Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 105


__ADS_3

Saat ini Rey dan Delia sudah berada di Singapura,mereka sedang menikmati bulan madu mereka sekaligus menjenguk Rosa yang masih dalam perawatan.


"Lagi ngapain sih?" Tanya Rey sambil merapikan anak rambut Delia yang tertiup angin.


"Hanya memandang lautan luas ini,begitu damai dan menenangkan." Jawab Delia dengan senyum .


"Tapi air yang tenang itu sebenarnya sangat berbahaya." Lanjut nya lagi lalu memutar tubuh nya menghadap ke arah Rey sambil menggelantung kan kedua tangannya di leher Rey.


" Seperti suamiku,terlihat tenang tapi sebenarnya berbahaya." Kekeh Delia , mendengar ucapan istrinya Rey berpura-pura cemberut.


"Jadi aku ini berbahaya?"


"Berbahaya jika ada yang mengganggunya." Ujar Delia lalu mengecup kedua pipi Rey.


Mendapat peluang dari sang istri ,Rey lalu menggendong Delia masuk ke dalam kamar dan mereka larut dalam balutan cinta yang halal dengan di suguhi hamparan air laut yang tampak indah meski hanya di lihat dari dinding kaca kamar hotel tempat mereka memadu kasih yang view nya langsung menghadap ke laut.


*


*


*


Rey dan Delia saling bergandengan tangan berjalan di lorong-lorong rumah sakit menuju kamar perawatan Rosa.


Seharusnya mereka datang besok,tapi Delia sudah begitu merindukan Rosa jadi mereka berkunjung di malam hari.


Rey dan Delia tercengang saat baru saja membuka pintu kamar Rosa,mereka di kejutkan kehadiran orang tuanya di kamar itu, sedangkan ayah dan ibu Rey menoleh secara bersamaan ke arah pintu dimana Rey dan Delia sedang berdiri.

__ADS_1


"Rey..." Ucap ibu Rey sambil berdiri lalu berjalan mendekati Rey dan Delia,dengan mata berkaca-kaca ibu Rey menatap putra yang selama ini begitu di rindukannya,ibu Rey memegang ke dua pundak Rey dengan senyum bahagia.


"Kamu datang?" Ucap ibu Rey dengan air mata yang tak terbendung lagi, sedangkan Rey hanya menatap ibunya dengan diam, sesekali ia membuang wajahnya agar air matanya tak jatuh.


Sejujurnya Rey begitu merindukan ibunya,wanita yang membesar kannya dari kecil dengan penuh kasih sayang,yang tak membedakannya dengan almarhum kakaknya.Wanita yang selalu ia nomor satukan itu kini berada di depan matanya,tapi Rey menjaga jarak itu,ia begitu kecewa dengan kenyataan yang sampai hari ini belum bisa ia terima.


Rey melirik ke arah ayahnya yang sedang duduk di samping tempat tidur Rosa,lalu kembali menatap ibunya .


Delia yang melihat kecanggungan itu,dengan sigap meyalami ibu mertua nya itu,dan ibu mertuanya pun menerima nya dengan senang hati.


"Dokter Delia." Sapa ibu Rey sedikit canggung sambil tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya.Pertemuan pertama mereka sejak Rey dan Delia menikah.


"Masuklah..."Ajak ibu Rey,lalu menggandeng tangan Rey dan Delia masuk ke dalan kamar, keduanya hanya terdiam mengikuti langkah ibu mereka.


Delia terlihat begitu canggung,ingin menyapa ayah mertuanya tapi ia takut tak mendapat respon, sedangkan Rey hanya berdiri diam di samping Delia,tak ada niat untuk menyapa ayahnya yang ada hanya rasa kecewa.


"Kemarin nyonya." Delia yang menjawab , sedangkan Rey masih betah dengan menutup mulutnya,lidahnya tiba-tiba keluh.


"Kenapa masih memanggilku nyonya,panggil mama saja,seperti Rey memanggilku,kamu kan menantu kami." Ucap ibu Rey dengan senyum tipis.


Delia hanya mengangguk dengan senyum malu-malu nya.


"Bagaimana keadaan Rosa,ma ?" Tanya Delia lagi,Karna kedua pria mereka saling diam tak menyapa,hanya Delia dan ibu mertuanya yang mengobrol mencairkan suasana.


"Alhamdulillah sedikit ada kemajuan,walau hanya sedikit setidaknya itu lebih baik."


Ibu Rey menoleh ke arah Rosa,yang sedang tertidur pulas, akibat efek obat yang beberapa menit yang lalu di minumnya, sebelum Rey dan Delia datang.

__ADS_1


"Ayo ,kita pulang." Ajak Rey sambil berdiri dari duduknya.


Delia mendongak menatap suaminya itu,ada rasa gelisah dan tak tenang yang di lihat oleh Delia.


Delia pun berdiri mengikuti Rey.


"Sekarang?" Tanya Delia meyakinkan,pasalnya mereka baru saja tiba,bahkan mereka belum melihat Rosa.


"Kalian kan baru saja datang,kenapa tiba-tiba ingin pulang?"Tanya ibu Rey , rasa bahagia nya tadi Karna kedatangan putranya berubah jadi sendu.


"Masih ada waktu yang lain,aku lelah ingin istirahat." Ucap Rey tak ingin menatap ibunya,Karna jika ia menatap wanita yang membesar kannya itu,hatinya jadi lemah.


"Ayo..." Ajak Rey sambil menggandeng tangan Delia dan beranjak meninggalkan orang tuanya.


Ibu Rey tak dapat berbuat apa-apa,ia hanya mampu melihat kepergian putranya bersama menantunya itu,ada raut kecewa dan sedih tergambar di wajahnya


Putranya yang dulu begitu ia banggakan kini telah berubah,seperti orang asing.


hiks...hiks...tangis ibu Rey pecah saat putranya itu sudah menghilang di balik pintu,ibu Rey terduduk lemas di sofa dengan wajah sendu.Bayangan Masa lalu saat Rey baru pertama kali menginjakkan kakinya di rumahnya berlari - berlari kecil ke arah nya untuk memeluk dirinya,saat itu ayah Rey membawa Rey masuk kerumahnya setelah kecelakaan yang menewaskan orang tua kandung Rey yang sekaligus adalah kakak kandungnya.


Ia membesar kan Rey dengan tangannya sendiri tanpa bantuan pengasuh.Hatinya teriris melihat perubahan sang putra pada dirinya,padahal Rey begitu menyayangi dan menghormati dirinya,Rey adalah anak yang hangat di dalam keluarga.


"Sudahlah Ma,jangan menangisinya,biarkan dia menjalani hidupnya sendiri,mencari kebahagiaan nya ." Ucap ayah Rey lalu mengusap lembut bahu istrinya .Hatinya pun sama dengan istrinya,begitu sakit dan kecewa,tapi ia tak bisa menyalahkan Rey,Karna perubahan sikap Rey pada mereka Karna kesalahannya sendiri.


"Aku merindukan putraku yang dulu,bawa dia kembali padaku,aku hanya ingin dia." Pinta ibu Rey sambil memeluk suaminya ,melepas segala sesak dan kesedihan nya.Bukankah hal yang paling menyakitkan bagi seorang ibu adalah kehilangan sosok putra putri nya.


"Usia kita semakin menua,mau sampai kapan kamu diam dan tidak meminta maaf pada Rey.walaupun kita lebih tua tapi kita telah melakukan kesalahan-kesalahan yang begitu besar yang membuat hati anak kita begitu kecewa.Pergilah meminta maaf padanya,lupakan rasa gengsimu,aku yakin Rey pun pasti akan memaafkan semua kesalahanmu di masa lalu." Bujuk ibu Rey pada suaminya, sedangkan ayah Rey hanya diam membisu.

__ADS_1


Harga diri dan gengsi nya yang begitu tinggi telah membutakan mata hatinya,meski sadar telah melakukan kejahatan pada keluarga kakak nya kandung nya sendiri,tapi meminta maaf pada anak yang telah di besarkannya itu adalah sesuatu yang mustahil baginya.Ayah Rey justru yang mengharapkan Rey datang padanya ,hati mereka sama-sama keras tak ada yang ingin mengalah untuk memperbaiki hubungan yang sudah begitu Renggang.


__ADS_2