Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
episode 16


__ADS_3

Delia begitu terpesona dengan ruangan di rumah Rey,semua perabotan terlihat mewah dan mahal tiba-tiba saja dia merasa minder dengan kemewahan yang terlihat di rumah itu,ada kekaguman sekaligus ketakutan.


Sementara Rey meninggalkan Delia seorang diri di ruang tamu,Rey menuju kamarnya untuk membersihkan diri sejenak lalu menemui Delia lagi ini adalah kesempatan langka yang tak boleh di lewatkan pikirnya.


Delia masih saja terpesona dengan kemewahan rumah Rey tanpa menyadari bahwa dari tadi ada mata yang terus memperhatikannya.


"Dokter Delia."sapa seseorang dari belakang tempat Delia berdiri.Mendengar namanya di sebut Delia menoleh kesumber suara lalu tersenyum saat melihat orang yang tadi menyapanya."Maaf dokter membuat anda lama menunggu sendirian tadi saya ada sedikit pekerjaan."Sambung orang itu yang merasa tidak enak karna membuat orang yang di undangnya menunggu sendirian.


"Tidak apa-apa nyonya,itu bukan masalah."jawab Delia dengan ramah."Maaf kalau boleh tau Rosa ada di mana nyonya?" sambung Delia lagi dia ingin secepatnya bertemu dengan Rosa karna sudah sangat merindukan gadis kecil itu.


"Ada di kamarnya di atas dari tadi dia tidak mau keluar sebelum dokter menemuinya,maaf ya dok sudah merepotkan anda?"


"Tidak masalah dan saya tidak merasa di repotkan kok nyonya saya malah senang bisa bertemu dengan Rosa."


"Terimakasih,ayo saya antar ke kamarnya Rosa."ajak nyonya Sukma pada Delia.


Delia mengikuti nyonya Sukma dari belakang,saat tiba di lantai dua dirinya berpapasan dengan Rey yang baru saja keluar dari kamar.

__ADS_1


"Masuklah..."Ucap nyonya Sukma sambil membuka pintu kamar Rosa.Delia melangkahkan kakinya dari ambang pintu terlihat Rosa sedang duduk membelakangi pintu kamarnya,ia sedang sibuk menggambar dan tidak menyadari kedatangan mereka.


"Duh,cucu oma...sibuk banget kayaknya,lagi ngapain,sayang?" Tanya nyonya Sukma menghampiri cucu kesayangannya.Rosa yang sedang fokus menggambar seketika menghentikan aktifitasnya saat mendengar suara omanya.


"Oma...omm...Mommy!" Seru Rosa saat melihat Delia sedang berdiri di ambang pintu bersama Rey di sampingnya,seketika Rosa beranjak meninggalkan tempatnya dan berlari kecil memeluk Delia. Dia begiti bahagia melihat Delia berada di kamarnya, wanita yang beberapa hari ini sangat di rindukannya.


"Mommy lama banget sih,menemui Rosa.Rosa kan kangen sama Mommy". Cerocos Rosa sambil melipat tangan di dada dan tak lupa bibirnya yang manyun.


"Maaf sayang mommy begitu sibuk,mommy harus menyelesaikan pekerjaan mommy dulu.maaf ya." Dengan mensejajarkan Tingginya dengan Rosa." Maaf ya.."sambil memegang kedua telinganya.


"Duh....pintarnya , anaknya siapa sih ." sambil memegang kedua pipi Rosa gemas.


"Jadi sekarang Daddy di lupakan ." ucap Rey pura- pura ngambek.


"Daddy ngambek ni ceritanya ." goda Rosa sambil cengiran . Rey yang di goda pun semakin cemberut .


"Mom , bantuin daddy dong ." Refleks Rey tanpa sadar membuat nyonya Sukma senyum- senyum melihat tingkah konyol putranya , yang membuat Delia jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Ihhh... daddy apaan sih ,inikan mommy nya Rosa bukan mommy nya daddy , jadi hanya Rosa yang boleh manggil mommy, daddy no ." protes Rosa yang membuat semua orang di kamar itu tertawa .


* * *


Di tempat yang berbeda , tepatnya di kediaman keluarga Mona, ayah Rey dan kedua orang tua Mona tengah membicarakan perihal perjodohan Rey dan juga Mona , mereka sepakat untuk segera menikahkan keduanya .


" Jadi , kapan kita akan melaksanakan pernikahan mereka ." tanya ayah Mona pada ayah Rey.


"Secepatnya , lebih cepat lebih bagus , mereka berdua juga sudah saling mengenal dan dekat , jadi untuk apa lagi menunda - nunda ." jawab ayah Rey .


" Tapi , kita juga harus menanyakan pendapat mereka berdua dulu , apakah mereka siap dan mau menikah , pendapat mereka sangat di perlukan karna mereka yang akan menjalaninya ." ujar ibu Mona bijak .


"Bukankah Mona yang menginginkan pernikahan ini Ma , apa mama lupa yang di katakan Mona dulu , bahwa dia hanya akan menikah dengan Rey saja ."


" Tapi Pa , kita belum menanyakan perihal ini pada Rey , apa kah dia siap dan mau menikahi Mona atau tidak . Tuan Handoko baiknya membicarakannya dulu pada Rey ." usul ibu Mona .


" Menurutku Rey tidak akan menolak perjodohan ini . Saya yakin itu .tap , ya .. untuk lebih meyakinkan kita lagi , bagaimana kalau malam ini, kita adakan makan malam di restoran saya saja ." usul ayah Rey dan di angguki kedua orang tua Mona .

__ADS_1


__ADS_2