
Sudah dua hari ini,Rey dan Delia tinggal di mansion,hari ini Rey membawa Delia ke halaman belakang mansion yang membuat Delia semakin terpesona dengan taman bunga dan danau buatan kecil yang berada di halaman mansion,rumput hijau dan pepohonan kecil menambah keindahan alam buatan itu,Rey dan Delia duduk di sebuah bangku yang berada di pinggir danau.
" Aku ingin kita mengawali hubungan ini di mansion ini,jadi mari kita memulai dari awal, berkomitmen dan menjalani kehidupan pernikahan ini sebagai mana mestinya ." Ucap Rey dengan mata memandang kedepan arah danau yang tenang.
Delia menoleh ke arah Rey lalu kembali menatap kedepan,ia kemudian menutup mata sembari memberi ketenangan dan kedamaian untuk sejenak.
" Bukankah kamu mengatakan pernikahan yang terjadi ini hanya untuk menolong nyawaku saja waktu itu?" Tanya Delia , ia ingat betul saat mereka berdebat di rumah sakit saat Delia sudah sadar dan di kejutkan dengan pernikahan nya yang sama sekali tidak ia pahami,waktu itu Rey mengatakan kalau ia terpaksa menikahi Delia karna waktu itu Delia berada di ambang kematian jika operasi tidak segera di lakukan dan untuk melakukan operasi harus ada keluarga yang menandatangani surat persetujuan operasi sementara waktu itu tidak ada keluarga Delia di sampingnya,jadi Rey terpaksa menikahi Delia secara dadakan untuk menyelamatkan nyawanya waktu itu.
"Iya ,tapi sekarang berbeda,mari kita memulai nya dari awal, menjalani pernikahan ini selayaknya...jadi jangan pernah berfikir untuk mengakhiri pernikahan ini ." Rey menatap Delia dengan teduh terlihat harapan yang besar di balik tatapan itu.
Delia membalas tatapan Rey,ia menatap bola mata kecoklatan milik Rey mencari kebohongan akan ucapan Rey,namun semakin ia menatapnya semakin Delia tidak menemukan kebohongan itu yang ia lihat justru sebuah pengharapan dan cinta yang begitu besar Delia dapat merasakan itu meski hanya lewat bola matanya saja.
Delia kemudian menundukkan pandangannya ke bawah untuk memutus tatapan mereka.
" Lalu bagaimana dengan nona Mona,bukankah kalian sebentar lagi akan menikah?"
" Tidak perlu memikirkan dia."
"Tentu saja aku memikirkan nya, bagaimana jika suatu hari hati mu berbalik dan kamu kembali padanya,aku tidak mau menjalin hubungan dengan seseorang yang masa lalunya belum usai."
Rey menatap Delia dengan intens lalu tersenyum
" itu artinya kamu setuju untuk memulai hubungan kita ini?" Tanya Rey dengan penuh harap agar apa yang ada di pikiran nya akan di sambut baik oleh istrinya,Delia mengangguk pelan.
Melihat anggukan Delia ,Rey tersenyum bahagia karna akhir nya Delia mau menerima pernikahan mereka dan memberikan kesempatan untuk mereka menjalani kehidupan pernikahan seperti orang-orang pada umumnya.
__ADS_1
" Tapi ...." Delia menatap Rey yang tengah tersenyum bahagia ,ia pun ikut tersenyum melihat kebahagiaan suaminya,Delia yang semula meragukan kelanjutan pernikahannya,kini sangat yakin akan keputusan nya untuk memberi kesempatan pada hubungan mereka.
" Tapi...kita tidak akan melakukan hubungan seperti suami istri." lanjut Delia yang membuat Rey yang tadinya begitu bahagia tiba- tiba di buat tercengang oleh ucapan Delia padanya.
" Maksudmu..?"
" Ya seperti yang apa kamu pikirkan sekarang."
" Tapi,itu tidak bisa ,mana mungkin kita tidak melakukannya..."
"Kalau begitu mari kita akhiri saja." Potong Delia
" Sampai kapan?" Rey menghela nafas berat,ia tidak mungkinkan tidak menyentuh istrinya seumur hidup,dia kan kaki- laki normal yang mempunyai kebutuhan pribadi yang tidak bisa di tawar.
" Sampai kamu menyelesaikan masa lalu mu dan sampai keluarga mu menerima pernikahan kita,karna aku yakin jika mereka mengetahui pernikahan ini mereka pasti tidak akan menerima nya." Ucap Delia ,ia hanya ingin memastikan semua tidak akan ada yang terluka dan menaruh dendam pada hubungan mereka yang akan berakibat fatal,entah mengapa hatinya mengatakan akan ada badai besar yang akan mereka hadapi.
" Baiklah..."
"Jadi pernikahan ini ,akan kita rahasiakan sampai pada waktu yang tepat untuk kita publikasi kan." lanjut Rey lagi sambil menggenggam erat kedua tangan istrinya itu.
" Aku akan membereskan semua masalah ini,beri aku waktu." Rey mencium pelan kedua tangan Delia yang berada di genggaman nya dan di angguki oleh Delia.
" Baiklah,ayo kita kembali,ini sudah sore...kita harus ke rumah sakit bukan?" Ajak Delia yang beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Rey lalu mereka melangkah meninggalkan danau yang berada di belakang mansion dengan hati yang berbunga-bunga dan di selimuti rasa bahagia.
...****************...
__ADS_1
prang...prang ....suara bantingan barang saling bergemuruh di sebuah apartemen yang di huni oleh seorang wanita cantik dengan keadaan yang sudah sangat berantakan.
Mona terlihat begitu kacau,sudah sebulan ia berada di Singapura dan sudah sebulan juga Rey tak pernah datang ke apartemen untuk menemuinya,bahkan orang suruhannya pun tak dapat menelusuri keberadaan Rey ,Delia bahkan Rosa,mereka seolah menghilang tak berjejak,Mona tak mengira kedatangan nya ke Singapura justru membuat Rey semakin menjauh dari jangkauan nya.
"Aaaaacccchhhhhhh......"Teriak Mona begitu histeris,ia tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh seorang pria,justru dia yang selalu membuat pria lain yang mengejarnya bertekuk lutut dan melakukan apa pun keinginan Mona,tapi lihat lah sekarang keadaan berbalik,dia yang dengan mudahnya menaklukan laki -laki kini untuk menaklukkan seorang Rey begitu sangat berat, jangankan membuat Rey takluk,meliriknya saja Rey tak pernah.
tring....tring .... deringan ponsel menyadarkan Mona dari lamunannya,ia kemudian melirik ponselnya yang berada di lantai berserakan bersama dengan benda lainnya meski begitu ponsel itu masih bisa berfungsi.
"Hallo...." Sapa Mona saat ia menerima telfon dari nomor asing yang tidak ada di kontaknya .
" Hallo,Mon...." Suara seseorang yang berada di seberang telfon.
Mona sejenak terdiam mencerna pemilik suara laki - laki yang menelfonnya, mengingat - ingat suara itu namun semakin dia ingat semakin dia tidak mengenali suara itu.
" Kamu sudah melupakan boy mu ini." seru laki- laki itu seolah mengetahui pikiran Mona.
Mona yang mendengar kata boy seketika tersenyum bahagia karna laki- laki yang menyebut dirinya boy itu adalah orang yang sangat di rindui olehnya,sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu dan kehilangan kontak.
" Boy...." Mona begitu kegirangan melupakan kemarahannya.
" Kamu di mana Sekarang? kenapa baru memberi kabar?aku sangat merindukanmu?" Sambungnya lagi, sementara pria yang menelfonnya hanya tersenyum mendengar ocehan Mona yang begitu bertubi-tubi.
" Aku di Singapura sekarang,dan Minggu depan aku akan ke Indonesia menemui mu."
" Kamu di Singapura? oo my god aku juga ada Singapura sekarang."
__ADS_1
"Benarkah? wah bukankah ini sangat kebetulan,baiklah bagaimana kalau kita bertemu besok?" Ajak Boy dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya .
" Baiklah.... besok aku akan mengabari mu."