Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 33


__ADS_3

Rey terus berjalan menghampiri wanita yang sedang berdiri membelakanginya,entah mengapa ia seperti sedang di arahkan untuk menghampiri wanita itu,Rey memegang pundak wanita itu dengan tangan bergetar dan entah mengapa matanya tiba -tiba berkaca-kaca,dan disaat bersamaan itulah wanita itu membalikkan tubuhnya saat dirinya merasakan pundak nya sedang di sentuh seseorang.Sejenak kedua mata mereka saling berpandangan satu sama lain,baik Rey mau pun ibunya saling membisu dengan wajah yang sudah berlinangan air mata.Ibu Rey berdiri mematung dengan tatapan yang begitu mendamba,sosok yang selama ini ia rindukan kini berdiri di hadapannya, sedangkan Rey hanya mampu terdiam memandang wajah wanita yang telah membesar kan dirinya dengan penuh kasih sayang.


" Rey..." Lirih ibu Rey sambil memegang pundak Rey lalu mengelus wajah tampan putranya itu,ia ingin meyakinkan dirinya jika pria yang kini berdiri di hadapannya adalah putranya.


"Ka,..kau...kamu Rey kan,ini bukan mimpi kan?" Ucap ibu Rey lagi, sedangkan Rey hanya mampu terdiam sambil mengangguk pelan sebagai jawaban.


Hiks...hiks... hiks


Suara tangis ibu Rey semakin terdengar saat dirinya benar-benar yakin putranya lah yang berdiri di hadapannya saat ini,ia pun segera memeluk sang putra dengan penuh kerinduan.Ibu dan anak itu pun kini saling berpelukan melepas segala kerinduan yang begitu lama tertahan,rindu yang hanya mampu di pendam seorang diri kini terlepas,air mata kedua nya pun tak terbendung lagi.Ibu dan anak itu saling berpelukan begitu erat.Mata ibu Rey melihat dua sosok berbeda usia sedang berdiri tersenyum menatap ke arahnya,sedangkan anak kecil yang berdiri di samping nya hanya terdiam tak memahami dengan apa yang terjadi.Ibu Rey melerai pelukannya,ia lalu menatap wajah Rey dengan penuh tanya.


"Mereka?". Tanya ibu Rey sambil menatap ke arah Delia dan Kenan yang masih berdiri di posisi yang sama tak jauh dari tempatnya dan Rey berada.


Rey memutar tubuhnya menghadap ke arah idtri dan anaknya,ia kemudian merangkul pundak ibunya dan mengajaknya berjalan menghampiri Delia dan Kenan.


"Dia putra kalian?" Tanya ibu Rey lagi saat keduanya sudah berada di hadapan Delia dan Kenan.


"Iya,Ma.Namanya Kenan." Jawab Rey dengan senyum bahagia.


Ibu Rey menoleh ke arah Rey lalu kembali menatap wajah Kenan,ibu Rey lalu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan sang cucu,ia menatap wajah Kenan dengan lekat seakan mengingat wajah Rey saat kecil dulu.Ibu Rey lalu mengusap wajah tampan Kenan, wajah tampan yang di wariskan dari Rey sang ayah.


"Bolehkah,Oma memeluk mu?" Ibu Rey menatap wajah Kenan dengan air mata yang kembali membanjiri wajahnya, sedangkan Kenan yang tak mengerti apa pun menatap kedua orang tuanya,seolah tatapan itu meminta persetujuan dari kedua orang tuanya,Delia dan Rey mengangguk saat Kenan menatap mereka, anggukan yang bertanda mengisinkan.

__ADS_1


Mendapat isin dari kedua orang tua nya,Kenan pun mengangguk pelan sambil menatap wanita yang masih berjongkok di depan nya dan tanpa kata lagi ibu Rey lalu merengkuh tubuh kecil Kenan ke dalam pelukannya.Hatinya terasa begitu bahagia dan tenang saat sang cucu berada dalam pelukannya.


Setelah puas memeluk tubuh kecil Kenan ia pun melepaskan pelukannya dan berganti mengecup kedua pipi dan kening Kenan.


Kenan yang di perlakukan oleh ibu dari ayah nya itu pun berada risih karena ini kali pertama ia di peluk dan di cium oleh orang asing.Setelah puas ibu Rey pun mendongak ke arah Delia yang berdiri di depannya tepatnya di samping Kenan.


Ibu Rey lalu berdiri dan menatap Delia dengan penuh rasa bahagia dan ia pun memeluk sang menantu dengan penuh kasih sayang,pelukan pertama yang mereka lakukan setelah sekian tahun menjadi menantu dan mertua.


"Terimakasih sudah menjaga dan mencintai Rey, terimakasih juga dengan memberikan cucu pada kami." Ucap ibu Rey tulus,ia begitu bahagia karna nenyaksikan kebahagiaan putra dan menantunya.


"Kalian tinggal di sini atau..." Tanya ibu Rey pada putra dan menantunya.


"Tidak ma,kamu di sini karna ada undangan dari rekan kerja Rey ,tiga hari lagi kami akan kembali ke Indonesia." Jawab Rey .


Rey memegang kedua pundak ibunya saat menyadari perubahan wajah dari wanita yang telah membesarkan dirinya,namun baru saja akan mengucapkan sebuah kata matanya tanpa sengaja menangkap sosok pria yang sedari tadi berdiri di belakang ibunya yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.Rey menatap pria yang tak lain adalah ayahnya itu perlahan meleps kan kedua tangannya dari pundak sang ibu,ia lalu mundur perlahan saat lelaki paruh Bayah yang nampak masih gagah itu di usianya yang sudah tak muda lagi.


Menyadari perilaku Rey yang tiba-tiba melepaskan tangannya dari pundaknya,ibu Rey menoleh ke belakang dan mendapati suaminya sedang berjalan menghampiri mereka dengan wajah yang tak bersahabat.


""Ayo pulang ." Ajak ayah Rey pada istrinya,tak ada senyum ramah atau sekedar sapaan yang di tujukan pada sang putra.


"Tapi..." Ibu Rey tak mampu lagi melanjutkan kalimatnya saat mata sang suami menatap dengan tajam,ayah Rey pun menarik tangan istrinya itu untuk pergi meninggalkan Rey dan Delia yang masih terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa lagi walau hanya sekedar menghentikan langkah orang tua mereka.

__ADS_1


Saat akan meninggalkan lantai atas mall itu orang tua Rey berpapasan dengan Vio dan Ramon,ia menghentikan langkahnya saat tepat berada di depan Ramon dan Vio.


"Aku yakin sekali jika semua ini adalah rencana mu." Ujar ayah Rey dingin pada Ramon.Ia tidak akan terkejut jika Rey tiba -tiba berada di negara ini karna Ramon pasti sudah memberitahu keberadaan mereka di negara ini pada Rey.


Ramon hanya mampu terdiam mendengar kecurigaan ayah Rey pada dirinya,ia tidakenyangkal jika ia dan Vio yang mengatur pertemuan itu,tapi semua kejadian yang terjadi di luar rencananya dan Vio.


Ayah Rey lalu kembali menarik tangan istrinya itu dan meninggalkan Ramon dan Vio,tanpa berniat mendengar pembelaan atau penjelasan dari Ramon.


"Sudahlah,jangan memikirkan ucapannya,ayo kit menemui kakak dan kak Rey." Ajak Vio lalu menarik tangan Ramon dan berjalan menuju tempat Delia dan Rey yangasih terdiam satu sam lain.


"Kakak..." Panggil Vio sambil mempercepat langkahnya dan menghampiri kakak dan kakak iparnya itu.


Rey dan Delia menoleh ke arah sumber suara,mereka kemudian tersenyum saat melihat Vio dan Ramon berjalan menghampiri mereka.


" Kalian disini,dari tadi kami cari kalian di bawah." Ujar Vio pura-pura cemberut seolah tak tahu kejadian yang baru saja terjadi antara kakak iparnya dan orang tuanya..


"Kalian yang dari mana saja,dari tadi kakak cari kalian,o ya Revan dimana?" Tanya Delia saatenyadari Revan tak ada di antara mereka.


"Oh..Revan ke toko buku ,dia sudah mengabari Vio ." Jelas Vio.


"Ya sudah ayo pulang." Ajak Delia,ia lalu menatap wajah Rey yang masih terlihat sedih,mungkin masih memikirkan kejadian tadi.

__ADS_1


"Ayo,.." Ajak Delia sambil menggenggam tangan Rey.


Rey yang tersadar dari fikirannya , tersenyum saat melihat sang istri sedang menggenggam tangannya,ia pun mengangguk dan mengikuti langkah Delia dan putranya.Sedangkan Vio d


__ADS_2