
Rey memasuki halaman rumah orang tuanya,rumah yang masa kecilnya hingga tumbuh dewasa,rumah yang dulunya penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan.Dimana tawa dan keceriaan selalu terpancar dari setiap penghuninya.
Reye menghela nafas berat sambil memandangi rumah mewah itu,melihat perubahan pada wajah sang suami Delia mengelus bahu Rey sambil menatapnya dengan senyum Rey pun membalas senyum istrinya lalu membuka pintu mobil dan keluar begitu pun dengan Delia.p
Sejenak mereka berdiri memandang rumah mewah itu,lalu melangkah masuk dengan hati yang berkecamuk.
Rey menekan tombol bel yang ada di dinding samping pintu utama,dan tak membutuhkan waktu yang lama pintu pun di buka oleh seorang wanita paruh baya.
"Den Rey..." Sapa wanita paruh baya itu yang merupakan seorang asisten rumah tangga orang tua Rey.
"Sore mbok." Sapa balik Rey dengan senyum ramahnya, sedangkan Delia hanya ikut tersenyum melihat interaksi antara suami dan asisten rumah tangga mertuanya.
"Masuk Den,di dalam ada ibu dan bapak." Ujar mbok mempersilahkan Rey dan Delia masuk.
Mereka pun masuk kerumah itu,Rey menghentikan langkahnya saat matanya melihat sebuah foto keluarga yang berukuran jumbo tergantung di ruang tamu menghadap ke arah pintu utama,Delia pun juga ikut melihat ke arah mata Rey .
"Rey..." Sapa ibu Rey yang baru saja keluar dari ruang tengah untuk menemui Rey setelah mendapat laporan dari asisten rumah tangganya.
__ADS_1
Delia dan Rey menoleh ke arah suara yang begitu di kenal.Delia berjalan mendekati ibu mertua nya lalu menyalami dengan senyum indah seolah tak terjadi masalah apa pun.
"Kenapa tidak mengabari mama kalau kalian akan kemari." Ujar ibu Rey saat mereka sudah saling menyapa.
"Ini juga dadakan Ma,mas Rey tiba-tiba ingin kemari,mungkin rindu." Jawab Delia,sedangkan Rey hanya terdiam saja.
"Oh...ada tamu rupanya." Ketiga orang yang sedang berada di ruang tamu itu menoleh ke arah yang sama dimana ayah Rey sedang berdiri di belakang sang istri.
"Pa lihat,Rey datang berkunjung." Ucap ibu Rey dengan wajah ceria dan senyum mengembang,senyum yang sudah lama memudar sejak kepergian Rey dari rumah.
Ayah Rey berjalan mendekati istrinya dan berdiri di samping nya sedangkan Rey dan Delia berdiri tepat di depan mereka,posisi mereka saling berhadapan tanpa ada yang duduk di sofa.
"Oh,jadi kedatangan mu kemari untuk mencari cucuku." Balas ayah Rey takkalah dinginnya,sosok pria yang berbeda usia itu saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan, sementara kedua wanita mereka yang berdiri di sisi mereka masing-masing sedang di landa kecemasan, khawatir perdebatan dan pertengkaran akan terjadi di antara keduanya.
"Katakan saja dimana Rosa?" Ujar Rey menahan kesal dan kecewa melihat pria yang kini berdiri di depannya itu kini telah menampakkan sebuah sifat yang tak pernah ia perlihatkan selama Rey berada dalam pengasuhan nya,yang dulu ayah nya itu adalah pria yang baik, berwibawa dan tegas walau terlihat tegas tapi ia selalu memperlihatkan kelembutan dan selalu menjadi panutan bagi Rey.
Tapi hari ini,ayahnya terlihat seperti orang lain,yang di wajahnya tak lagi memberikan keteduhan baginya.
__ADS_1
"Untuk apa mencari cucuku,kamu tidak berhak untuk menanyakan keberadaan nya."
Deg.....
Sakit....hal itu yang di rasakan oleh Rey saat ucapan ayahnya keluar begitu saja, sedangkan ibunya memandang ke arah suamiinya dengan ekspresi tak percaya pada apa yang keluar dari mulutnya.
"Pa..." Gumam ibu Rey,ia begitu syok mendengar ucapan yang tak pernah terfikir kan olehnya.
" Bukankah kamu sudah memilih untuk keluar dari rumah ini dan menjalani hidupmu ,saat ketika kamu melangkah kan kaki keluar maka saat itu juga kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini."
"Apa yang papa katakan,dia putraku..jangan pernah mengatakan hal itu,cabut kembali kata-katamu." Ucap ibu Rey dengan nada tinggi,ia tidak terima jika putra yang begitu ia sayangi dan ia besarkan dengan tangannya sendiri mendapat penolakan bahkan kini tak di anggap lagi oleh suaminya itu.
"Jika dia menganggap kita sebagai orang tuanya,dia tidak akan meninggalkan rumah ini dan lebih memilih hidup bersama wanita itu,dia bahkan memanjarakan Mona dan ayahnya hanya karna wanita yang tak jelas asal usulnya itu." Ucap ayah Rey dengan penuh penekanan,membuat Rey yang mendengarnya mengepalkan tangannya erat,menahan amarah yang kini mulai membuncah,jika saja yang mengatakan hal itu bukanlah pria yang mempunyai jasa dalam kehidupannya,maka ia tak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran padanya.
"Berhenti,jangan pernah menghina istriku lagi,aku pikir saat aku memutuskan keluar dari rumah ini,papa akan introspeksi diri pada kejahatan yang telah papa lakukan pada orang tuaku,tapi aku salah orang jahat tetaplah jahat.Sampai hari ini aku masih menunggu papa untuk menjelaskan kepadaku alasan perbuatan papa pada kedua orang tuaku,ternyata aku salah dan begitu bodoh." Seru Rey dengan sorot mata tajam menyimpan kemarahan dan kekecewaan secara bersamaan.
"Jahat katamu,siapa yang sebenarnya jahat aku atau Daddy mu itu,hach."
__ADS_1
"Aku yang berjuang membesarkan perusahaan keluarga ini,siang malam aku bekerja keras agar perusahaan keluarga ini berkembang tapi apa setelah kerja kerasku mencapai hasil justru Bramantyo lah yang mendapatkan pujian dari kakek mu,padahal aku pun bekerja keras sama seperti nya.Bramantyo bahkan di percayakan untuk memimpin Pratama Group yang seharusnya akulah yang memimpinnya, Bramantyo merampas semua nya,protesku pada ayah pun tak pernah di tanggapi oleh ayah,bahkan aku dikirim ke Amerika dengan alasan agar aku bisa lebih mandiri dan sukses seperti Bramantyo.Saat itu aku begitu terluka dan kecewa karena kerja kerasku tak pernah ada nilainya di mata ayah dan Bramantyo mereka hanya menganggap ku anak yang belum bisa di andalkan padahal ,setiap langkah yang di ambil oleh Bramantyo dalam mengembang kan perusahaan adalah hasil pemilkiranku yang aku berikan pada nya." Jelas ayah Rey ,nada suaranya tak lagi meninggi saat menceritakan masa lalu yang menurut nya tak adil itu.
Karena selalu tak di anggap itulah dirinya menyimpan dendam dan sakit hati pada Bramantyo kakak kandungnya sendiri,hingga suatu hari ia bertemu dengan ayah Mona yang merupakan seorang karyawan kepercayaan Bramantyo saat itu dan diam-diam ingin menguasai salah satu perusahaan milik Bramantyo yang ada di Indonesia.Hingga keduanya bertemu dan saling mengeluarkan segala uneg-uneg nya dan ayah Mona mengambil kesempatan itu untuk mengadu domba keduanya,dan terjadilah kecelakaan itu yang menewaskan ibu Rey dan kemudian ayahnya pun menyusul saat berhasil di bawah ke rumah sakit,tapi tak bertahan lama ia pun menyusul sang istri.