Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 109


__ADS_3

Sudah sebulan Rey dan Delia pulang dari Singapura dan sudah sebulan itu pula belum ada kabar mengenai keberadaan Rosa di rawat . Keberadaan nya seolah hilang di telan bumi, orang-orang suruhan Rey pun tidak banyak mendapatkan informasi.


" Apa saja yang kalian lakukan,mencari keberadaan seorang anak kecil saja kalian tidak becus,apa saja yang kalian kerjakan." Maki Rey saat Dion melaporkan hasil pencarian anak buahnya yang belum mendapatkan hasil.


Dion hanya berdiri terdiam sambil menunduk,ia juga merutuki kegagalan nya dalam misi ini.


"Maaf bos,saya akan memperluas pencarian saya dan anak buah saya bos." Hanya kata itu yang bisa Dion ucapkan sekarang,karna ia pun merasa bingung,ini kali pertama nya ia dan anak buah nya begitu sulit menemukan keberadaan orang yang di carinya.Padahal kasus -kasus sebelumnya begitu mudah ia tangani,termasuk kasus ayah Mona,mereka begitu mudah menghancurkan kerajaan ayah Mona,tapi kenapa hanya mencari keberadaan seorang anak kecil dia dan anak buahnya begitu sulit memecahkannya?.


"Aku beri waktu satu Minggu,jika belum juga menemukan nya,kalian akan menerima hukumannya." Ujar Rey berapi-api.


"Ba...baik bos." Ujar Dion gugup karna tentu saja ia tahu maksud hukuman seperti apa yang di maksud oleh Rey.Sepertinya ia dan anak buahnya harus bekerja lebih ekstra lagi,apa lagi waktu yang di berikan oleh Rey hanya satu Minggu, waktu yang begitu sangat singkat .


Setelah pembicaraan mereka di rasa selesai Dion undur diri,ia akan segera menemui anak buahnya untuk mengatur rencana yang baru lagi.


"Kemana papa membawa Rosa?" Gumam Rey,sorot matanya terlihat begitu marah, menyimpan segala rasa yang berkecamuk karna kali ini ia akan menghadapi ayahnya sendiri.


"Kamu yang memulai Pa,jangan salahkan aku jika kali ini aku akan menentang mu." Batin Rey sambil menatap pemandangan jalan raya yang begitu padat di balik dinding kaca.

__ADS_1


Di tempat lain,Delia baru saja selesai melakukan operasi pada seorang anak .Delia berjalan menuju ruangannya dengan matanya memandang kearah taman yang berada di sisi koridor rumah sakit,baru saja akan membelok, tanpa sengaja matanya melihat seorang wanita yang begitu ia kenal.


"Mama.." Gumam Delia menghentikan langkahnya dan memastikan bahwa yang dilihat nya adalah orang yang sama.Tak ingin kehilangan jejak sang mertua,Delia buru-buru mengambil langkah seribu untuk mengetahui alasan ibu mertua nya itu berada di rumah sakit ini,karna tidak mungkin kan dia datang konsultasi di rumah sakit kecil ini , sementara beliau adalah pemilik rumah sakit terbaik dan terbesar di Jakarta.


Dengan langkah mengendap-endap Delia mengikuti ibu mertua nya itu,yang terlihat sedang mengobrol bersama salah satu dokter yang bekerja di rumah sakit ini,tapi bukan dokter anak,karna hanya Delia yang dokter anak di rumah sakit itu,sedangkan dokter yang mengobrol bersama mertuanya itu adalah seorang dokter bedah.


"Untuk apa mama berbicara dengan dokter bedah,apakah ada yang ingin di operasi ,tapi siapa?" Tanya Delia pada dirinya sendiri,namun sedetik kemudian ia menutup mulutnya saat pikirannya tertuju pada Rosa.


"Mungkinkah? oh tidak,mas Rey harus tahu hal ini ,aku akan memberitahu kannya dulu." Ucap Delia ,lalu pergi meninggalkan ibu mertua nya itu yang masih terlihat sedang mengobrol dengan dokter lain.


Tak lama setelah kepergian Delia,ibu mertua nya pun pamit pergi kepada dokter yang mengobrol bersamanya tadi.


Delia yang tadinya ingin menelfon Rey,terpaksa ia urungkan karna saat ini harus menangani pasien nya dulu.Delia memutar arah ke ruang rawat inap untuk memeriksa kondisi pasien nya dan di ikuti oleh perawat tadi .


Sore hari pun tiba, saat nya untuk kembali kerumah.Delia berjalan keluar bersama rekan-rekan seprofesinya sambil mengobrol dan sesekali mereka terlihat tertawa,entah apa yang sedang mereka obrolkan,namun dari kejauhan terlihat seorang pria tampan yang sedang berdiri di depan mobilnya , yang sejak tadi memandang Delia dan rekan-rekannya.Setelah tiba di Halaman rumah sakit mereka pun saling berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing.


Delia menoleh kanan kiri seolah mencari sesuatu,saat matanya mengarah ke depan pos penjagaan mata nya menangkap sesosok pria yang sedang berdiri bersandar di depan mobilnya sambil tersenyum ke arah Delia,dan Delia pun membalas senyum pria itu sambil berjalan menuju tempat dimana pria itu sedang berdiri menunggu nya.

__ADS_1


"Maaf mas, membuat mu menunggu." Ujar Delia saat dirinya sudah berada di dekat sang pria yang tak lain adalah suaminya sendiri.


"Tidak apa-apa sayang,aku juga baru sampai kok." Ucap Rey sambil membuka kan pintu mobil untuk istrinya, setelah Delia duduk di dalam mobil Rey pun memutari mobil nya dan masuk ke bagian kemudi.Kali ini ia yang menyetir mobilnya sendiri karna Dion sang asisten sedang sibuk dengan tugas yang di berikan oleh Rey padanya.


Rey melajukan mobilnya keluar area rumah sakit dan bergabung dengan kendaraan lain dalam padat nya jalan raya,yang sore ini begitu macet karna memang waktu pulang kantor.


"Oh ya mas,tadi aku melihat mama di rumah sakit." Ujar Delia saat mobil mereka tengah berhenti di lampu merah.


" Dengan siapa mana kesana dan untuk apa?" Tanya Rey sambil menoleh ke arah Delia.


" Entahlah,tapi tadi aku sempat melihat mama sedang mengobrol dengan salah satu dokter bedah ,tapi aku nggak dengar percakapan mereka."


"Apa papa juga ada disana atau mama ke sana karna ada hubungannya dengan Rosa?" Tanya Rey .


" Aku tidak melihat papa,aku hanya melihat mama saja,dan aku pun berfikir yang sama ,tapi kenapa di rumah sakit tempat ku,maksudku jika di bandingkan dengan rumah sakit milik keluarga Mas, sepertinya mustahil mereka akan merawat Rosa di sana,lagian peralatan di rumah sakit tempat ku bekerja belum memadai untuk merawat seorang pasien dengan riwayat kanker."


Rey hanya diam mendengarkan penjelasan Delia.Rey memutar arah mobilnya saat lampu berubah jadi hijau,bukan kearah apartemen mereka tapi ke arah lain.

__ADS_1


"Kita mau kemana mas?" Tanya Delia sambil melihat-lihat arah jalan dari kaca mobil.


"Kita kerumah papa dan mama ,aku ingin mengetahui dimana mereka menyembunyikan Rosa,karna orang-orang suruhanku sampai hari ini belum mendapatkan informasi apapun." Ujar Rey sambil terus mengemudikan mobilnya menuju rumah orang tuanya ,rumah yang sudah begitu lama tak pernah ia datangi lagi.


__ADS_2