Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Hanya dia


__ADS_3

Semenjak pertemuaannya denga Delia du restoran tempo hari,Rey semakin di hantui wajah dan senyum indah Delia.Hatinya selalu merasa bahagia jika mengingat Delia,padahal orang yang selalu menari-nari di fikirannya belum tentu merasakan hal yang sama.Semenjak itu pula Rey semakin mencari tau kehidupan Delia melalui orang-orang di sekitarnya.


Sementara di tempat yang berbeda Mona juga menyuruh orang untuk mengetahui kehidupan Delia,semenjak hari itu Mona merasa ada sesuatu antara Rey dan Delia.Mengingat perlakuan Rey pada Delia Mona merasa Rey mempunyai kertarikan pada Delia,dan Mona tidak ingin hal itu terjadi,sebelum Rey menyadari perasaannya pada Delia Mona yang akan terlebih dahulu mendepak Delia dari hidup Rey dengan cara apa pun.Seringai licik pun muncul di fikiran jahat Mona...


tring tring dering telfon menyadarkan Mona dari segala fikiran jahatnya."katakan." ucap Mona pada orang yang menelfonnya.


"ohhh jadi dia seorang dokter yang bekerja di rumah sakit Pratama Group,hhhhhmmmm terus awasi dia dan laporkan kepadaku." sambungnya lagi dan langsung menutup telfonnya."Jangan pernah bermain-main denganku apa lagi merebut milikku".


* * *


Di rumah sakit Delia tengah sibuk melayani pasiennya,hari pasien Delia sangat banyak,entahlah seakan hari ini sebagian anak di jakarta tengah mengalami sakit.


"sus,ada berapa pasien lagi?" tanya Delia pada suster yang berada di ruangannya.

__ADS_1


"Tinggal dua pasien lagi,Dok."jawab suster sambil melihat buku list pasien.


"Huuuff...aku sangat lelah hari ini,rasanya aku ingin cepat-cepat pulang untuk beristirahat."


Setelah beberapa saat akhirnya semua pasien sudah pulang tepat di pukul 12 siang,Delia terlihat begitu lelah yang tampak pada wajahnya sedikit pucat.Delia kemudian membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang.Namun saat Delia baru saja melangkahkan kakinya meninggalkan ruangannya seorang suster berlari sambil memanggil namanya."Dokter...dokter.."panggil suster yang berlari ke padanya dengan ngos-ngosan seakan dia di kejar anjing saja,melihat suster berlari kepadanya Delia mengerutkan keningnya,harapannya yang ingin segera pulang untuk melepas lelah sirna seketika saat suster sudah berada di depannya sambil mengatur nafasnya.


"Dok..dokter ada pasien darurat yang perlu penanganan."ucap suster setelah mengatur nafasnya dan kembali normal."Dia cucu pemilik rumah sakit ini Dok dan keadaannya sangat gawat,ayo dok anda sudah di tunggu di UGD."sambil suster itu lagi.Tanpa menjawab Delia segera berlari menuju UGD untuk menangani pasiennya rasa lelah dan ngantuknya seketika menghilang begitu saja..Setelah berada di UGD Delia segera memeriksa pasien itu dan alangkah terkejutnya dia saat melihat kondisi pasiennya yang sangat memprihatinkan,Delia segera mengambil alat-alat kedokterannya untuk memeriksa pasiennya.Belum hilang keterkejutannya Delia kembali di kejutkan dengan wajah sang pasien yang begitu familiar di matanya,Delia terpaku memandang pasien itu ada rasa sesak yang tiba-tiba menyeruak di hatinya,bulir-bulir air di mata tanpa sadar sudah jatuh di pipi Delia.


"Dok.."Panggilan suster menyadarkan Delia pada kenyataan yang ada di depan matanya.Delia mengangguk lalu menuju tempat dimana pasien kecil itu sedang terbaring tak berdaya dengan luka yang parah.Dengan tangan sedikit gemetar Delia memeriksa kondisi pasien dia lalu menghela nafas berat."Apa keluarga pasien sudah datang?"Tanya Delia pada suster yang ada di hadapannya namun tatapannya tak lepas dari pasien kecilnya.


"siapkan meja operasi,kita akan melakukan tindakan secepatnya setelah keluarga pasien datang".


"Baik dom."

__ADS_1


Sementara itu Rey dan keluarganya baru saja tiba di runah sakit sesaat setelah mendengar kabar dari rumah sakit.Mereka segera menunu ke ruang UGD setelah bertanya pada resepsionis rumah sakit,mengetahui sang pemilik ru.ah sakit tengah berada di rumah sakit semua dokter dan suster menyambut dengan sedikit menundukkan kepala.Dengan tergesa Rey berlari tanpa mempedulikan orang-oran yang menyambutnya,ada di fikirannya hanya Rosa sang pinakan kesayangan yang telah mengalami kecelakaan fatal.


"Bagaimana keadaannya."tanya Rey saat dia berada di ambang pintu.Delia yang sedang sibuk memeriksa Rosa menoleh setelah mendengar suara yang berada di belakangnya.Rey sejenak terpana saat melihat Delia yang memeriksa Rosa.namun keterpanaan itu segera di buang jauh kemudian melirik pasien yang terbaring lemah dengan mata tertutup."Apa dia baik-baik saja?" tanyanya lagi.


..."Kita harus melakukan operasi benturan di kepalanya sangat parah dan juga banyak kehilangan darah,kita harus segera melakukan tindakan setelah pihak keluarga menyetujui."...


"Lakukan apa pun yang terbaik."


Delian mengangguk"Baiklah tapi sebelum itu anda harus menandatangani surat persetujuan."


"berikan padaku".Kemudian suster pun memberikan berkas persetujuan kepada Rey dan menandatanganinya.Sementara itu orang tua Rey baru saja tiba di UGD.


"Bagaimana keadaan cucu mama?"tanya Nyonya Sukma setelah berada di samping sang putra,wajahnya terlihat sangat sedih dan sedikit gemetar.sementara sang suami hanya diam berdiri di samping sang istri dengan raut wajah yang sama dengan sang istri namun sedikit tenang

__ADS_1


"Rosa akan di operasi."jawab Rey datar dan dingin."Dokter sedang menanganinya mam,semua akan baik- baik saja."sambung Rey kemudian menatap sang ibu untuk meyakinkannya bahwa samua akan baik-baik saja.


"Ma tenanglah dokter akan menangani cucu kita dengan baik,semua dokter yang bekerja di sini adalah dokter terbaik,jadi tenanglah."Sang suami menenangkan istrinya sambil memeluknya untuk memberikan ketenangan pada sang istri.


__ADS_2