Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 85


__ADS_3

"Apa kamu menyesal menikah denganku?"


Delia menghela nafas berat,ia kemudian mengangguk lalu menggeleng,melihat tingkah Delia Rey jadi gemas sendiri,ingin rasanya ia membawa Delia ke hotel tapi sepertinya ia harus menahannya dulu Karna saat ia sedang berjuang untuk meluluhkan hati sang istri.


" Benar klinik itu milik Boy?"


"Iya.."


"Aku ingin menjenguk adik ipar ku,bisa mengantarku?"


Delia menatap Rey begitu dalam.


"Untuk apa,kamu tidak perlu menunjukkan perhatian mu pada kami."


Mendengar ucapan Delia , tatapan Rey berubah dingin,ia kemudian mengambil gelas yang berisi air putih yang ada di depannya,lalu meneguknya sampai habis bukan karna kehausan tapi Karna kesal mendengar ucapan Delia.


Delia membulat kan matanya dengan mulut sedikit terbuka melihat Rey yang minum seperti orang yang habis berlari .


"Kamu begitu sangat haus sampai menghabiskan air itu sekali teguk."


Rey yang tadinya kesal berubah jadi semakin kesal mendengar Delia.


"Aku sedang kesal Delia,sangat kesal sekarang." Ucap Rey dengan menekan ucapannya sambil meletakkan gelas itu kembali ke tempatnya.


"Kenapa?"


Rey mendengus,baru saja akan membuka mulutnya , seorang pelayan datang membawa pesanan mereka dab meletakkan nya di atas meja.


"Silahkan menikmati." Ucap pelayan itu dengan senyum ramahnya lalu berlalu meninggalkan meja Rey dan Delia.


Delia menatap kearah menu makanan yang di pesan Rey tadi,matanya berbinar saat melihat makanan kesukaan nya juga ada di situ,tanpa menunda-nunda lagi Delia menikmati makanannya di atas ,sedangkan Rey yang tadinya kesal karna ulah Delia,kini berganti bahagia melihat istrinya itu menikmati makanan kesukaan istrinya itu.Rey hanya memandang Delia menyantap makanan nya dan belum menyentuh makanannya sendiri yang berada di depannya.


" Kenapa tidak di makan?" Tanya Delia saat menyadari Rey hanya memandang nya dan tidak menyentuh makanannya.


"Aku tiba-tiba merasa kenyang melihatmu makan dan tersenyum." Ucap Rey tanpa melepaskan tatapan nya dari wajah Delia.


Bluss....Delia tersipu malu dengan perkataan Rey,namun dengan segera ia menepisnya lalu mengerucutkan bibirnya sambil mengaduk-aduk makanan nya.

__ADS_1


" Aku tidak akan termakan dengan gombalan mu itu,basi tahu."


"Tapi wajahmu memerah." Goda Rey lagi sambil menaik turunkan alisnya .


"CK...makan makanan mu,lalu kita pulang aku banyak pekerjaan."


Rey tersenyum bahagia karna perlahan tanpa Delia sadari hatinya sudah sedikit mencair dan membuat Rey semakin bersemangat untuk menaklukkan hati istrinya itu.


Delia bukanlah wanita yang keras,dan juga bukan seorang pendendam,hatinya sangat lembut jika marah hanya sebentar saja tapi satu hal yang sulit Rey lakukan meski pun Delia sudah bersikap biasa padanya belum tentu ia akan di terima kembali.Untuk kembali merajuk dan membingkai cinta dalam naungan rumah tangga Rey perlu kerja keras Karna Delia telah membangun tembok yang tinggi untuk membuka kembali hatinya bersama Rey.


Rey kemudian menyantap makanannya dengan lahap,tak ada lagi pembicaraan di antara mereka,hanya suara dentingan garpu dan sendok yang saling bersahutan.


Di negara bagian lain, tepatnya di Indonesia ayah Rey sedang terbaring lemah di rumah sakit,sejak kejadian itu saat Rey mengetahui rahasia dan kebenaran nya,kondisi nya menurun dan sakit-sakitan,rasa bersalah dan berdosa membuat kondisi tubuhnya menurun dan sejak kejadian itu,Rey tak pernah lagi kembali kerumah bahkan berbicara lewat telfon pun tak lagi ada dan itu membuatnya semakin di dera rasa penyesalan.


"Sudahlah pa, pikirkan kesehatan papa dulu,setelah itu kita akan menjelaskan kepada Rey." Bujuk ibu Rey pada suaminya, hatinya pun begitu teriris karena putra yang begitu di cintai dan di sayangi nya kini Tak pernah lagi menampakkan dirinya.


"Andai saja aku tidak terprovokasi oleh pria licik itu,semua ini tidak perlu terjadi." Ucap ayah Rey dengan nada penyesalan,ia kini terbaring begitu lemah di ranjang rumah sakit,ia hanya ingin maaf dari putranya dan memeluk nya seperti dulu sebelum rahasia besar itu terbongkar.


"Bukankah kamu sudah menghubunginya,apa katanya." Lanjut ayah Rey lagi saat ia ingat istrinya itu tadi menghubungi Rey melalui pesan singkat di aplikasi hijau.


"Maaf...maafkan aku,semua kesalahanku, aku ayah yang jahat maafkan aku." Lirih ayah Rey sambil menggenggam tangan istrinya yang duduk di depannya.Mereka kemudian saling berpelukan untuk memberikan dukungan dan kekuatan satu sama lain.Hari-hari bahagia itu kini hilang dengan perlahan dan berubah menjadi kedukaan yang justru datang disaat usia semakin menua, harapan untuk menghabiskan masa tua dengan keluarga yang bahagia dan utuh kini hanya tinggal harapan saja,Karna kini keduanya merasa kesepian dan hanya berdua tanpa anak dan cucu.


"Bagaimana bisa semua barang itu gagal kirim." Bentak ayah Mona di di balik telfon,ia sedang berbicara dengan anak buahnya melalui telfon , ayah Mona mematikan ponselnya secara sepihak lalu membantingnya di lantai untung saja ponsel itu ponsel mahal yang tidak hancur dan telah menggunakan pengaman .


Mona dan ibunya tersentak kaget melihat ayah nya membanting ponselnya.


"Ada apa dad?" Tanya Mona dan ibunya secara bersamaan,mereka duduk berdampingan di sofa sedangkan ayahnya berdiri di depan mereka.


Ayah Mona menatap dua wanita yang sedang duduk di sana.


dengan mata memerah menahan amarah.


"Daddy mau keluar sebentar,ada yang harus Daddy urus sekarang." Ucap ayah Mona tanpa menjawab pertanyaan putri dan istrinya.Ayah Mona lalu berjalan menuju ruang kerjanya untuk mengambil sesuatu.Sedangkan Mona dan ibunya saling berpandangan lalu menatap bingung kearah ayahnya yang telah berjalan meninggalkan mereka .


Kedua wanita itu berjalan menyusul ayah nya, belum juga mereka membuka pintu ruang kerja mereka di kagetkan suara ketukan dari pintu utama.Mona berjalan ke arah pintu utama untuk membuka kan pintu seseorang yang sedari tadi mengetuk.


" Saya ingin bertemu tuan ini penting."Ucap seorang pria yang berdiri di depan pintu saat Mona telah membukanya.

__ADS_1


"Masuklah ..." Ucap Mona lalu melenggang masuk meninggalkan pria itu begitu saja.


"Siapa?" Tanya ibu Mona saat Mona sudah berada di depan ruang kerja ayahnya.


" Anak buah Daddy." Ucap Mona sambil mengetuk pintu ruang kerja ayahnya.


Tak menunggu lama pintu pun di buka ayah Mona sambil membawa beberapa dokumen di tangannya.


Mona dan ibunya menatap ke arah pria paruh baya yang sedang berdiri di ambang pintu,lalu ayah Mona berjalan ke ruang tamu di ikuti Mona dan ibunya di belakang.ayah Mona mengerutkan alisnya saat ia melihat anak buahnya sedang duduk di ruang tamu.


Menyadari kedatangan bosnya ,anak buah ayah Mona langsung berdiri dari duduknya lalu membungkuk kan tubuhnya sedikit.


"Apa apa?" Tanya ayah Mona sambil berjalan mendekati anak buahnya.


"Ada kabar buruk,tuan." Jawab anak buahnya dengan takut-takut.Sedangkan ayah Mona menatap tajam ke arah anak buahnya,ia kemudian duduk di sofa sambil meletakkan beberapa dokumen yang di pegangnya di atas meja.


"Katakan.." Seru ayah Mona sambil mengelus -elus pelan dagunya yang di tumbuhi bulu-bulu tipis.


"Pabrik minuman dan obat-obatan kita terbakar tuan..."


Bagai dentuman keras yang menimpa ayah Mona ,ia kemudian beranjak dari duduknya lalu menghampiri anak buahnya yang sudah menundukkan kepalanya , keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya ,saat tubuh ayah Mona semakin dekat dan....


Plaaaaakkkkk sebuah tamparan keras mendarat di pipi sang anak buah yang pasrah begitu saja menerima nya.Mona dan ibunya begitu terkejut tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Bagaimana bisa terbakar? apa saja yang kalian kerjakan hingga pabrik itu bisa terbakar dengan mudahnya?" Bentak ayah Mona dengan rahang mengeras,kali ini amarahnya begitu memuncak,pabrik minuman dan obat-obatan itu adalah mesin uang terbesar nya.


Ayah Mona kemudian menendang salah satu kaki anak buahnya begitu keras,sang anak buah hanya diam menahan sakit .


"Maaf tuan, seperti nya ada yang telah mengkhianati kita,saya akan segera menemukan pengkhianat itu."


" Periksa semua orang-orang yang bekerja di pabrik itu, siapapun dia melenyapkan saja."


"Baik tuan.." Ucap anak buah ayah Mona lalu berlalu meninggalkan rumah mewah milik bos nya itu.


Sepeninggal anak buahnya,ayah Mona duduk begitu lemas lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa ,ia tak menyangka setelah berpuluh tahun menggeluti bisnis haramnya,ini kali pertamanya ada orang yang berani mengusik nya,bahkan polisi saja dengan mudahnya ia buat tertunduk tapi kali ini,musuh tersembunyi itu mulai menyerang nya bahkan langsung menyerang pabrik yang begitu banyak menghasilkan uang untuk nya.


"Siapapun itu ,yang berani mengusik ketenangan ku akan aku habisi tanpa belas kasih." Lirih ayah Mona.

__ADS_1


__ADS_2