Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
wisuda


__ADS_3

Tak terasa hari ini adalah hari wisuda Delia kedua orang tua Delia sudah tiba di ibukota sejak kemarin sore.Tidak ada pesta meriah untuk menyambut kelulusan sang putri,hanya sedikit syukuran yang diadakan di kontrakan Delia saat acara wisuda selesai.


Air mata Delia tumpah begitu pun dengan kedua orang tuanya,rasa haru dan syukur tak pernah berhenti dari mulut mereka,rasa tak percaya bahwa dirinya kini menyandang dokter spesialis anak dan sekaligus langsung bergabung di rumah sakit terbesar dan terbaik negeri ini merupakan suatu keberuntungan yang tak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya.


********


Satu bulan sudah Delia bekerja di rumahsakit X sebagai dokter spesialis anak.Dia adalah dokter yang sangat di sukai semua pasiennya,bahkan di rumah sakit ini Delia yang humble dan apa adanya membuat dirinya dengan mudah di terima semua kalangan.Pagi ini Delia sangat sibuk melayani pasiennya,hari ini benar-benar hari yang sangat melelahkan karna banyaknya pasien.Tepat pukul 12 siang pasien Delia sudah tidak ada lagi,Delia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya lalu kembali membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk keluar istirahat makan siang.Delia tak pernah berhenti tersenyum sepanjang melewati koridor rumah sakit karna setiap orang yang di temuinya menyapanya yang hanya di balas anggukan dan senyum manis Delia.


"Dokter Delia...." sapa seseorang saat Delia ingin masuk ke dalam mobilnya.Dia menghentikan langkahnya dan berbalik pada seseorang yang menyebut namanya.


"Dokter Tio..ada apa?" tanya Delia

__ADS_1


"Tidak...hanya ingin menyapa saja."


"Oo saya kira ada sesuatu,maaf ya dok saya duluan ada urusan,permisi.."Pamit Delia pada dokter Tio.Dokter Tio hanya berdiri mematung melihat kepergian Delia dengan mobilnya,dia menghembuskan nafasnya kasar padahal tadi dia bermaksud mengajak Delia makan siang tapi entah kenapa tiba-tiba mulutnya susah mengutarakan keinginannya saat berada di depan Delia.


*******


Di tempat yang berbeda seorang pria yang sedang menatap layar ponselnya,dia terlihat mencari nomor seseorang dan ingin menghubunginya namun,ada keraguan yang menyelimuti pikirannya antara ingin menghubungi nomor itu atau tidak,entah mengapa sejak pertemuannya dengan Delia 3 bulan yang lalu masih saja terus menghantui pikirannya,fokusnya selalu saja teralihkan kepada wajah cantik dan senyum indah itu.Ya sejak pertemuan mereka di taman waktu itu Rey,Delia dan Rosa tidak pernah lagi berkomunikasi mereka hilang kontak sejak saat itu.


flasback on


derap langkah suara mengiringi di sepanjang koridor rumah sakit,dengan langkah cepat keluarga Pratama ingin segera melihat kondisi kakek.Saat tiba di ruangan kakek betapa terkejutnya mereka saat berbagai macam selang melekat di tubuhnya,Rey menyaksikan itu seketika kakinya lemas melihat orang yang sangat di sayanginya berbaring tak berdaya dengan bantuan selang oksigen,seketika air mata keluar begitu saja dari pelupuk matanya.."Kakek..."panggil Rey,namun tak ada respon dari kakek,melihat itu hati Rey tiba-tiba rapuh.Namun bayangan seseorang tersenyum tiba-tiba saja muncul di kepalanya."Lagi-lagi dia...aaakkhhh kenapa dia selalu mengisi pikiranku."bathin Rey.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kakek Rey?"seseorang memegang pundak Rey dari belakang,suara seorang wanita yang selalu menempel kepadanya kemana pun Rey pergi.Rey menoleh ke sumber suara lalu kembali menoleh melihat sang kakek."Seperti yang kamu lihat."jawab Rey dingin


"Aku yakin kakek akan baik-baik saja,Rey percayalah...."


"Ya semoga saja Mona,di mana Rosa?"


"Dia bersama Papa dan mama,tadi aku menitipkannya pada mereka karna aku ingin menemanimu disini."


"Pulanglah aku akan di sini menunggu kakek."


"Tidak Rey,kita akan menjaga kakek bersama-sama."Mona meyakinkan Rey untuk tetap menemaninya menjaga kakek.Namun nyalinya seketika ciut saat Rey menatapnya tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup,Mona yang di tatap seperti itu tidak mampu lagi melanjutkan perkataannya.Dia kemudian bangkit dari duduknya kemudian berkata."Baiklah aku pulang,tapi jika kamu membutuhkan sesuatu tolong segera hubungi aku,aku akan segera kemari."

__ADS_1


Rey hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari kakek,Mona yang merasa di cuekin Rey kemudian keluar dengan menghetakkan kakinya sambil menggerutu."Apa sih mau kamu Rey sampai kapan kamu membuatku menunggu,aku akan membuat ayah mempercepat perjodohan ini,jika menunggu kesiapan Rey sampai kiamat dia tidak akan menikahiku."seringai licik Mona.


flasback of


__ADS_2