
Di kediaman kedua orang tua Rey
Saat ini Rey , Delia dan Rosa berada di taman belakang , mereka begitu asyik mengobrol seperti keluarga kecil yang bahagia .
" Mom , kenapa nggak tinggal di sini sama Rosa . Rosa nggak punya teman di sini , semua orang sibuk di rumah ini ." ujar Rosa yang bersandar di dada Delia . Delia menatap meminta penjelasan pada Rey yang duduk begitu santai di depan Delia dan Rosa , sementara yang bersangkutan cuek - cuek saja cengengesan .
Delia terdiam sambil memikirkan kata - kata yang tepat untuk menjelaskan pada gadis kecil yang berada dalam rengkuhannya .
"Hhhmmmm....saat ini mommy tidak bisa tinggal di sini sayang ." J elas Delia pada Rosa ia juga bingung harus mengatakan yang sebenarnya bahwa mereka tidak punya hubungan darah sama sekali tapi gadis kecil ini tiba - tiba saja mengklaim dirinya adalah mommy nya sejak pertemuan mereka . Delia tidak akan tega menghilangkan senyum bahagia pada gadis kecil yang tengah menderita leukimia ini. Hatinya teriris jika mengingat penyakit Rosa yang lambat laun akan merenggut masa depan dan bahkan nyawanya .
"Kenapa...? " pertanyaan Rosa menyadarkan Delia dari lamunannya .
"Apakah daddy melarang mommy bersama Rosa ?" lanjut Rosa lagi .
Rey yang sedari tadi hanya duduk mendengar obrolan kedua wanita yang beda generasi duduk di depannya merasa perlu juga untuk memberi penjelasan yang dapat di terima akal Rosa keponakan yang sangat di sayanginya .
" Sayang , mommy belum bisa bersama kita , tapi nanti setelah semua pekerjaan mommy selesai dan tidak sibuk lagi , mommy akan tinggal bersama kita ,iyakan mom.." Jelas Rey dengan entengnya , yang justru membuat Delia jadi gugup dan kesal sekaligus , Delia melirik kesal pada Rey yang telah memberikan jawaban sesat yang akan membuat Rosa mempunyai harapan besar padanya dan akan menyakitinya suatu saat nanti .
__ADS_1
" Apa - apaan dia , mengatakan seperti itu pada Rosa ." bisik hati Delia yang masih menatap Rey dengan kesal sementara yang di tatap hanya tersenyum sambil mengangkat jarinya bentuk huruf V tanda damai .
" Terus kapan pekerjaan mommy selesai ?"
Tring....tring....tring....
Dering handphone Delia berbunyi , segera Delia mengangkat telfon setelah melihat nama pemanggil di layar handphone nya .
"Ia baiklah ...,sekarang saya akan kesana ." jawab Delia pada seseorang yang menelfonnya . Delia menghela nafas kasar , kemudian beralih menatap Rosa yang juga menatapnya .
"Hhmmmm....sayang , mommy pulang dulu , ada pasien yang butuh bantuan mommy ."
Wajah ceria Rosa seketika berubah sendu saat Delia ingin berpamitan , seakan tak ingin melepas Delia , mata gadis kecil itu mulai berkaca - kaca .
" Apakah mommy juga akan sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk Rosa ?"
Deg...deg...
__ADS_1
Hati Delia dan Rey mendengar tutur kata Rosa yang kata - kata sederhana tapi begitu sakit dan menyentil keduanya . Rey dan Delia saling menatap .Air bening mulai mengucur di pipi Rosa yang membuat Rey dan Delia sedikit panik , takut gadis kecil itu tertekan yang dapat mengakibatkan penyakitnya kambuh lagi . Delia kemudian menarik tubuh kecil yang sedang terisak itu masuk dalam pelukannya , ada rasa hangat dan nyaman yang dirasakan Rosa saat memeluk Delia , rasa yang tak pernah di rasakannya sejak lahir kedunia . Rosa semakin terguguh dan tangisnya pecah Delia dan Rey semakin panik melihat perilaku Rosa .
" Rosa kesepian mom..Rosa rindu mommy....Rosa tidak pernah di peluk seperti ini rasanya nyaman mom berbeda dengan pelukan oma dan daddy ." lirih Rosa yang membuat Delia tanpa sadar mengeluarkan air mata ada rasa yang tak bisa di jelaskan Delia pada gadis kecil yang berada dalam pelukannya ini .
" Besok mommy akan ke sini lagi untuk menemui Rosa .iyakan mom...?" ujar Rey dan menatap Delia . Delia hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju .
" Benar ya mom , Rosa tunggu besomlk lho , Rosa ingin menghabiskan waktu bersama mommy dan daddy ."
" Baiklah ," Delia mengelus rambut Rosa lembut kemudian mencium kedua pipi Rosa lalu memeluknya lagi dengan erat seolah memberikan energi positif pada Rosa .
" mommy pulang dulu ."
" Hati - hati mom , Rosa sayang mommy ."
"Mommy juga sayang Rosa ."
"Ayo saya antar ." ujar Rey lalu berdiri meninggalkan kedua wanita yang masih saling berpelukan seolah tak ingin berpisah .
__ADS_1