yang masih terduduk lemas di lantai menatap kedua orang yang sedang berdiri di depan nya sambil mengusap wajahnya.


"Hentikan,pergilah dari sini,aku mohon." Ucap Delia lagi,kali ini air matanya sudah mengucur ke pipi,hatinya pilu melihat luka di wajah Rey,ingin rasanya ia membawa Rey keruangan nya dan mengobati lukanya tapi hatinya juga masih di liputi amarah dan kecewa pada Rey.


"Aku akan pergi dengan mu." Ucap Rey tapi tatapannya tak lepas dari Boy.


Sementara itu dari kejauhan terlihat dua orang security yang berjalan setengah berlari menghampiri tempat keributan yang di buat Rey dan Boy setelah mendapat panggilan dari receptionis untuk melerai perkelahian antara Rey dan bos mereka.


Tangan Rey tiba-tiba di tarik paksa oleh dua orang security yang datang tanpa di sadari oleh Rey.Melihat security sudah berada di tempat Boy menatap Rey dengan sinis.


"Bawah dia keluar dari sini." Perintah Boy pada kedua security itu ,Rey yang baru menyadari kedatangan security itu ,ia lalu melihat ke arah mereka saat tangan nya sudah di pegang kedua security itu.


Boy berdiri dari tempatnya,ia kemudian menatap Rey dengan penuh dendam dan amarah Karna dirinya di permalukan oleh Rey di hadapan para karyawannya dan juga orang -orang yang sedang berada di situ.

__ADS_1


"Tarik dia."


Kedua security itu kemudian menarik paksa Rey dari tempat itu,Delia yang melihat Rey di perlakukan seperti itu hatinya tiba-tiba tersakiti melihat Rey di seret dengan paksa dan Rey hanya terdiam diperlakukan seperti itu,padahal ia bisa saja melawan security itu dengan mudah.


"Hentikan..." Seru Delia saat kedua security itu membawa Rey dan menyeretnya seperti seorang penjahat.Sedangkan Boy yang mendengar Delia mengernyitkan keningnya,ia kemudian memandang ke arah Delia yang sedang berjalan kearah Rey yang berada di depannya.


"Hentikan." Ucap Delia lagi saat ia sudah berhadapa dengan Rey dan kedua security yang berada di sisi kanan dan kiri Rey sambil memegang kedua tangannya.


"Lepaskan,biarkan dia ikut denganku..." Lanjut Delia lagi,kedua security itu memandang bingung lalu keduanya menatap ke arah Boy dan mereka mendapati Boy mengangguk bertanda untuk mengikuti perintah Delia.


Kedua security itu pun melepaskan tangan Rey dan berlalu meninggalkan tempat itu dan kembali ke pos mereka.


Delia berjalan maju mendekati Rey yang masih berdiri di tempatnya,Delia kemudian menatap kearah Boy.


"Maaf pak,maaf karna sudah membuat keributan di sini,aku akan mengurusnya." Ucap Delia pada Boy,ia meminta maaf atas keributan yang telah di buat oleh Rey.


"Ikut denganku." Ucap Delia lalu berlalu meninggalkan Rey dan berjalan keluar dari klinik, sementara Rey tersenyum tipis lalu menoleh ke arah Boy yang masih berdiri dengan baju yang sudah berantakan,Rey tersenyum kecut kearah Boy saat mata mereka saling bertemu.


Rey berjalan menyusul Delia yang sudah berjalan lebih dulu,Rey kemudian melambaikan tangannya dari belakang,,Boy menahan amarahnya Karna dirinya kembali di kalahkan oleh Rey,tapi kali ini ia tidak akan melepaskan Delia begitu saja.


"Apa mau mu sebenarnya?" Tanya Delia menahan kesal,saat ini mereka sedang berada di halaman parkir klinik tempat Delia bekerja.


"Untuk menjemput mu." Jawab Rey santai sambil membuka pintu mobil miliknya.


"Masuklah."


"Tidak mau,aku sibuk."

__ADS_1


"Apa perlu aku menggendong mu masuk kedalam." Goda Rey sambil bersiap mengambil ancang-ancang.


Dengan kesal dan menghentakkan kakinya Delia masuk ke mobil,dan itu membuat Rey tersenyum menang.Saat akan memutar tubuhnya untuk membuka pintu bagian kemudi, tanpa sengaja Rey melihat Boy yang sedang berdiri di pintu masuk klinik dengan tatapan permusuhan.Sejenak Rey menghentikan langkahnya membalas tatapan permusuhan dari Boy,lalu melanjutkan kembali langkahnya memutari mobil lalu duduk di bagian kemudi,di samping Delia duduk.


Sebelum melajukan mobilnya ,Rey sengaja membunyikan klakson nya yang di tujukan kepada Boy,Delia menolah ke arah Rey lalu kembali menatap ke arah depan dan matanya tertuju pada sosok yang sedang berdiri di pintu masuk.


Rey menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran mewah yang tak jauh dari klinik.Rey dan Delia kemudian turun dari mobil lalu memasuki restoran itu,di sana terlihat cukup ramai,mereka kemudian berjalan ke arah meja yang masih kosong.


"Mau makan apa?" Tanya Rey saat seorang pelayan datang membawa kan mereka buku menu.


"Apa saja." Jawab Delia dingin,ia ingin segera menyelesaikan makannya lalu kembali bekerja,ia tak ingin tinggal berlama-lama dengan Rey.


"Aku pesan ini .ini..dan minumnya ini." Tunjuk Rey pada beberapa gambar menu yang tersedia di buku menu itu.


Pelayan itu kemudian mencatat semua pesanan Rey dan berlalu meninggalkan meja Rey dan Delia setelah semua pesanan sudah di catat nya .


"Setelah ini, berhenti menemui ku,aku sudah mengatakan bukan,kalau hubungan kita telah berakhir." Ucap Delia saat pelayan itu sudah pergi .


"Aku tidak berhenti sebelum kamu memaafkan ku dan..."


"Baiklah aku maafkan,jadi pergilah...jalan kita sudah berbeda." Potong Delia.


"Dengar ..." Aku tidak ingin mendengar apa pun.Aku hanya ingin hidup tenang , bukankah kmu akan menikah lagi,jadi berhenti menemui ku,Aku tidak ingin melakukan kesalahan-kesalahan yang sama yang akhirnya membuat ku hancur ."


Deg ..hati Rey terasa di remas, mendengar ucapan Delia,ada gurat kecewa yang nampak di wajahnya.


"Apa kamu menyesal menikah dengan ku?"

__ADS_1


__ADS_2