
Sejak kejadian di restoran , Rey berubah jadi dingin , tidak ada senyum lagi yang memenuhi wajahnya . Keputusan orang tuanya untuk menikahkannya dengan Mona tidak bisa di terimanya tetapi dia pun tak mampu melawan kehendak ayahnya .
" Mama bisa merasakan apa yang kamu alami , jika memang kamu tidak bisa menikah dengan Mona , mama akan membicarakannya dengan ayahmu . " ucap ibu Rey yang berdiri di sisi Rey di dekat kolam renang di rumahnya .
" Tidak ma , Rey yang akan membicarakannya langsung pada papa ." Rey menoleh menatap ibunya ." Tapi Rey akan memastikan perasaan Rey pada Delia tidaklah bertepuk sebelah , gadis itu berbeda ma , dia tidak akan mudah di dekati ." Senyum Rey terbit dikala dia
mengingat tingkah konyol Delia , gadis itu
benar - benar menguji kesabarannya .
Nyonya Sukma menghela nafas berat , kisah percintaan putranya begitu rumit menurutnya .
Di lain sisi Mona yang sudah mendapatkan informasi mengenai wanita yang di cintai Rey kini menyusun rencana untuk menjauhkan Rey dari Delia .
" Terus awasi dia , dan laporkan semua aktifitasnya sekecil apapun itu ." Perintah Mona pada orang suruhan nya untuk mengawasi kegiatan Delia .
" Aku akan melakukan apa pun demi memiliki Rey , termasuk melenyapkanmu Delia jika itu di perlukan . Delia adalah penghalang terbesarku , tapi itu bukan masalah . Menghadapi gadis miskin seperti mu sangatlah mudah .
* * *
Tak terasa waktu terus berlalu begitu cepat . Hari ini Delia melakukan tugasnya seperti biasa , namun saat jam kerja nya telah selesai Delia yang baru saja ingin keluar dari ruangannya di kagetkan oleh krhadiran seseorang di depan pintu .
__ADS_1
" Kau....!" Seru Delia yang masih dalam posisi terkejut . " Tidak bisakah kamu mengetuk pintu saat ingin masuk keruangan seseorang , jangan seperti ini , kamu bisa membuatku mati konyol karna terkejut ." Kesal Delia sambil mengelus dada karna kaget . Sementara orang yang telah membuatnya terkejut dengan santainya melipat tangannya di dada tanpa merasa bersalah .
" Hemmm.." Dehem Rey , seseorang yang mengagetkan itu tak lain adalah Rey . Delia memutar bola mata nya malas , dia masih kesal karna kedatangan Rey yang tiba - tiba .
" Katakan ada perlu apa kamu kemari ? jangan mengatakan kalau kamu mau memeriksa kan dirimu , maaf kamu salah ruangan , kamu bisa membacakan ?" Seru Delia menunjuk papan nama yang tertempel di atas pintu ruangannya .
Rey yang tadinya ingin menemui dan berbicara dengan Delia secara pribadi dan serius dengan wajah datar dan dingin tiba - tiba saja mengukir senyum di wajahnya , wajah datar dan dingin itu tiba - tiba menghangat dan ceria . Pertemuannya dengan Delia seakan menjadi obat yang dapat memperbaiki moodnya . Kata - kata Delia yang konyol membuat nya punya ide untuk membuat kesal Delia .
" Ada yang ingin aku bicarakan ?"
" Kamu ingin berkonsultasi tentang perkembangan kesembuhan Rosa ? " Tebak Delia asal , dia pikir kedatangan Rey untuk membicarakan mengenai penyakit Rosa ,karna Delia adalah dokter yang di tunjuk untuk menangani Rosa . " Tapi maaf jam pelayanan telah habis ,kembali lah esok hari ." sambungnya lagi lalu ingin melangkahkan kakinya ke luar ruangan namun , di halangi oleh Rey yang berdiri menutupi pintu .
" Kamu sudah selesai ?" tanya Rey balik tanpa berniat menjelaskan maksud kedatangannya menemui Delia . Delia hanya mengangguk sebagai jawaban .
" Apa kamu punya pekerjaan sampingan , jadi seorang sopir taksi ? tapi maaf aku tidak membutuhkan jasamu , aku bawa kendaraan sendiri ." jelas Delia menolak .
" Dilarang menolak ,aku datang kemari khusus menjemputmu , apa kamu pikir jarak kekantor ke rumah sakit ini dekat , itu sangat jauh ."
" Tapi aku tidak menyuruhmu datang menjemputku ."
" Selama ini Belum ada yang menolak ajakan seorang Rey ." Ucap Rey serius dengan wajah dingin dan datarnya lagi .
__ADS_1
" Kalau begitu aku orang pertama yang menolak ajakanmu kan ? hemmm kalau begitu aku harus mendapatkan hadiah ." ucap Delia senang .
" Minggir..." Delia berjalan meninggalkan ruangan nya dan Rey yang masih mematung karna sedikit kaget saat tubuhnya di tubruk Delia untuk mengambil jalan yang di tutupinya .
" Hei tunggu .." Kejar Rey . Delia yang mendengar teriakan Rey tidak peduli dan terus melanjutkan jalannya menuju parkiran , Rey yang berlari kecil untuk mensejajarkan langkah cepat Delia untuk berjalan beriringan . Rey yang kini berjalan di sisi Delia menuju parkiran dengan diam tanpa ada yang membuka suara .
" Ikut denganku..." ajak Rey setelah mereka tiba di parkiran . Delia mengerutkan kedua alisnya , dia yang tadinya ingin membuka pintu mobilnya tiba- tiba terhenti dengan ucapan Rey . dan menoleh ke sumber suara yang tepat berada di sampingnya .
" Aku bawa kendaraan sendiri , aku akan mengikuti mobilmu dari belakang saja .
" Tidak bisa ..."
" Hach..." Delia terlihat kesal dengan perkataan Rey yang menurutnya memaksa dirinya . " Dengar ya aku bukan siapa - siapa kamu , yang harus menurut dan mengikuti semua perkataanmu ."
" Tapi..." ucapan Rey tak berlanjut karna di potong Delia .
" Tapi apa hach,dengar ya aku tidak mau naik ke mobilmu , emang kamu siapaku .
" Kamu harus .." namun terpotong lagi oleh Delia.
" Harus apa hach ? Dengar ya tuan Rey walaupun kamu memiliki segalanya dan memiliki kekuasaan bukan berarti aku harus menuruti keinginanmu dan hppp." Delia tak bisa melanjutkan lagi perkataannya karna mulutnya tiba - tiba saja di tutup oleh Rey menggunakan telapak tangannya .
__ADS_1
" Kamu birisik sekali ." ujar Rey masih menutup mulut Delia , sementara wanita itu menatap Rey dengan penuh kesal sambil memukul - mukul lengan Rey .
.