Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 153


__ADS_3

Hotel ayah Rey adalah tempat yang di pilih oleh keluarga Ramon untuk mengadakan pesta pertunangan,ayah Rey dan ayah Ramon memang bukanlah orang asing selain rekan bisnis mereka. juga adalah teman baik sejak duduk di bangku kuliah,seperti persahabatan Rey dan Ramon. Rey dan .


Rey ,vDrlua dan Vio tiba di hotel,Rey lalu memarkirkan mobilnya di area parkir hotel.


"Ayo." Ajak Rey untuk keluar dari mobil, Sebelum keluar dari mobil Delia menoleh ke belakang dimana Vio dan Kenan duduk.


"Vi ayo." Ajak Delia membuyarkan lamunan Vio yang sejak sepanjang perjalanan menuju hotel Vio hanya menghabiskan waktunya mekamu


"Iya kak." Vio lalu membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil yang di susul oleh Kenan .


Vio memandang penuh takjub akan kemegahan dekorasi ballroom tempat pesta pertunangan Ramon dan Sophia di adakan.


"Jangan memikirkan hal-hal yang membuat mu semakin terluka Vi." Ujar Delia sambil menepuk bahu adiknya itu Delia lalu menggeleng pelan sebagai kode agar Vio harus terlihat baik-baik saja didepan Ramon.bDeluavtidak ingin Vio memperlihatkan sisi lemahnya saat ini.


Paham akan maksud dari kakaknya Vio pun mengumbar senyum pada sang kakak sembari menarik nafas lalu menghembuskannya pelan. Ia akan membuktikan pada Ramon jika pertunangan ini tidak mempengaruhinya.Dan benar saja sepanjang pesta berlangsung senyum tak pernah hilang di bibirnya,seolah ia ikut bahagia dan mengamini segala doa terbaik untuk ke dua calon pengantin itu. Dan semua senyum bahagia itu tak lepas dari pengamatan Ramon dari panggung,walau raganya berada di samping Sophia tapi hati dan pikirannya tak lepas dari Vio.


"


"Kak Del,aku menunggu di sana ya." Ucap Vio memberitahu Delia yang sedang mengobrol dengan beberapa tamu lainnya.


"Dimana?”Tanya Delia


"Di sana." Tunjuk Vio sembari menunjuk Tamam belakang yang tembus dengan ruang pesta.


"Baiklah."


Setelah mendapat izin dari Delia ,Vio pun berangkat dari ruangan itu dimana begitu banyak orang yang tidak ia kenal. Vio duduk di sebuah bangku yang terbuat dari besi, sejenak via memejamkan matanya berharap semua akan baik-baik saja setelah ini,jika Ramon akan memulai hidup baru nya bersama Sophia dengan bahagia lalu kenapa ia tak memulai hidupnya yang baru saja, melepaskan segala kenangan masa lalu nya bersama Ramon,ia bertekad untuk tak lagi mengingat setiap jengkal masa lalunya.


Vi...,"Panggil seseorang tepat di belakang Vio, seseorang itu memegang bahu Vio. Vio lalu membuka matanya saat mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya. Ia lalu menoleh kebelakang saat merasakan seseorang memegang bahunya.


"Kamu?" Ucap Vio terkejut saat mengetahui pemilik suara yang menyebut namanya tadi. Vio lalu .mengalihkan tatapannya ke arah lain dan tak ingin menatap wajah pria yang kini duduk di hadapannya sambil membungkuk,Vio sudah bertekad untuk tidak lagi mengingat pria itu.

__ADS_1


"Vi..."


"Ngapain kamu ke sini." Ucap Vio memotong ucapan Ramon.Ramon tertunduk tak sanggup menatap mata indah milik Vio,hatinya berdesir hebat ketika berhadapan dengan wanita yang selama ini menguasai hatinya.


*


"Masuklah, orang-orang akan mencarimu jika kamu tidak terlihat."Ucap Vio dingin tanpa menatap wajah Ramon.Ia tak ingin menatap wajah pria itu karena tak ingin hatinya melemah di hadapan Ramon.


"Aku ingin bicara denganmu ." Ucap Ramon sambil menatap wajah cantik Vio.


"Tapi aku tidak ingin." Sergah Vio. "Aku rasa tak ada lagi yang perlu di bicarakan dan jugactak hal penting yang harus kita bahas " Vio lalu beranjak dari duduknya ingin meninggalkan Ramon yang masih pada posisinya..


"Tapi aku ingin mengatakan sesuatu Vi." ujar Ramon sambil menahan tangan Vio yang sudah selangkah meninggalkan Ramon.Vio menghentikan langkah nya saat tangannya di tahan oleh Ramon,ia lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah Ramon yang sudah berdiri di hadapannya.


"Katakan." Vio terlihat menahan kesal karena Ramon menahan langkahnya dan ia pun tak ingin semua tamu undangan menyadari kebersamaan mereka.


"Ikut dengan ku." Ajak Ramon sembari menggenggam tangan Vio.


Ramon menghela nafas berat , dan mau tak mau ia mengikuti keinginan Vio .


" Maaf."


*


" Tidak ada yang perlu di maafkan." Ucap Vio datar,ia pun kembali melanjutkan langkahnya hingga pernyataan Ramon membuatnya begitu ia


"Aku mencintaimu mu Vio,ya aku mencintaimu." Seru Ramon dengan yakin, ya ia sudah memantapkan dirinya untuk mengutarakan rasa cintanya pada Vio,rasa cinta yang sudah begitu lama ia simpan sendiri.


Vio memutar tubuhnya , terlihat jelas raut keterkejutan di wajahnya,jelas ia begitu terkejut mendengar pernyataan cinta dari Ramon yang begitu tiba-tiba,ia pikir selama ini Ramon hanya menganggapnya teman saja apa lagi Ramon kini telah memilih wanita lain untuk jadi pendamping hidupnya.Dan hal itu semakin membuat keyakinan Vio bertambah.


"Kamu mencintai ku?" Tanya Vio menunjuk dirinya sendiri,ia kemudian tersenyum kecut ketika kesadarannya kembali bahwa pria yang berdiri di depannya bini yang baru saja menyatakan cinta padanya kini milik orang lain saat mata Vio mengarah ke jari manis Ramon dimana di jari manisnya itu tersemat sebuah cincin milik wanita lain.

__ADS_1


"Kamu sadar akan ucapan mu Mon,kamu ingin menghinaku? untuk sebuah alasan apa ?Keterlaluan kamu." Vio terlihat begitu emosi melihat Ramon,ia tak menyangka jika Ramon akan mempermainkan dirinya,menyatakan cinta kepada nya saat dirinya sendiri baru saja memulai hubungan baru dengan wanita lain.


X


"Omong kosong." Delia lalu menghempaskan tangan Ramon dari tangannya,ia benar-benar dinbuat kesal akan sikap Ramon yang menutlrutnya tidak dewasa.


*Tapi aku benar-benar mencintai mu Vi,aku tahu ini adalah salah karena aku pun kini telah bertunangan tapi beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, beri aku waktu aku akan membereskan masalah ini,aku berjanji." Ramon menatap wajah Vio dengan penuh pengharapan ,sekali saja Vio mengatakan iya maka Ramon akan melakukan apapun untuk mempertahankan Vio di samping nya meskipun ia harus melawan keluarga nya sendiri.


"Apa yang kamu pikirkan Mon, kamu pikir aku akan menyetujui semua keinginan mu,aku tidak akan melakukan hal bodoh itu,Kini aku semakin yakin kamu benar-benar egois,kamu pikir semua akan terjadi ,aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu." Vio lalu pergi meninggalkan Ramon dengan sangat kesal,ia tak menyangka Ramon akan bersikap seperti itu.


Rano. menatap punggung Vio yang semakin menjauh dan memasuki ruangan tempat acara tadi,disana masih terlihat banyak tamu yang sedang bersenda gurau.


"Lihat saja Vio,aku akan membuktikannya padamu,kamu hanya milikku dan aku pun hanya milikmu,lihat saja setelah pertunangan sialan ini aku akan kembali padamu,akan kulakukan apa pun untuk merebut kembali cinta dan kepercayaan mu ." Gumam Ramon dengan tatapan yang sulit di artikan,ia tersenyum tipis sebuah senyuman mengandung makna yang begitu dalam.


Kisah Ramon dan Vio author gabung di sini saja ya,soalnya kisah Rey dan Delia sudah berakhir bahagia tapi Rey dan Delia tetap ada kok,hanya fokus ceritanya ke Ramon dan Vio.


.


"


..


di luar


,


..


M


..

__ADS_1


"Ujar Deli


__ADS_2