
Delia berjalan mundur hingga tubuhnya tertumpu pada pintu ,dengan sorot mata tajam ia menatap ke arah Rey yang perlahan mendekatinya.
"Mau apa kamu?"Tanya Delia lantang yang seketika membuat langkah Rey terhenti.
"Aku ingin membicarakan sesuatu, menyelesaikan masalah dan Segala kesalahpahaman ini." Ucap Rey masih di posisinya , matanya begitu teduh menatap Delia yang tersenyum kecut mendengar ucapannya.
"Aku rasa tidak ada lagi yang perlu di bicarakan,bukankah kita sudah impas sekarang?"
"Apa maksudmu?" Rey terlihat bingung dan tidak mengerti arah pembicaraan Delia.
" hech...Jika benar ayahku yang telah membuat ayahmu kecelakaan hingga tak tertolong,bukankah kamu juga sudah membuat ayahku celaka hingga tak tertolong juga,bukankah itu sudah impas,apa lagi yang kamu inginkan...ingin melihatku lebih hancur lagi?" Jelas Delia dengan suara sedikit tinggi hingga membuat Revan yang berada di dapur membuat minuman untuk Rey berlari kecil ke ruang tamu Karna mendengar suara Delia,namun langkahnya terhenti saat ia melihat kakaknya itu sedang berbicara serius dengan Rey dan itu membuatnya menghentikan langkahnya dan kembali ke kamarnya tak ingin mengganggu urusan kakak dan kakak iparnya,ya Revan sudah mengetahui bahwa Rey adalah suami kakaknya tapi ia tidak tahu jika mereka mempunyai masalah yang begitu serius Karna Delia tak pernah berbagi cerita perihal rumah tangganya dan Revan pun tak pernah bertanya.
Rey melanjutkan langkahnya mendekat ke arah Delia,ia bingung dan tak memahami arah pembicaraan Delia.
"Apa maksudmu, mencelakai ayahmu,aku tidak pernah melakukan itu apalagi menyuruh seseorang untuk mencelakai nya." Ucap Rey sambil berjalan,dan kini mereka pun saling berhadapan dengan saling menatap jika tatapan Rey penuh penyesalan dan rasa bersalah,maka tatapan Delia terpancar amarah dan benci,Delia menutup matanya sejenak untuk memutus tatapan mereka, setelah di rasa cukup Delia kembali membuka matanya perlahan namun alangkah terkejutnya ia saat Rey sudah berada begitu dekat dengannya,Delia terlihat gugup dan gemetar saat Rey benar-benar mendekatkan wajahnya ke wajah Delia.
__ADS_1
Saking dekatnya Delia bahkan dapat merasakan hembusan nafas Rey.
"Menjauhlah dariku." Ucap Delia sambil mendorong perlahan tubuh Rey yang berada di depannya,tapi dorongan itu tak ada artinya bagi Rey Karna tubuhnya bahkan tak bergeser sedikitpun,Rey menatap wajah Delia dengan lekat,wajah yang sudah begitu lama dirindukannya dalam diam, sedangkan Delia hanya mampu terdiam menahan nafasnya,ia sudah tak mampu lagi berkata -kata Karna ulah Rey.
Cup.....sebuah kecupan di berikan Rey di pipi sebelah kiri Delia,yang membuat Delia mematung ,ia tak menyangka Rey akan melakukan itu sejenak ia terlena akan perlakuan Rey,namun tiba-tiba saja perlakuan buruk Rey padanya muncul di pikiran nya dan membuat nya mendorong tubuh Rey dengan keras hingga membuat Rey sedikit oleng Karna Delia mendorong tubuhnya secara tiba-tiba,untung saja ia dengan mudah menyeimbangkan tubuhnya jika tidak sudah di pastikan tubuh Rey akan terjungkal ke lantai.
"Beraninya kamu,pergi dari sini aku tidak ingin melihat wajah mu ." Seru Delia ,ia kemudian melangkah maju mendekati Rey yang masih terkejut, sedangkan sorot mata Delia menatap penuh amarah dan kebencian kepada nya.Rey dapat melihat dan merasakan nya, tatapan cinta yang dulu di berikan Delia padanya kini telah berubah akibat ulahnya sendiri .
"Kamu mau apa hach,belum puas menghancurkan keluargaku,apa kamu kemari ingin mengusir ku juga dari apartemen teman mu ini hach." Delia mendorong dada Rey hingga membuat Rey melangkah mundur dan Delia melangkah maju.
"Aku membencimu Rey,hari ini aku katakan aku membencimu Rey." Jerit Delia di sertai dengan air mata yang tiba-tiba saja menetes di pipinya seolah menandakan mulut dan hatinya mengatakan hal yang berbeda.
Sedangkan Rey yang mendengar ucapan Delia begitu lemas,ia bahkan menjatuhkan tubuhnya di sofa saking lemasnya,ya Rey akui jika dirinya memang bersalah menghakimi Delia dan keluarganya secara sepihak,tapi kini Rey menyesali nya.
"Dan ya aku sudah mengabulkan permintaan mu untuk menandatangani perceraian itu,aku yakin kamu sudah melihatnya bukan,jadi sudah tidak ada hubungan apa pun lagi di antara kita,jadi aku mohon pergilah aku tidak ingin melihatmu lagi ." Mohon Delia sambil menangkupkan kedua tangannya di dada,Delia sudah begitu berderai air mata.
__ADS_1
Rey yang melihat Delia,begitu syok kedatangannya kemari hanya untuk menyelesaikan masalah tapi nyatanya Delia justru sudah tak menginginkan nya lagi,seburuk itukah Rey memperlakukan Delia hingga Delia begitu sulit menerima nya kembali.
"Jika kamu tidak ingin pergi,baiklah biar saya yang pergi." lanjut Delia lagi,lalu bergegas meninggalkan Rey,namun langkah nya di tahan oleh Rey dengan menarik sebelah tangannya.
"Baiklah,aku yang akan pergi tapi aku akan kembali lagi,aku janji aku akan memperbaiki semua kesalahanku ini,maaf Karna tidak memberimu kesempatan untuk menjelaskan nya waktu itu,aku begitu terbawa amarah ,maafkan aku karna tak mempercayai mu.Tapi kali ini berikan aku kesempatan untuk memperbaiki nya." Ucap Rey,ia terlihat begitu rapuh saat ini,Delia yang memang sejatinya masih menyimpan cinta untuk Rey sejenak luluh tapi bayangan kematian ayahnya dan pengusiran nya saat itu membuatnya kembali mengubur rasa itu.
"Aku tidak peduli , pergilah." Usir Delia sambil membuang wajahnya tak ingin melihat ke arah Rey yang tengah duduk begitu lemas di sofa .
"Baiklah." Rey berdiri dari duduknya lalu melangkah menuju pintu, sebenarnya bisa saja dia memaksa Delia,tapi kali ini ia akan merebut hati Delia kembali dengan caranya sendiri,biarlah kali ini ia mengalah memberikan waktu pada Delia untuk menenangkan hatinya.
Rey pun berlalu dan menghilang dari balik pintu,namun saat Delia akan berjalan menutup pintu ia di kagetkan dengan suara Rey yang tiba-tiba dirinya kembali berada tepat di depan pintu.
"Aku tidak akan menyerah,aku pastikan untuk membawa mu kembali padaku lagi,aku janji." Ucap Rey yakin dan serius dan barulah dirinya benar-benar pergi dan meninggalkan Delia yang terduduk lemas di lantai,hatinya kembali rapuh padahal dengan susah payah dia melupakan Rey,tapi saat ia sudah terbiasa tanpa Rey dan memulai hidupnya kembali justru Rey datang dengan membawa sejuta luka dan air mata.Ya Delia mengakui jika cintanya pada Rey masih sama seperti dulu,tapi semua masalah yang terjadi di antara mereka membuat rasa cinta itu tertutupi.
Sementara di dalam mobil Rey hanya terdiam menahan air matanya agar tak tumpah,hatinya kini begitu teriris menerima penolakan dari Delia,Rey mengakui perlakuan Delia padanya itu juga Karna di akibatkan oleh dirinya sendiri,jika saja waktu itu Rey memberikan Delia kesempatan untuk menjelaskan nya dan jika saja ia mencari kebenaran yang sebenarnya semua ini tidak akan seperti ini,tapi kini ia telah bertekad untuk menaklukkan hati Delia kembali.
__ADS_1