Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 96


__ADS_3

Pagi ini Delia telah bersiap untuk klinik, sedangkan Rey sudah berangkat ke kantor kondisinya sudah membaik sekarang tapi ia masih ingin tinggal di rumah Delia dan Delia pun tidak keberatan akan keinginan Rey itu,ya semalam Rey mengutarakan niatnya untuk tinggal bersama Delia jika Delia menolak untuk pindah ke apartemennya tapi Karna jarak rumah sakit tempat Vio di rawat begitu jauh dari apartemen milik Rey jadilah Rey yang harus ikut bersama dengan Delia meski rumah itu terlihat sederhana tapi Rey tak peduli asalkan ia dapat bersama dengan Delia ia akan merasa nyaman.


Delia mengunci pintu rumahnya,lalu berjalan keluar dari halaman rumahnya,baru saja akan menutup pintu pagar ia di kejutkan dengan suara klakson mobil yang berhenti tepat di hadapannya.


Kaca mobil itu terbuaka secara perlahan dan menampakkan seorang pria yang duduk di kursi kemudi dengan menggunakan kacamata hitam dan menatap ke arah Delia sambil tersenyum.


"Pak Boy." Lirih Delia saat mengetahui pria yang berada dalam mobil itu adalah Boy,ia tadinya tidak mengenali pemilik mobil yang berhenti di depan nya itu Karna mobil yang di gunakan oleh Boy bukanlah mobil yang biasa ia gunakan.


"Masuklah." Ajak Boy


Delia masih berdiri di tempatnya tak mendengar ucapan Boy,ia masih bingung menghadapi pria yang berada di depannya itu.


"Aku jalan saja pak,lagian dekat kok." Tolak Delia dengan halus,tapi penolakan itu membuat Boy menggeritikkan giginya menahan kesal karna ajakannya selalu di tolak Delia.


"Mau masuk sendiri atau aku angkat." Ancam Boy kali ini ia harus berhasil mendapatkan Delia bagaimana pun caranya.


Delia yang bingung pun terpaksa masuk kedalam mobil Boy,ia tidak ingin Boy menyentuhnya meski hanya menyentuh kulitnya sedikit saja,baginya semua yang ada dalam tubuhnya adalah milik orang yang dicintainya dan tentu saja itu adalah Rey seorang.


Delia membuka pintu mobil bagian depan di samping Boy,ia kemudian duduk dan kembali menutup pintu mobil itu lalu Boy melajukan mobilnya menuju klinik .


tak perlu waktu yang lama untuk sampai di klinik Karna jaraknya memang begitu dekat berjalan kaki pun hanya memerlukan waktu beberapa menit.


Sementara di kantor , Rey begitu di sibukkan dengan beberapa pekerjaan yang belum selesai,dan ia harus menyelesaikan semua pekerjaan nya Karna besok malam ia akan kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Mona masuk ke dalam kantor Rey dengan menggunakan kartu akses milik keluarga Rey yang di berikan oleh ayah Rey pada nya sewaktu mereka baru saja bertunangan,dan Karna kartu akses itu lah yang memudahkan Mona keluar masuk perusahaan milik Rey,dia cukup memperlihatkan kartu itu pada Resepsionis maka dengan mudah ia bisa masuk Karna kartu itu hanya boleh di pegang oleh anggota keluarga PRATAMA GROUP.


Mona berjalan berlenggak lenggok sambil membusungkan dadanya seolah mempertegas bahwa dirinya adalah bagian dari pemilik perusahaan itu,dan tentu saja itu berhasil, semua karyawan Rey tertunduk dan menyapa nya dengan hormat membuat Mona semakin menyombongkan dirinya.


"Surprise...." Seru Mona saat ia berada di depan pintu yang di buka oleh sekertaris Rey .Rey yang tadinya sedang fokus menatap layar laptopnya, seketika mengalihkan tatapannya ke arah pintu yang di sana telah berdiri dua orang wanita.Yang satu adalah sekertaris Rey dan yang satunya tentu saja wanita yang paling di hindari nya.


"Kau....?" Rey menatap heran ke arah Mona Karna ia tak menyangka Mona akan datang ke Jerman untuk menyusul nya.


Mona berjalan mendekat ke arah Rey, sedangkan sekertaris Rey kembali ke ruangannya setelah mengantar Mona masuk ke ruangan bosnya itu,dan satu hal yang di ketahui oleh sekertaris Rey adalah sangkaannya terhadap Mona,ia pikir Mona adalah wanita yang di cintai oleh bosnya itu.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Rey kesal,moodnya seketika berubah menjadi buruk.


Dengan senyum tak tahu malunya,Mona semakin mendekat ke arah Rey,ia berjalan menuju kursi kebesaran Rey di mana ia duduk saat ini, menyadari Mona semakin mendekat padanya, seketika Rey berdiri dari duduknya yang Mona pikir Rey berdiri untuk menyambut kedatangannya , Mona merentangkan kedua tangannya lalu berjalan semakin dekat dengan Rey,tapi Rey segera menghindar saat Mona telah bersiap ingin memeluk nya dan membuat Mona terpaksa membentur dinding yang ada di belakang Rey,Karna Mona berjalan cepat sehingga saat Rey menghindari nya ia sudah tak mampu lagi menghentikan langkah cepat nya dan akhirnya berakhir dengan mencium dinding.


Mona menahan amarahnya sambil mengelus -elus dahinya pelan akibat benturan di dinding tadi.Tapi demi misi untuk mendapatkan Rey kembali ia membuang rasa malu dan kesalnya,dan dengan tak tahu malunya Mona duduk di kursi kebesaran Rey.


"Pindah dari situ." Usir Rey saat Mona baru saja mendarat kan pantatnya di kursi milik Rey.


Mona tak mempedulikan ucapan Rey,ia semakin nekat bersandar di kursi sambil memejamkan matanya.Rey yang semakin geram melihat tingkah Mona, menarik lengan Mona yang membuat Mona terperanjat kaget karna Rey memperlakukan nya dengan kasar.


Rey menghempaskan tubuh Mona di sofa dengan kasar,ia sudah tak tahan lagi dengan sikap Mona yang seenaknya.


"Aku diam bukan berarti kamu semakin bebas berbuat sesuka hatimu." Bentak Rey.

__ADS_1


"Mau apa kamu kemari?"


Mona memperbaiki duduknya,ia terlihat menahan amarahnya karna di perlakukan Rey dengan kasar,selama hidupnya tak seorang pun yang berani memperlakukan dirinya sekasar ini.


"Aku ingin menyusulmu,aku sangat merindukanmu." Ucap Mona yang kini kehilangan urat malunya,perlahan ia membuka kancing bajunya untuk menggoda Rey,ia berfikir Rey pasti akan tergoda dengan tubuhnya yang seksi itu.


"Apa yang kamu lakukan,tutup baju mu ." Seru Rey saat melihat Mona sudah mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan berjalan semakin mendekati Rey.


"Aku sangat merindukanmu sayang,aku akan melayani mu sampai puas." Goda Mona sambil membuka bajunya dan yang tertinggal hanya pakaian dalamnya saja,Karna Delia menggunakan dress pendek di atas lutut,jadi sekali buka semuanya terlepas.


Rey yang melihat tingkah kurang ajar Mona tak bisa lagi menahan amarahnya dan dengan spontan ia menampar pipih Mona dengan keras saat Mona dengan kurang ajarnya menyentuh nya.


"Kurang ajar,dasar wanita murahan." Bentak Rey yang tak bisa lagi berdiam diri,dengan cepat ia menelfon sekertaris nya untuk masuk keruangan nya, sedang kan Mona masih terkulai lemas di lantai dengan hanya menggunakan pakaian dalam saja.


Rey berdiri di sudut ruangan menjauh dari Mona, bukannya tergoda pada tubuh Mona yang hampir telanjang di depan nya itu,ia justru jijik melihat Mona dan semakin membenci wanita yang dulu adalah teman kecilnya,ia tak menyangka jika saat dewasa Mona berubah jadi liar dan tak punya harga diri,padahal ia begitu menghormati wanita yang masih terduduk di lantai itu dengan menahan tangis Karna Rey telah menolak tubuhnya,dimana samua pria justru menginginkan tubuhnya.


Braaakkkk...pintu di buka oleh sekertaris Rey dan matanya melotot saat mendapati wanita yang di antarnya tadi hanya menggunakan pakaian dalam saja, otaknya kini di penuhi berbagai pertanyaan.


"Bawa wanita murahan itu keluar dari ruangan ku." Perintah Rey dengan nada tinggi.


"Ba...baik... baik pak." Ucap sekertaris Rey lalu segera mendekat ke arah Mona yang masih pada posisinya,dengan sigap sekertaris Rey memakaikan pakaian Mona kembali ,setelah pakaian Mona kembali menempel di tubuhnya,dengan cepat ia menarik tangan Mona,namun Mona menghempaskan tangan sekertaris Rey.


"Saya bisa sendiri." Ucap Mona kesal,ia lalu berdiri dari duduknya,kemudian menatap Rey dengan penuh permusuhan,ia tidak menerima di permalukan seperti ini,apalagi di depan sekertaris nya .

__ADS_1


'Aku tidak akan melupakan ini,dan ingat aku akan membalasnya seribu kali lipat." Ancam Mona lalu berlalu meninggalkan ruangan Rey dengan amarah dan dendam yang mendalam.


__ADS_2