
Setelah ibu Bramantyo dan Gunawan tersadar dari pingsannya,ia pun memberi restu kepada Bramantyo untuk menikahi wanita yang telah di hakiki oleh putra sulungnya,dan keputusan itu pun semakin menyulut kemarahan Gunawan kala itu,ia pergi meninggalkan rumah begitu saja,hatinya hancur sehancur-hancurnya,wanita yang begitu di cintanya di rebut oleh kakaknya sendiri.
Gunawan pun semakin menelan pil pahit tak kala wanita yang tadinya ingin di jodohkan oleh orang tua mereka untuk Bramantyo terpaksa ia yang harus menggantikan posisi Bramantyo itu,dan dengan sangat terpaksa ia menerima perjodohan itu karna sang ibu memohon padanya demi menyelamatkan nama baik keluarga.
Pernikahan pun akhirnya terjadi antara Bramantyo dan wanita itu,mereka melangsungkan pernikahan begitu meriah dan megah,di hadiri oleh para rekan bisnis dan keluarga besar mereka.
Awalnya pernikahan mereka tidak bahagia,apa lagi setelah wanita itu tahu jika Gunawan ,pria yang di cintai nya itu ternyata adik dari suaminya.
Hingga suatu malam,tiga hari menjelang pernikahan Gunawan dengan wanita pilihan orang tuanya itu ,pertengkaran hebat pun kembali terjadi saat itu, Bramantyo yang pulang larut malam tak sengaja mendengar pembicaraan Gunawan dan istrinya di taman belakang,mereka sedang menangis bersama dan saling menenangkan untuk memberi kekuatan, bagaimana pun hubungan mereka dulu begitu dekat,tiga tahun menjalin cinta membuat mereka masih sulit untuk melupakan ,apa lagi perpisahan mereka yang tak pernah di kehendaki, hanya karna kesalahan satu malam membuat mereka terpaksa harus berpisah,meski sudah berpisah tapi sisa cinta itu tentu tak bisa hilang begitu saja.
Bramantyo mendengar saat istrinya itu menceritakan awal kejadian yang terjadi di antara ia dan Bramantyo saat di hotel,dan ke esokan paginya istrinya bangun dengan mendapati dirinya dengan tubuh polos dan seorang pria yang sedang tertidur di samping nya. Setelah tersadar wanita itu kemudian pergi meninggalkan kamar hotel itu dan pria yang tak lain adalah suaminya kini,dengan perasaan hancur wanita itu pergi,dan sejak saat itu lah wanita itu menghindari Gunawan,hingga tiga bulan kemudian ia mendapati dirinya hamil dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari Jakarta meninggalkan kuliahnya yang sudah akan selesai dan juga meninggalkan pria yang amat di cintainya.
Gunawan pun refleks memeluk wanita yang kini telah menjadi kakak iparnya itu,dan dari kejauhan membuat Bramantyo yang sejak tadi mendengar percakapan mereka kini di Liputi rasa yang berkecamuk,ada rasa marah tapi juga ada rasa kecewa.
__ADS_1
Marah karna Ternyata istri dan adiknya sudah saling mencintai jauh sebelum mereka bertemu,kecewa karna istrinya lebih nyaman bercerita dengan adiknya dan lebih dekat dengan adiknya,dan ia pun juga kecewa pada dirinya sendiri karna telah merenggut kebahagiaan adik dan istrinya secara bersamaan dan tanpa kesengajaan.
Namun amarah Bramantyo kembali memuncak saat dirinya melihat Gunawan mencium kening istrinya dan mengajaknya untuk pergi dari kota ini. Belu. sempat istrinya menjawab sebuah Bogeman mentah mengenai wajah Gunawan secara tiba-tiba,dan membuat istri Bramantyo terlihat syok dan terkejut saat menyadari Bramantyo yang telah memukul Gunawan secara tiba-tiba,dan perkelahian pun tak bisa terelakkan lagi di antara dua bersaudara itu.
Sejak kejadian itu hubungan Bramantyo dan Gubawan semakin merenggang,bahkan hingga Gunawan menikah dengan wanita yang seharusnya di nikahi oleh Bramantyo yang tak lain adalah Sukma.Ya Sukma adalah wanita yang ingin di jodohkan oleh orang tua merek untuk Bramantyo namun semua rencan itu gagal karena Bramantyo menikah dengan wanita lain yang tak lain adalah wanita yang mempunyai hubungan spesial dengan Gunawan adiknya.
Sejak pernikahan Gunawan dengan Sukma, Bramantyo akhirnya memutuskan untuk kelaur dari rumah orang tua mereka dan memilih tinggal di apartemen untuk menghindari keributan yang terus akan terjadi jika mereka tinggal dalam satu rumah.Satu tahun Bramantyo tinggal di apartemen bersama istrinya,hubungan mereka pun semakin membaik,istrinya mulai bersikap baik dan menerima suaminya setelah anak pertama mereka tidak bisa di selamat kan saat istrinya mengalami kecelakaan jatuh di tangga saat Gunawan memaksa untuk membawa nya pergi,padahal saat itu Gunawan baru saja menikah dengan wanita lain.
Hati istri Bramantyo luluh saat Bramantyo merawat dan menunggunya dengan penuh kesabaran dan ketulusan,dan perlakuan itu membuat cinta di antara mereka mulai tumbuh,dan semakin hari cinta itu semakin besar,hingga akhirnya Bramantyo memutuskan pindah ke Singapura membawa istrinya,ia ingin keluarga kecilnya bisa hidup tenang dan bahagia bersama keluarga nya,dan tentu saja menjauhkan Gunawan dari istrinya karena ulah Gunawan lah mereka kehilangan anak mereka.
Duan tahun berlalu sejak Bramantyo memutuskan tinggal di Singapura mereka pun di karuniai anak kedua lagi,putra yang tampan yang kelahiran nya di tunggu sejak mereka kehilangan anak pertama mereka,putra kecil itu sudah tumbuh di perut istrinya sejak mereka masih di Indonesia dan saat di Singapura akhirnya putra mereka lahir di Singapora tak lama setelah mereka tinggal di Singapura.Mereka menjalani kehidupan mereka dengan penuh bahagia.
Sedangkan di Indonesia Gunawan masih terbelenggu dengan cinta masa lalunya, meskipun saat itu ia pun telah lebih dulu di karuniai putra pertama tapi kehadiran seorang putra di pernikahan nya tidak membuat rasa cinta untuk wanita di masa lalunya masih saja menguasai hatinya.
__ADS_1
Hatinya pun masih di Liputi rasa dendam dan sakit hati kepada sang kakak,hingga kabar kedatangan Bramantyo dan keluarga kecilnya sampai di telinganya,jika kakaknya itu akan berkunjung ke Indonesia bersama istri dan anaknya untuk meresmikan salah satu anak perusahaan yang baru saja mereka buka.
Gunawan yang masih menaruh dendam dan sakit hati termakan oleh ucapan asisten Bramantyo yang di percayakan untuk mengurus salah satu anak perusahaan milik Bramantyo.Gunawan yang terhasut oleh provokator ayah Mona saat itu akhirnya setuju untuk bekerja sama untuk menyabotase kendaraan yang akan di kendarai oleh Bramantyo saat ia tiba di Indonesia dan yang mereka kambing hitamkan adalah ayah Delia.
Dan rencana itu akhirnya pun terlaksana dan berhasil, Bramantyo kecelakaan dan meninggal dan kabar kecelakaan itu pun membuat Gunawan yang saat itu ikut terlibat justru menyesali perbuatannya apa lagi kecelakaan itu justru membuat istri dari kakak yang sekaligus merupakan wanita yang di cintai nya justru tewas di tempat akibat kecelakaan itu,sedangkan Bramantyo kritis ,hanya Rey kecil yang tidak mengalami luka serius yang langsung di ambil dan di bawa Gunawan ke rumahnya saat ia tiba di lokasi kecelakaan itu.
Tringgg ...tring....
Suara dering telfon menyadarkan ayah Rey dari lamunannya yang membawanya ke masa lalu.
"Ada apa?" Ucap ayah Rey saat ia menerima telfon yang ada di atas meja.
"Maaf pak,tadi ibu menelfon katanya bapak di suruh ke rumah sakit sekarang."Ucap sekertaris ayah Rey di balik telfon.
__ADS_1
Ayah Rey lalu menutup telfon tanpa mengucapkan satu kata pun,sejenak ia terdiam dan menghela nafas berat lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangannya untuk menuju rumah sakit.Entah mengapa ia merasakan firasat yang tidak enak.