
" Bagaimana pendapatmu ? apa menurutmu sebaiknya kita menikahkan mereka secepatnya ?" Tanya tuan Handoko pada istrinya saat mereka tengah istirahat di kamar .
" Malam ini kita akan mengadakan makan malam bersama kedua orang tua Mona ." lanjutnya lagi .
Pak Handoko adalah sosok yang sangat tegas dan keras namun dia juga sebenarnya berhati baik , hanya saja dia selalu memandang orang lain dari harta dan kehormatannnya . Ketika dia sudah memutuskan sesuatu itu adalah keputusan final dan tidak bisa di ganggu gugat . Pandangannya terhadap status sosial sangat penting baginya , dia tidak akan menerima sembarang orang untuk menjadi anggota keluarganya , bibit dan bobot seseorang sangat penting baginya .
" Tapi pa , kita belum membicarakan ini pada Rey ." ujar nyonya Sukma , dia takut Rey akan menolak rencana suaminya , karna dia tahu Rey mencintai wanita lain dan itu bukanlah Mona . Nyonya Sukma merasa berada di persimpangan ,keputusan ini akan mengubah hubungan keluarganya , suaminya dan Rey mempunyai watak yang sama keras dan tak ingin mengalah . Jika sudah memutuskan sesuatu itulah yang akan terjadi , ia takut keputusan ini mengakibatkan perpecahan di keluarganya .
" Untuk apa meminta keputusan Rey ,papa yang akan memutuskannya . Dan ini sudah tradisi di keluarga kita ,keputusan berada di tangan orang tua ." jelas ayah Rey tak ingin di bantah .Nyonya Sukma hanya bisa diam dan tak ingin berdebat , karna ia tahu karakter suaminya . Dia hanya takut keputusan suaminya tak bisa di terima putranya .
__ADS_1
" Katakan pada Rey untuk segera bersiap - siap ." ujar ayah Rey kembali lalu meninggalkan istrinya di kamar . Ada rasa sesak yang menyelimuti hatinya , dia hanya berharap semua akan baik - baik saja .
Malam hari , kedua keluarga Rey dan Mona telah berkumpul di restoran begitu pun Rey dan Mona , Rey belum mengetahui alasan di balik makan malam biasa , dia pikir makan malam biasa seperti yang lalu - lalu . Setelah berbasa basi dan menyelesaikan makan malam mereka , Ayah Rey menatap Rey dengan teduh ada harapan besar yang tersimpan di balik tatapan itu dan Rey tahu itu .
" Bagaimana Rey , apa kamu sudah siap menikah ?" Tanya ayah Rey to the point . Rey hanya menganngguk sebagai jawaban .
" Mama..." Rey melirik ke arah mamanya yang juga menatapnya dengan senyum sulit yang sulit diartikan oleh Rey . "
" apakah mama sudah membicarakan tentang Delia pada papa dan papa menyetujuinya ?" pikir Rey ,senyum sumringah terbit di bibirnya ,melihat reaksi Rey yang tersenyum semua yang hadir ikut berbahagia , karna itu menandakan Rey telah siap ., sedangkan Mona yang melihat reaksi Rey pun sangat bahagia , impiannya untuk menikah dengan Rey akan terwujud dan yang lebih membuatnya bahagia dirinya tidak bertepuk sebelah .
__ADS_1
" Iya pa , Rey mencintainya ." jawab Rey mantap dan yakin . Semua orang bahagia mendengarnya . Ayah Rey lalu berdiri dan memeluk Rey . Rey pun berdiri dan membalas pelukan ayahnya .
" Apa yang aku bilang , Rey mencintainya , ayah tidak pernah salah dalam mengambil keputusan ." ujar ayah Rey senang dan masih dalam pelukan Rey ." Ayah sangat bahagia , karna kamu mencintai Mona dan untuk menikah dengannya ."
Bagai disambar petir di siang bolong , bumi yang di pijak seakan berhenti berputar , dia nya runtuh seketika . Senyum yang semula merekah tiba - tiba hilang dan rasa bahagia berganti mendung .
Rey menatap kearah ibunya yang berada tepat di depannya . Tatapannya yang tajam seolah menusuk relung hati hati ibunya yang tengah tertunduk , tidak ada raut bahagia yang Rey temukan di wajah sang ibu , hanya ada rasa takut bimbang yang Rey temukan dan Rey menyadari ketakutan itu .
Mona yang melihat perubahan reaksi antar Rey dan ibunya , membuat Mona menyadari satu hal , bukan dirinya yang di maksud Rey tapi , ada wanita lain yang telah mengisi hati Rey . Mona tiba - tiba merasa sesak dan sakit menyadari semua ini , dia tidak bisa hidup tanpa Rey dan Rey adalah satu - satunya pria yang di inginkannya dan sekarang dia menyadari ada wanita lain di hati Rey . Mona tak bisa menerima kenyataan itu . Pernikahan ini harus terwujud , bagaimana pun caranya . pikir Mona dengan senyum yang sulit diartikan.
__ADS_1