Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 86


__ADS_3

"Semua berjalan sesuai rencana bos,satu per satu pabriknya telah kita hancurkan, setelah semua pabriknya hancur,kita tinggal masuk ke perusahaan nya sebagai investor dan merebut kembali perusahaan milik ayah anda bos ." Lapor Dion melalui sebuah panggilan video call bersama Rey.


Mendengar laporan Dion yang memuaskan membuat Rey tersenyum sumringah, perlahan satu per satu ia akan merebut kembali apa yang menjadi haknya,hasil kerja keras ayahnya yang di rebut paksa oleh ayah Mona.


"Kerja yang bagus Dion,aku akan memberi mu bonus dan anak buah mu.Aku akan bergabung dengan kalian setelah semua urusan ku di sini telah selesai."


"Jangan khawatir bos,fokus saja dengan urusan anda di sana bos,urusan di sini biar saya dan anak buah saya yang akan menyelesaikan nya."


"Baiklah...." Ucap Rey sambil mematikan ponselnya saat di rasa percakapan mereka telah selesai.


Rey menghela nafas , secepat mungkin ia harus merebut kembali Delia sebelum Boy bertindak lebih jauh lagi dan membuat hubungan nya dengan Delia semakin menjauh.


Saat ini Delia sedang berada di rumah sakit untk menjenguk Vio, beberapa hari ini ia belum menengok Vio Karna begitu sibuk di klinik,Karna hari ini hari Minggu jadi ia memutuskan untuk ke rumah sakit saja, sedangkan Revan sudah di sibukkan dengan kuliahnya.


Delia duduk di bangku tunggu di depan ruangan Vio sambil memainkan ponselnya,saking fokusnya ia tak menyadari seseorang sedang duduk di sampingnya.


"Hemmmmm..." Dehem seseorang itu yang membuat Delia menoleh ke arah sumber suara yang berada di sampingnya.


"Kau...." Ucap Delia kaget karna orang itu adalah pria yang begitu di kenalnya.


"Tau darimana kamu tempat ini?" Tanya Delia sinis , sedangkan Rey yang duduk di samping Delia hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Aku tahu kemana dan apa pun yang kamu lakukan." Ucap Rey sambil menatap Delia yang kembali sibuk dengan ponselnya.


"Kamu tidak dibutuhkan di sini." Ujar Delia lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas nya yang berada di pangkuannya.


"Siapa bilang aku tidak di butuhkan,adik iparku sedang membutuhkan dukungan ku saat ini agar ia segera pulih."


" Pulanglah....urus tunangan mu sana,jangan mengurusku lagi."


Rey menarik tubuh Delia menghadap ke arah nya,dan kini mereka saling menatap dengan jarak yang begitu dekat.

__ADS_1


"Aku tidak suka mendengar mu berbicara seperti itu,hanya kamu istriku.Jangan membicarakan wanita lain atau pria lain saat kita hanya berdua saja.' Tekan Rey dengan menatap tajam ke arah Delia sambil mengunci pergerakan tubuh Delia yang sedang duduk di kursi.


Tak ingin kalah,Delia pun membalas tatapan tajam Rey .


"Kalau begitu menjauh dariku." Ucap Delia menahan sesak akibat tubuhnya yang di himpit oleh tubuh Rey,untung saja tak ada orang yang lalu lalang di sekitar mereka sehingga mereka tak perlu jadi tontonan seperti di klinik tempo hari .


"Jika ingin bermesraan,cari tempat yang lebih pantas,ini rumah sakit bukan hotel." Tegur seseorang yang sedang memergoki mereka,jika di lihat Rey dan Delia memang seperti orang yang sedang kasmaran Karna posisi tubuh mereka begitu sangat dekat.


Rey dan Delia menoleh ke sumber suara di mana seorang pria lengkap dengan setelan kedokteran nya, mereka menatap seorang dokter yang sedang berdiri di hadapan mereka sambil menyilang kan kedua tangannya di dada.


"Kau....dokter...." Ucap Rey dan Delia bersamaan dan melerai kedekatan mereka sehingga sedikit berjarak.


"Sudah ketahuan ngapain salah tingkah." Ucap Dokter itu dengan senyum mengembang.


"Kapan kamu ada di sini?" Ucap Rey sambil memperbaiki posisi nya,lalu duduk menghadap ke arah dokter itu yang masih berdiri di depannya.


"Tadi malam." Ucapnya singkat.


"Ohhh , semalam aku tiba larut malam,jadi aku tinggal di hotel dekat sini saja dulu, kalau ke apartemen takutnya mengganggu waktu istirahat kamu dan Revan ." Jelas Ramon sambil duduk di samping Rey.


"Oh begitu."


"Mulai besok aku yang akan menangani Vio,jadi tidak perlu khawatir."


"Baik dok,aku serahkan semua nya kepada dokter ."


"Bagaimana keadaannya,apa semua akan kembali seperti sedia kala?" Tanya Rey.


"Kalau untuk kembali kesedia kala seratus persen itu tidak mungkin,Karna beberapa bagian tubuhnya terbakar ,untung wajahnya tidak terbakar sedikitpun,tapi tubuhnya sepertinya tidak bisa kembali seperti dulu,tubuhnya yang terbakar itu pasti akan meninggalkan bekas.


"Bagaimana dengan operasi plastik,pasti bisa kan?"

__ADS_1


Delia dan Ramon, menatap ke arah Rey secara bersamaan, sementara Rey yang di tatap demikian hanya terdiam bingung.


"Ada yang salah?" Tanya Rey Karna tatapan kedua orang yang duduk di sampingnya itu seolah ingin memangsa nya .


"Belum bisa." Jawab Ramon lemah." Tapi setelah satu atau dua tahun kita bisa melakukan nya,kita harus menunggu."


Rey manggut-manggut mendengar penjelasan Ramon, sedangkan Delia menyandarkan tubuhnya di dinding ,hatinya kembali bergemuruh mengingat kodisi Vio yang memprihatinkan sekarang.


"Aku hanya ingin Vio melewati masa kritis nya ini,agar kita dapat melakukan tindakan secepatnya."Lirih Delia , matanya kini kembali berembun.


Rey melirik ke arah Delia saat dirinya menyadari Delia dalam keadaan yang tidak baik-baik saja,dengan cepat Rey merengkuh tubuh Delia ke dalam pelukannya,tak ada penolakan dari Delia saat dirinya berada dalam dekapan Rey.


Air mata Delia tak terbendung lagi,mengucur begitu saja di pipinya,beban yang selama ini menghimpit nya kini seolah menghilang saat dirinya berada dalam dekapan Rey,rasa nyaman dan aman di rasainya kini.


Ramon yang melihat pemandangan di sampingnya itu hanya tersenyum tipis lalu beranjak dari duduknya meninggalkan kedua sejoli itu yang sedang berbagi rasa dan memberi dukungan.Ramon berjalan menuju ruang rawat milik Vio untuk melihat wanita yang di rindukannya itu yang telah berbaring lemah tak sadarkan diri beberapa bulan terakhir ini.


Delia melepas pelukannya setelah ia merasa baikan, beban pikirannya berkurang,dan dengan sedikit canggung Delia dan Rey saling terdiam saat menyadari posisi mereka begitu sangat dekat.


"Maaf..." Ujar Rey dan Delia bersamaan.


"Kenapa meminta maaf,bukankah memang seharusnya seperti ini,kita bersama dan saling berbagi." Ucap Rey.


"Jangan ge'er kamu,tadi aku hanya terbawa suasana,jangan mengira aku akan kembali padamuitu tidak mungkin." Ujar Delia tegas dan itu membuat Rey kembali merasakan kekecewaan yang sama.


"Aku akan berusaha dan berjuang untuk membuat mu kembali pada ku."


"Jangan melakukan sesuatu yang pada akhirnya akan berakhir dengan kekecewaan,Karna semua itu tidak akan kembali seperti dulu."


"Tapi aku percaya semua akan kembali seperti dulu,aku pastian itu."


Delia beranjak dari duduknya, meninggalkan Rey begitu saja,hatinya masih begitu kecewa pada Rey.Sedangkan Rey hanya memandang tubuh Delia yang semakin menjauh meninggalkan nya.

__ADS_1


"Aku pastikan kamu yang akan datang kepada ku,dan saat itu tiba aku tidak akan melepaskan mu lagi,aku janji ." Lirih Rey pada dirinya sendiri lalu beranjak pergi .


__ADS_2