Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 95


__ADS_3

"Bos semua sudah berjalan sesuai rencana,apa lagi yang harus kami lakukan di sini?" Tanya Dion di balik telfon.Semua tugas yang di perintahkan oleh Rey telah mereka selesaikan,ayah Mona kini berada di ambang kebangkrutan Karna semua pabrik haramnya kini ludes terbakar, satu-satunya aset yang tersisa adalah perusahaan milik ayah Rey yang telah di kuasai nya selama berpuluh tahun.


"Kerja yang bagus." Puji Rey dengan senang."Untuk saat ini kalian awasi pergerakan nya saja,aku yang akan menghadapi nya secara langsung." Lanjut Rey lagi dengan tatapan dingin seolah api kebencian itu semakin membesar.


" Kapan bos kembali ke Indonesia,ada beberapa dokumen yang harus bos tandatangani agar proses akuisisi perusahaan itu secepatnya berpindah tangan."


Rey kini berada dalam kebimbangan,di satu sisi ia masih berusaha dengan keras untuk meluluhkan hati Delia kembali,tapi di sisi lain dirinya kini di butuhkan untuk merebut kembali apa yang telah menjadi haknya dan membalas orang - orang yang terlibat dalam pembunuhan orang tuanya.


"Besok malam aku akan kembali." Jawab Rey akhirnya,ia harus menyelesaikan dulu masalah nya dan memberikan pelajaran pada orang -orang jahat itu, kemudian ia akan kembali menemui Delia di sini, setidaknya hubungan nya dengan Delia perlahan-lahan membaik setelah peristiwa di apartemen milik Ramon dulu .


"Baiklah bos,saya akan menjemput bos besok malam di bandara."


Rey mengangguk seakan Dion berada di depannya padahal mereka hanya terhubung lewat udara saja.Rey kemudian mematikan ponselnya lalu meletakkan nya di atas meja.


Rey berjalan mendekat ke arah meja yang berada di sudut kamar Delia,ia kemudian mengambil sebuah bingkai foto yang terpajang di atas meja,tiga orang dalam bingkai itu sedang berpose lucu seorang laki-laki yang mungkin masih berumur remaja sedang merangkul dua orang wanita yang berada di sisi kiri dan kanannya dengan di sertai senyum yang begitu bahagia.


Rey pun ikut tersenyum melihat pose ketiga orang yang barada dalam bingkai itu yang di yakini nya adalah Delia dan kedua adiknya.


"Aku akan mengembalikan senyum itu lagi dan mengembalikan semua kebahagiaan mu seperti dulu,aku janji." Gumam Rey pada bingkai foto itu lalu meletakkannya kembali pada tempatnya semula.


Ada rasa bahagia yang menyelimuti hatinya saat melihat senyum Delia yang begitu lepas,seakan hanya kebahagiaan yang di lalui nya dulu.


"Maaf Karna membuat mu menderita."


Mata Rey kemudian berpindah ke bingkai foto satunya di mana dalam di bingkai itu terdapat foto kedua orang tua Delia.Rey kemudian mengambil foto itu dan di pandang nya kedua orang tua Delia dengan perasaan yang bercampur aduk,ada rasa bersalah, penyesalan dan kebahagiaan.

__ADS_1


Merasa bersalah karna telah menuduh ayah mertuanya sebagai seseorang yang menyebabkan orang tua nya meninggal, menyesal Karna tak pernah sekalipun ia bertemu dengan kedua mertuanya itu secara langsung, bahagia Karna putri mereka adalah wanita yang begitu di cintai nya dan saat ini ia perjuangkan untuk kembali padanya.


"Aku akan membahagiakan putri kalian,dan juga kedua adiknya, mereka akan menjadi tanggung jawabku,aku janji...aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan kebahagiaan dunia untuk mereka,dan khusus untuk Vio,kini dia telah dalam perawatan terbaik,dia akan segera pulih dan kembali berkumpul dengan Delia dan Revan, beristirahat lah dengan tenang, tanggung jawab kalian aku yang akan melanjutkan nya dan maaf Karna telah menuduh ayah sebagai penjahat,maafkan aku." Lanjut Rey lagi,kali ini ia benar-benar merasa bersalah tapi dia akan memperbaiki semua kesalahannya dulu.Rey kemudian meletakkan kembali foto itu di tempatnya.


Sementara di balik pintu kamar itu,Delia sudah berderai air mata mendengar semua ucapan Rey pada orang tua nya meski hanya melalui foto saja.


Hati Delia kembali luruh akan perlakuan Rey, mungkinkah sudah saatnya baginya untuk memberikan kesempatan pada Rey,untuk memperbaiki hubungan mereka dan kembali membuka lembaran baru bersama.Delia kini berada dalam kebimbangan,namun satu yang pasti dia akan mencoba membuka hatinya secara perlahan-lahan hingga dia yakin untuk kembali pada Rey dan kembali memulai biduk rumah tangga mereka kembali.


"Kenapa berdiri disini?" Suara Rey mengagetkan Delia yang masih berada dalam mode kebimbangan.Delia mengusap pipinya cepat lalu menoleh ke arah Rey yang berdiri di belakangnya Karna saat Rey ingin keluar ia telah mendapati Delia sedang berdiri di pintu dengan membelakang.


"Oh....ini aku tadi ingin mengajak mu makan malam,sudah waktunya." Ucap Delia sedikit gugup.


Rey menautkan alisnya,lalu menggandeng tangan Delia menuju meja makan, sedangkan Delia tidak menolak akan apa yang dilakukan Rey padanya,hatinya justru menghangat dan nyaman Karna perlakuan Rey padanya, perlahan -lahan hatinya mulai lagi luluh tapi Rey tak menyadari itu.


Rey menarik kursi yang masih kosong untuk Delia, kemudian ia pun menarik kursi untuk dirinya sendiri di samping Delia.


Delia terlihat bingung dan heran Karna Rey melayani nya di meja makan,begitu pun dengan Revan dan Ramon bingung melihat tingkah Rey yang tak biasanya, biasanya dia yang di layani tapi kali ini dia justru yang melayani wanita yang masih berstatus istrinya itu.


"Kamu baik-baik saja kan Rey?" Tanya Ramon yang masih di buat terkejut oleh tingkah Rey yang berubah jadi romantis .


"Aku sehat,mungkin kamu yang tidak baik-baik saja." Ujar Rey santai sambil mengunyah makanan nya ,sedangkan Revan dan Ramon masih melongo melihat tingkah Rey.


Sebenarnya Rey menyadari akan hal apa yang membuat Ramon terbengong-bengong padanya,tapi ia tak mau ambil pusing,toh dia hanya akan melakukan hal manis itu pada Delia saja hanya Delia seorang.


"Kalian mau makan atau hanya ingin menatap ku seperti itu?" Seru Rey dan membuat Revan dan Ramon tersadar dari keterkejutannya, mereka pun dengan cepat kembali melanjutkan makanan nya yang sempat tertunda, sedangkan Delia hanya tersenyum tipis sambil menggeleng pelan melihat tingkah aneh Revan dan Ramon yang seperti nya Meraka satu server kini.

__ADS_1


*


*


*


"Pokoknya aku tidak ingin tahu, lakukan rencana ini besok malam,ajak Delia makan malam dan dan campurkan obat ini pada minuman nya." Seru Mona pada Boy sambil memberikan serbuk putih yang terbungkus plastik kecil.


Boy tersenyum puas menerima serbuk itu dari tangan Mona,tentu ia tahu kegunaan serbuk itu jika di campur kan dalam minuman atau makanan seseorang.


Hatinya kini di selimuti kegelapan Karna amarah yang membuncah.Boy begitu kesal pada Delia Karna seakan menutup pintu hatinya untuk dirinya dan hanya Rey yang Delia cintai,Boy menyadari itu saat ia berkunjung ke rumah Delia waktu itu dan mendapati Rey juga berada dalam rumah itu.


Boy adalah pria yang tidak bisa menerima kekalahan apalagi jika yang mengalahkannya itu adalah Rey,musuhnya sejak di bangku kuliah.


Boy juga adalah pria yang setiap keinginan nya harus terpenuhi termasuk keinginan nya untuk memiliki Delia,Jika dengan cara curang seperti ini ia dapat memiliki Delia maka ia akan melakukan nya,seperti yang dia lakukan pada Novi dulu yang pada akhirnya Novi lebih memilih dirinya daripada Rey Karna sebelumnya ia telah meniduri Novi dengan cara licik hingga Novi hamil anak nya .


"Kamu belum bertemu dengan Rey?" Tanya Boy sambil menyimpan serbuk itu kedalam saku jasnya.


"Aku akan menemui nya besok." Jawab Mona dengan senyum licik.


"Apa yang akan kamu lakukan padanya?"


"Heeemmmm seprti yang kamu lakukan pada Delia ,tapi di tempat yang berbeda,aku harus secepatnya memiliki Rey seutuhnya Karna Hanya dia yang bisa membantu Daddy."


"Baiklah terserah kamu saja."

__ADS_1


__ADS_2