
Rey melotot dengan mulut menganga melihat semua makanan yang di pesan Delia habis tak tersisa,ia menggeleng pelan melihat kenyataan di depan matanya,wanita yang berprofesi dokter ini benar-benar sangat berbeda dengan wanita kebanyakan.Delia yang begitu apa adanya,ia menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya tidak seperti wanita lain yang pernah di temuinya.Jika wanita lain yang berada di depannya saat ini mereka pasti akan menjaga image anggun dan terlihat menyembunyikan jati diri mereka,tapi Delia dia adalah wanita yang berbeda semua yang dia tampakkan pada dirinya itulah yang sebenarnya.Biasanya seorang dokter akan bersikap anggun tapi tidak dengan Delia semua nya berbeda dan itu hanya Delia yang memilikinya.Diam - diam Rey semakin jatuh hati dengan wanita di depannya ini.Ada rasa yang berbeda yang dirasakan oleh Rey saat bersama Delia,rasa bahagia dan menjadi dirinya sendiri,rasa nyaman dan entah apa lagi,rasa yang hanya dirasakan Rey tanpa bisa di ungkapkan.
"Badanmu begitu kecil dan mungil tapi porsi makanmu sangat banyak." Ujar Rey saat mereka telah selesai menghabiskan makannya.Delia hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Rey.Porsi makannya memang banyak,ia sangat menyukai makanan.Tapi walaupun dia jago makan tapi badannya tidak gemuk- gemuk dan itu akan membuat wanita lain iri.Delia bisa makan apa saja dan sebanyak nya tanpa harus memikirkan kenaikan berat badannya tidak seperti wanita lain yang harus menjaga pola makan agar tubuhnya tetap terlihat langsing.
"Hehehe,aku memang doyan makan..."Ujar Delia tanpa rasa malu.
"Kamu sudah kenyang,atau masih ingin tambah lagi." goda Rey yang membuat Delia berdecih kesal.
" jangan meledekku, Sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan,jangan bilang ini hanya alasanmu saja mengajakku makan."
" Tapi sebelum aku mengatakannya,kamu jangan marah atau memotong pembicaraanku,kamu selalu saja memotong pembicaraan orang lain sebelum selesai."
"Iya baiklah,sekarang katakan aku akan mendengarnya dengan baik ."
Hening.....tiba- tiba saja keduanya diam.
Rey mengatur nafasnya untuk merilekskan pikirannya.
" Menikahlah denganku." Ucap Rey tiba- tiba,suasana cafe yang ramai tiba-tiba saja hening bagi Delia,kakinya seakan tidak lagi berpijak di bumi saking syoknya mendengar ucapan Rey barusan.
"Kamu melamarku?" Tanya Delia saat dia sudah tersadar dari keterkejutan nya,bisa- bisanya laki - laki di hadapannya ini tiba- tiba mengajaknya menikah,tanpa ada angin dan petir tiba - tiba saja hujan.
__ADS_1
"iya,aku ingin menikah denganmu." Rey terlihat begitu serius dan yakin dengan keputusannya,Delia menatap bola mata Rey mencari kebohongan tapi tidak dia temukan,tiba-tiba saja jantungnya berdetak begitu cepat.Namun detik kemudian Delia tertawa untuk menutupi kegugupannya.
"Hahahsh,jangan bercanda kamu,kamu pikir pernikahan itu mainan hingga kamu mengatakannya dengan mudah." Delia sedikit salah tingkah akibat ucapan Rey.
Rey mendengus,lalu menatap Delia serius.Delia yang di tatap serius oleh Rey jadi merinding sendiri.
" Sebenarnya aku ingin melakukan kesepakatan dengan mu."
" kesepakatan?" lirih Delia bingung... perasaannya tiba-tiba saja jadi tidak enak,kata kesepakatan membuat pikirannya traveling ke mana-mana.
" Jangan berfikir aneh-aneh." ucapa Rey seolah mengetahui isi pikiran Delia." Aku ada masalah,aku di jodohkan dengan Mona pertunangan kami akan diadakan 3 bulan lagi,aku tidak ingin menikah dengannya karna aku tidak memiliki perasaan lebih padanya,aku hanya menganggap nya teman saja.Aku pikir Mona juga hanya menganggap hubungan kami hanya sebatas teman saja tapi aku salah dia setuju dengan perjodohan ini."
"lalu...!"
"Bantulah aku untuk....hemmm berpura-pura jadi pacarku dan menikahlah denganku.Maksudku kita akan melakukan kesepakatan."Jelas Rey panjang lebar.
Delia tersedakmendengar ucapan Rey,ia menatap Rey dengan tajam seolah tatapannya ingin menelan Rey hidup-hidup.
" Aku tidak mau."
"Hach...."
__ADS_1
"Dengar ya tuan pertama kita tidak sedekat itu sampai harus melakukan kesepakatan,kedua pernikahan bukan mainan yang harus di lakukan hanya karna kesepakatan,ke tiga aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup dengan orang yang mencintaiku."jelas Delia menolak klpermintaan Rey.
Rey menarik nafas nya."Aku akan melakukan apa pun agar kamu mau menerima kesempatan ini,tolonglah...aku benar-benar tidak ingin menikah dengannya."
"kalau begitu kenapa tidak jujur saja pada mereka ,katakan pada mereka kalau kamu menolak pernikahan ini,beres kan."
" jika semudah itu sudah aku lakukan.Ayahku tidak menerima alasan apa pun."
" kalau begitu terima saja."
"Sudah ku katakan aku tidak mencintainya,aku mencintai wanita lain."
" Hach....kau, benar-benar keterlaluan kalau kamu mencintai wanita lain lalu kenapa datang kepadaku,kamu pikir aku....ya Tuhan ." Delia terlihat kesal ia bahkan tidak sanggup melanjutka ucapannya."kalau begitu menikahlah dengan wanita pujaanmu itu."sambung Delia dengan menekan setiap kata yang di ucapkan ya .
"ini aku lagi melamar nya." ucap Rey Santai tapi serius .
" jangan bercanda kamu,kamu membuang waktuku saja." Delia berdiri dari duduknya namun kembali duduk saat seseorang menghampiri mereka.
" Rey kamu di sini." ujar Mona saat sudah berada di meja Rey dan Delia.Mona menarik kursi yang berada di samping Rey lalu duduk tanpa permisi,ia bergelayut manja di lengan Rey,seolah ingin menunjukka bahwa Rey adalah miliknya.
Delia yang melihat tingkah Mona memutar bola matanya malas,wanita di depannya ini benar-benar tidak tahu tempat.Rey yang melihat tatapan tak suka Delia pada Mona ,membuatnya punya ide untuk membuat Delia menerima kesepakatan yang di tawarkan nya,Rey tersenyum tipis tapi tidak ada yang menyadari senyuman nya.
__ADS_1
" Heemmm,kamu ngapain di sini?" Tanya Rey yang akan memulai ide konyolnya.Sementara Mona masih saja bergelayut manja di lengan Rey dan Rey membiarkannya saja, sebenarnya Rey sangat tidak nyaman berada di dekat Mona apalagi dengan tingkah Mona yang seperti ini,namun demi memuluskan ide konyolnya Rey harus menahan kekesalannya pada Mona.
Delia terlihat tidak nyaman melihat adegan di depan matanya,entah mengapa ada rasa yang aneh pada dirinya,rasa marah dan tak rela melihat ada wanita lain yang bermanja pada Rey,namun perasaan itu segera di tepisnya.