
"Hay....aku Ramon." Ucap Ramon memperkenalkan diri pada Delia sambil mengulurkan tangannya .
" Delia...." Balas Rey, ia menyambut uluran tangan Ramon mengganti kan tangan Delia yang baru saja akan menerima uluran tangan dari Ramon sebagai balasan perkenalan.
Ramon dan Delia melongo melihat tingkah Rey yang begitu posesifnya,Rey yang melihat kedua orang yang berada di samping dan depannya hanya tersenyum tipis tanpa mempedulikan tatapan keduanya.
", Dia istriku..." Sambut Rey yang membuat kedua orang tadi melongo tak percaya dengan ucapan Rey barusan.
Delia tak percaya Rey akan mengakui hubungan mereka di depan orang lain padahal mereka telah sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka dulu,tapi kenapa Rey malah mengingkari janjinya pikir Delia sedikit kesal .
Sedangkan Ramon di buat tak percaya dengan ucapan Rey barusan, bagaimana tidak Rey yang ia kenal dulu adalah sosok yang begitu menghindari wanita tiba - tiba saja mengaku i telah menikah.
" hahahaha...." Tawa Ramon membuat Rey dan Delia mengerutkan alis.
__ADS_1
"Apa kamu sudah bosan menjadi waras dan ingin mencoba untuk jadi orang gila." Ucap sarkas Rey yang membuat tawa Ramon seketika terhenti dan berganti jadi kesal.
" CK ...kau ini,aku hanya tidak percaya saja apa betul dia istrimu atau hanya pura-pura kau jadikan istri,hahaha."
" Saya dokter yang menangani dan merawat Rosa." Ucap Delia dengan senyum tipis yang membuat Rey menahan kesal dan amarah karna Delia tidak membenarkan ucapannya tadi.
"Hahahaha...." Tawa Ramon semakin pecah mendengar penuturan Delia.
" Aku hampir saja membelikan kalian tiket bulan madu keliling dunia jika benar kalian ini suami istri." Goda Ramon dan membuat Rey memutar bola matanya malas,Rey kemudian menarik tangan Delia hendak meninggalkan Ramon yang masih saja tertawa. Rey begitu kesal dan marah saat ini terlihat dengan cara nya menggenggam tangan Delia yang begitu keras membuat Delia meringis menahan sakit,ada rasa sakit yang memcuak di hatinya,bukan sakit pada tangannya tapi sakit di hati dengan perlakuan kasar Rey.
Rey membuka pintu kamar Rosa saat mereka telah tiba di ruangan yang di tuju,dengan kasar Rey menghempaskan tubuh Delia ke sofa dan membuat dahi Delia terbentur di sudut sofa,sakit tentu saja sakit,tapi bukan sakit itu yang membuat Delia kesakitan tapi perlakuan kasar dari suaminya itu,air mata Delia tak mampu lagi di bendungnya,air mata itu menetes begitu saja yang semakin ia tahan semakin deras pula buliran air itu menetes.Sedangkan Rey yang masih dalam amarahnya masih berdiri di bersedakap dada,ia begitu marah dan kesal karna Delia tak mengakui pernikahan mereka,ia pikir Delia tidak mau menerima pernikahan mereka itulah sebabnya Delia tak mengakuinya sebagai suami di depan sahabat nya.
Hiks....hiks ...hiks...
__ADS_1
Suara rintihan tangisan yang tertahan menyadarkan Rey,ia kemudian menatap Delia yang masih pada posisinya saat ia mendorong Delia dengan kasar,Delia masih duduk tertunduk dengan bahu sedikit berguncang menandakan ia sedang menahan tangisan agar tak terdengar,Rey yang melihat itu tiba- tiba saja menyesali perbuatannya yang menyakiti Delia tanpa ia sadari,ia kemudian menutup mata dan meremas rambutnya menyesali kebodohannya.
Rey adalah pria yang memperlakukan wanita begitu baik,ia tidak pernah berlaku kasar pada seorang wanita ,tapi hari ini ia berlaku begitu kasar pada wanita yang di cintainya itu,ia menendang kaki meja untuk melampiaskan kekesalan dan penyesalannya.
Rey melangkah pelan menuju tempat wanitanya yang masih terguguh ,ia begitu sakit mendengar suara tangisa Delia yang di sebabkan oleh dirinya sendiri,ia kemudian duduk di samping Delia kemudian menarik lembut tubuh Delia ke dalam pelukannya,tidak ada penolakan dari Delia saat ia di peluk oleh Rey ada kenyamanan dan kedamaian yang di rasakan oleh oleh Delia dan membuat tangisannya terhenti meski masih ada sedikit getaran pada bahunya yang di rasakan Rey.
" Maaf...." Ucap Rey penuh penyesalan dan masih memeluk Delia.Sementara Delia hanya terdiam mendengarkan permintaan maaf Rey,ia masih marah dan kesal akibat perlakuan Rey tadi padanya,ia merasa tidak melakukan kesalahan tapi kenapa Rey memperlakukan nya kasar,apakah ini adalah sifat asli Rey yang sesungguhnya,pikir Delia yang masih mencerna kelakuan Rey selama bersama Rey ini kali pertama Rey memperlakukan nya secara kasar,ia jadi sangsi dengan pernikahannya ini jika sifat asli Rey seperti ini.
"Maafkan aku,tadi aku sedikit marah..tapi sungguh aku tidak menyadari kalau aku telah memperlakukan mu dengan kasar,maaf ini tidak akan terulang lagi." Sambung Rey lagi yang ditanggapi diam saja oleh Delia.
"Maaf...." Rey melepas pelukannya dan memegang wajah Delia dengan kedua tangannya,masih terlihat bekas air mata di pipi putih na mulus itu membuat Rey semakin merasa bersalah dan menyesal,ia kemudian mengecup kening Delia begitu lembut dan penuh cinta,kemudian kembali menarik tubuh Delia ke dalam pelukan nya,tidak ada penolakan yang di lakukan Delia ia hanya pasrah,bukan ia menerima begitu saja tapi ia lelah,lelah hati,pikiran dan tubuhnya,hidupnya serasa berubah begitu cepat dan itu sulit diterimanya,ia belum bisa menyesuaikan keadaan dirinya dan hubungan yang tiba-tiba saja terjalin yang membuatnya begitu buntu dan kosong,ia mencintai Rey tapi itu dulu sebelum ia membentengi dirinya untuk mengikis dan menghilangkan perasaannya,tapi saat ia tak punya perasaan lagi pada Rey tiba- tiba saja hubungan mereka berubah jadi sangat dekat.Apakah kini ia telah berubah menjadi perebut milik orang lain, bagaimana jika Mona tahu statusnya kini,dan Rey apakah Rey akan mempertahankan hubungan mereka atau justru Rey akan membuangnya saat mereka tiba di tanah air nanti,jika di bandingkan dengan Mona ia merasa tidak ada apa-apanya.
". Tidak ...aku tidak boleh lirih oleh sikap nya,aku akan membentengi hati ini untuk tidak luluh,aku pernah berhasil melakukan nya dan sekarang juga pasti berhasil,aku pasti bisa." Batin Delia memberi semangat untuk dirinya sendiri untuk bisa melewati semua ini dengan baik,ia kuat dan ia tahu itu .
__ADS_1
" Apakah kamu masih marah ." Ucap menyadarkan Delia dari pikirannya sendiri,Delia hanya menggeleng sebagai jawaban dan membuat Rey lega karna Delia sudah tidak marah lagi." Baiklah ayo kita lihat Rosa." Ajak Rey sambil beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Delia.
Rey kemdian membuka pintu kamar Rosa yang berada di dalam ruangan yang sama dengan mereka tadi hanya di sekat oleh dinding saja.Delia yang tadinya masih terlihat muram seketika tersenyum lepas seolah tidak terjadi apa - apa,ia kemudian melangkah ke arah Rosa yang sedang terlelap.