Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 104


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kesepakatan yang telah di lakukan Rey dan Mona untuk mengambil keputusan dan hari ini adalah waktunya.


Rey sudah mengambil keputusan yang tepat menurutnya dan Dion pun mendukung keputusan bos nya itu.


Mona dan ayahnya kini berada di ruangan Rey sedang menunggu kedatangan Rey .


Mona dan ayahnya menoleh saat mendengar suara pintu di buka seseorang,Nampak Rey berjalan masuk dan di ikuti oleh Dion di belakangnya.


Mona tersenyum manis saat Rey meliriknya sebentar.Rey duduk di kursi kebesarannya dan Dion berdiri di sisi nya, sedangkan Mona dan ayahnya duduk di sofa.


"Bagaimana keputusan mu?" Tanya ayah Mona to the point,ia sudah tidak sabar lagi mendengar keputusan Rey yang menurutnya akan menguntungkan untuknya dan putrinya.


"Tenanglah tuan,bos sudah mengambil keputusan yang tepat ." Jawab Dion dengan tenang, sedangkan ayah Mona terlihar kesal saat Dion yang justru menjawab nya.


"Tidak perlu mengadakan pesta yang mewah,cukup sederhana saja yang penting sah Karna aku juga seorang wanita ,aku paham perasaan Delia jadi untuk menjaga perasaannya kita menikah dengan sederhana saja ." Ujar Mona antusias,ia sudah begitu bahagia Karna impiannya untuk menikah dengan Rey sebentar lagi jadi kenyataan.


"Pede sekali kamu,aku belum mengatakan keputusan ku,tapi kamu sudah membicarakan pernikahan." Ucap Rey dingin.


"Apa maksudmu? Tanya ayah Mona yang mulai menangkap sesuatu dari ucapan Rey.


"Dion..." Panggil Rey.


"Baik bos ." Ujar Dion paham akan maksud Rey,ia kemudian merogoh sakunya lalu menekan tombol ponselnya memanggil seseorang.


"Masuklah." Ucap Dion saat seseorang menjawab telfonnya .


Sementara Mona dan ayahnya menatap bingung.Ayah Mona merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi.


Seseorang membuka pintu ruangan Rey dan di ikuti oleh beberapa orang pria berseragam polisi masuk ke ruangan Rey.


"Apa maksud semua ini?" Tanya ayah Mona sambil berdiri dari duduknya,ia mulai merasa ada yang tidak beres.


" Tangkap ke dua orang ini." Ujar Rey lalu menatap Mona dan ayah nya yang mulai panik karna semua kejadian ini di luar dugaan nya,mereka pikir Rey akan menerima tawaran mereka.


" Apa maksudmu Rey,kamu ingin memenjarakan ku dan Daddy atas dasar apa? Seharusnya aku yang memenjarakan mu karena telah melecehkan ku bahkan sudah merenggut kesucian ku." Ucap Mona dengan suara di buat sesedih mungkin untuk mencari pembenaran dari kepolisian.


Rey beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah sofa dimana Mona dan ayahnya berada,sambil tersenyum kecut Rey menatap Mona dengan sorot mata tajam.


"Bukankah waktu itu aku tengah mabuk berat hingga tak sadar dan Karna tak sadar aku bahkan tak merasa menikmati hubungan itu,tapi kamu..bukankah kamu dalam keadaan sadar dan dengan sadar merelakan tubuhmu untuk ku nikmati,jadi sebenarnya siapa yang melecehkan siapa,kenapa waktu itu kamu tidak pulang saja tapi justru malah membawaku masuk ke kamar dan dengan sadar kamu membuka pakaian mu sendiri,itukan yang kamu lakukan?" Ucap Rey yang berhasil membungkam Mona dan ayahnya.


Mona mulai panik karna kebenarannya sudah di ketahui oleh Rey secepat ini.


"Bawa mereka dan jangan melepaskan nya ." Perintah Rey .


"Jangan menyentuh ku." Teriak Mona ,ia berusaha sebisa mungkin menghindari polisi itu yang mulai mendekati nya,ia bersembunyi di balik tubuh ayahnya berharap perlindungan.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Rey,kamu yang seharusnya di tangkap Karna telah menyentuh putriku."


Oh..ya,apa perlu aku mempertontonkan bukti aslinya,disini agar mereka semua dapat melihat semurahsn apa putri mu ini."


Mona dan ayahnya kini di seret oleh beberapa polisi dan membawa mereka ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.


" Jangan coba-coba bermain - main denganku,kalian tidak tahu seberapa berbahaya nya aku jika ketenangan ku di ganggu." Ujar Rey penuh penekanan saat Mona dan ayahnya sudah berada di dalam mobil polisi .


"Selamat menikmati hari-hari indah kalian di penjara."


*


*


*


Sore hari setelah membereskan masalah nya dengan Mona dan ayahnya,pundak Rey terasa sangat ringan,tak ada lagi beban yang membuatnya gelisah.


Rey mengemudikan mobilnya pulang ke apartemen,ia sudah begitu merindukan istrinya yang sedang menunggunya di apartemen.


Ting...Tong...


Rey memencet tombol bel apartemen nya,tak berselang lama seorang wanita cantik membuka pintu untuknya,Rey kemudian masuk ke dalam lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.


Delia keluar membawa kan segelas air putih untuk Rey.


"Makasih sayang..." Ucap Rey lalu meminum air pemberian Delia dan sekali tenggak isi gelas itu tandas.


"Kamu kelihatan begitu lelah,mandi lalu istirahatlah..aku akan menyiapkan makan malam."


Rey menarik tubuh Delia yang baru akan beranjak,tubuh Delia jatuh tepat di pangkuan Rey,Rey lalu memeluk Delia sambil menyandarkan wajahnya di bahu Delia.


"Aku merindukan mu sayang."


"Aku juga,ayo mandi dulu setelah itu istirahat."


"Mandikan aku." Pinta Rey manja,Delia melotot kan matanya mendengar ucapan Rey.


"Kamu kan bukan bayi lagi,kenapa harus di mandikan sih."


"Ayolah sayang." Mohon Rey lalu menggendong tubuh Delia dan membawanya masuk ke kamar mandi.


Setelah berada di dalam kamar mandi,Rey lalu memasukkan tubuh Delia ke dalam bathtub yang sudah di isi Delia dengan air hangat dan aromaterapi untuk mandi suaminya nanti,tapi justru ia pun ikut mandi bersama Rey,bukan hanya mandi mereka bahkan melakukan proses pembuatan anak di kamar mandi.


Mandi yang seharusnya berakhir hanya dalam waktu tiga puluh menit terpaksa harus berakhir dalam waktu dua jam,itu pun Delia sudah meminta untuk berhenti Karna tubuhnya benar-benar di buat lelah oleh Rey.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar mandi,Rey dan Delia memakai baju santai.


"Semoga Rey junior segera mengisi perut ini." Ucap Rey sambil mengelus perut Delia dengan lembut.


"Amin..."


Delia pun sama,ia sudah tidak sabar untuk menunggu kehadiran Rey junior di dalam pernikahan mereka.


"Bagaimana kalau kita honeymoon?" Ajak Rey sambil menatap Delia yang sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


"Kemana?"


"Kemana saja,kamu ingin berkunjung ke negara mana?"


", Bagaimana kalau ke Singapura saja,sekalian menemui Rosa,aku sudah sangat merindukan nya."


"Baiklah, tiga hari lagi kita berangkat."


"Hach secepat itu,bukankah bulan depan."


"Lebih cepat lebih baik kan,agar Rey junior cepat mengisi perutmu ini."


Rey lalu mengecup kening Delia dengan penuh kasih sayang.


"Lalu kita ke Jerman, boleh?


"Apa pun yang kamu inginkan." Ucap Rey dengan senyum bahagia,Delia pun ikut tersenyum bahagia.


Rey begitu memanjakan dirinya.Ia sangat bersyukur karna Rey adalah suaminya.Delia kemudian memeluk sang suami dan di balas oleh Rey ,mereka saling berpelukan untuk menyalurkan perasaan yang begitu dalam untuk satu sama lain.


"Aku akan menyiapkan makan malam." Ujar Delia lalu melepaskan pelukannya.


"Tidak,malam ini aku yang akan memasak untukmu."


"Benarkah,kamu bisa masak?" Tanya Delia ,ia sedikit terkejut mendengar ucapan Rey,Karna selama bersama Rey belum sekalipun ia melihat Rey berada di dapur.


"Jangan menyepelekan ku ya ." Ucap Rey lalu menggandeng tangan Delia menuju ke dapur.


"Duduk dan tunggu makanannya." Ujar Rey sambil menarik kursi untuk Delia duduki.


"Baiklah,semoga berhasil..." Ucap Delia memberi semangat.


Rey mencium kening Delia kembali lalu mengecup bibirnya sebentar.


"Obat penyemangat." Ujar Rey saat melihat Delia ingin protes Karna mencuri ciumannya.

__ADS_1


Delia hanya tersenyum melihat tingkah konyol suaminya itu.


__ADS_2