Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 77


__ADS_3

"Hentikan semua ini,bukankah Mona sudah akan menikah dengan Rey?apalagi yang kamu takutkan?" Ucap ayah Rey pada ayah Mona di rumah orang tua Rey,ya hari ini ayah Mona datang berkunjung kerumah orang tua Rey untuk merencanakan pengalihan harta serta rencana untuk melenyapkan Delia.Tapi ayah Rey sudah tak ingin lagi melakukan kejahatan dan dosa besar,cukup ia melakukan kesalahan besar di masa lalu tidak lagi sekarang,hidupnya tidak pernah tenang meski di limpahi harta yang berlimpah,dirinya selalu di kejar dosa masalalu.


"Aku tidak akan berhenti sebelum Rey benar-benar menikahi Mona dan itu akan terjadi jika Delia pergi untuk selamanya."Ujar ayah Mona,ia tidak akan berhenti hingga rencananya benar -benar berhasil.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan,aku selalu mengikuti semua perkataan mu,aku bahkan rela membantu mu untuk melenyapkan kakak kandung ku sendiri,apa lagi bukankah harta dan perusahaan yang kamu miliki sekarang sudah milik mu seutuhnya?"


"Aku menginginkan semuanya,aku ingin Rey bertekuk lutut dan mengikuti segala perintahku,jika itu sudah berhasil maka aku akan berhenti."


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?"


"Aku ingin membuat nya seperti ayahnya ."


Ayah Rey tersentak mendengar pernyataan ayah Mona padanya ,ia tak menyangka jika selama ini dirinya hanya di manfaatkan olehnya.


"Kau ingin melenyapkan putraku,jangan pernah menyentuh nya atau kau akan berhadapan langsung denganku." Teriak ayah Rey sambil menarik kerah baju ayah Mona,ia begitu kesal dan menahan amarahnya,hatinya bergemuruh, sedang kan ayah Mona hanya tersenyum kecut melihat reaksi ayah Rey.


"Bukankah kita sudah sepakat untuk melenyapkan anak itu jika kita sudah mendapatkan semuanya,tunggu apa lagi sekarang lah saatnya, sekembalinya Rey dari Singapura aku akan mengatur kecelakaan nya seperti kecelakaan yamg menimpa ayahnya dulu." Ucap ayah Mona sambil melepas kedua tangan ayah Rey yang menarik kerah bajunya.


"Jangan pernah bermain -main denganku ,aku sudah memberikan waktu padamu untuk mendapatkan tanda tangan Rey tapi sampai hari ini kamu belum bisa mendapatkan nya." Lanjutnya lagi.


"Jangan pernah menyentuh putraku atau kamu akan menghadapi kemarahan ku."


"Kamu mengancam ku? kamu lupa siapa orang di balik kecelakaan Bramantyo atau perlu aku ingatkan bahwa kamulah orang yang membayar perawat di rumah sakit itu untuk membunuh nya,yang seharusnya bisa selamat berkat donor darah dari pegawai nya itu,oh aku ingin lihat bagaimana reaksi Rey jika mengetahui kebenaran nya bahwa ayahnya yang begitu dia hormati ternyata dialah orang yang sebenarnya telah membunuh ayah kandungnya."


"Diam kamu,bukan aku yang menyuruhnya tapi kamu."


"Tapi atas persetujuan mu bukan."


pok...pok..pok suara tepuk tangan dari arah pintu utama rumah milik orang tua Rey membuat kedua pria paruh baya yang sedang berselisih itu seketika menoleh dan menghentikan perselisihan mereka,dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui orang yang sedang berjalan memasuki rumah megah itu sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


"Rey ..." Ucap kedua pria itu bersamaan dengan masih di selimuti rasa syok dan terkejut,tak menyangka jika Rey sudah mendengar kan semua pembicaraan mereka.


Ayah Rey begitu syok dan bergetar,melihat tatapan Rey yang sangat tajam dan dingin,ingin rasanya ia berlari dan memeluk putranya tapi melihat tatapan putranya kepadanya, nyalinya menjadi ciut.


"Rencana yang bagus, akhirnya aku mengetahui nya tanpa harus bersusah payah mencari kebenaran nya." Ucap Rey dingin saat sudah berada di hadapan keduanya.


"Ini tidak seperti yang kamu dengar Rey,papa dan om...." Ayah Rey menghentikan ucapannya saat melihat Rey mengangkat jarinya sebagai kode agar ayah nya menghentikan penjelasan yang sudah Rey tak terima lagi.


"Apa yang perlu di jelaskan pa,semua sudah jelas dan aku mendengar semuanya." Ucap Rey menatap tajam ke arah ayahnya,lalu beralih menatap ayah Mona yang hanya terdiam.


"Ingin membuat ku celaka begitu?"


"Tidak nak,papa tidak mung...." Ayah Rey kembali menghentikan ucapannya saat Rey kembali memberi nya kode yang sama.


"Kalau begitu, hadapi aku,aku akan membuka kasus ini kembali." Ucap Rey sambil berlalu meninggalkan keduanya , sejujurnya hati Rey begitu hancur tak bersisa,ia tak menyangka orang - orang yang begitu ia kasihi dan hormati ternyata mereka lah otak di balik kematian orang tuanya ,semua kenangan nya bersama orang tua angkatnya kembali berseliweran di pikirannya.


Rey membentur kan kepalanya pelan pada kemudi mobil,rasa bersalah nya pada Delia semakin besar,ia begitu malu untuk bertemu dengan istrinya itu,ia merasa begitu jahat pada Delia.


Rey berjalan memasuki lobi kantor dan melangkah dengan cepat tanpa membalas sapaan dari para karyawannya,saat ini hatinya benar-benar di kuasai amarah.


Rey membuka pintu begitu kasar dan menutupnya denga keras pula membuat sang sekertaris yang tadi sempat menyapanya jadi terkejut.


"Wah....pak bos seperti nya kembali lagi seperti dulu." Gumam sekertaris Rey saat melihat tingkah Rey.


"Ngapain?" Suara Dion mengagetkan sang sekretaris dan dengan refleks memukul pundak Dion dengan sebuah map.


"Mau bikin orang jantungan ." kesalnya, sedangkan Dion hanya cengengesan.


"Sorry,soalnya aku lihat kamu ngedumel aja."

__ADS_1


"Liat tuh pak bos ,kayaknya penyakit nya kambuh lagi."


Dion menautkan kedua alisnya, menatap bingung ke arah sang sekretaris.


"Pak Rey lagi dalam mode tidak baik-baik saja,jadi saranku jangan menemuinya kalau tidak mau jadi korban amukannya."


" Emang pak bos sudah pulang,bukannya besok baru pulang?"


Sekertaris itu hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.


Tak mendapat jawaban memuaskan Dion beranjak meninggalkan sekertaris Rey lalu berjalan masuk ke ruangan Rey meski hatinya begitu deg - degan,baru saja akan memutar handle langkahnya di hentikan oleh sekertaris lagi.


" Tunggu,beberapa hari yang lalu teman pak bos datang dan menitipkan ini untuk di berikan pada pak bos katanya." Ucap sekertaris Rey saat dia sudah berdiri di depan Dion.


Dion pun menatap heran ke arah map itu namun tangannya tetap mengambil map itu dari tangan sekertaris.


"Siapa namanya?"


"Hhhmmm....pak Ramon kalau tidak salah yang dulu sering datang berkunjung." Jelas sekertaris itu.


Sementara Dion hanya manggut-manggut paham,ia kemudian kembali melanjutkan langkahnya dan membuka pintu ruangan Rey dan sekertaris Rey kembali ke tempatnya.


Dion begitu terkejut saat sudah berada dalam ruangan Rey, pemandangan dalam ruangan itu tak terlihat seperti ruang kerja pemilik perusahaan tapi seperti kapal pecah dimana semua barang berserakan di lantai, sementara pemilik ruangan itu terduduk mendongak di kursi kebesaran nya tidak menyadari kedatangan Dion, pikirannya melayang jauh entah kemana.


"Bos..." Panggil Dion pelan, untunglah hanya sekali panggil Rey lansung merespon panggilan nya.


Rey menatap tajam ke arah Dion,ia melihat map yang berada di tangan Dion,menyadari tatapan Rey pada map yang di pegangnya,ia kemudian memberikan nya pada Rey.


"Tadi di berikan sekertaris bos di luar,katanya dari Ramon." Jelas Dion.

__ADS_1


Rey kemudian mengambil map itu dan membukanya perlahan,dan betapa dirinya di buat terkejut saat membaca isi map itu,tangannya terkepal begitu kuat lalu menatap Dion dengan penuh amarah terlihat dari raut wajahnya dan tatapan matanya yang membuat Dion ingin rasanya menghilang dari ruangan itu sekarang juga .


__ADS_2