
Ceklek.......pintu kamar Delia di buka,seorang pria tampan dengan setelan kemeja kerja dengan jas yang di sampirkan ke lengan menambah aura ketampanan yang karismatik seorang Rey Handoko Pratama,Sejenak membuat seorang wanita yang berada di kamar itu terpana akan pesona seorang Rey.
Rey melangkah pelan ke arah Delia yang duduk bersandar di ranjang dengan tatapan ke arah nya dengan sorot mata dingin sekaligus terpesona.
" Heeemmmmm....jangan menatapku seperti itu,takutnya kamu akan jatuh cinta dengan ketampanan ku ." Seru Rey sambil melangkah ke arah Delia.
Delia yang mendengar ucapan Rey seketika tersadar dari lamunannya,ia kemudian mengarahkan matanya ke arah yang lain dengan wajah yang bersemu merah karna kedapatan mencuri pandang.
" CK...jelaskan pada ku apa maksudmu mengatakan pada dokter kalau aku adalah istrimu?" Tanya Delia sedikit kesal karna Rey telah berani-beraninya mengakui nya sebagai istri di rumah sakit ini.
Sementara orang yang di tanya hanya tersenyum kikuk lalu menarik kursi dan menaruh di samping Delia lalu menduduki nya,Rey menatap Delia lembut lalu terseyum pelan,senyum yang membuat Delia seketika salah tingkah dan membuat wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
" Apa kamu demam?"
__ADS_1
Delia mengerutkan alisnya lalu menggeleng pelan.
" Tapi kenapa wajah mu begitu merah." Goda Rey lagi yang membuat Delia begitu malu lalu menundukkan wajahnya yang semakin memerah itu.
" Kamu begitu semakin cantik jika malu- malu begitu ."
Delia yang mendengar ucapan Rey sedikit kesal dan malu,ia lalu mengangkat wajahnya menatap Rey dengan sorot mata tajam, berhenti menggodaku begitu kira-kira arti sorot mata tajam itu .
" Jangan mengalihkan pembicaraan, jawab saja pertanyaan ku,kenapa kamu berbohong?"
" Menyebalkan....katakan padaku,apa maksudmu?" Seru Delia sedikit berteriak pada Rey,berbicara dengan Rey membuatnya selalu kesal.Entah mengapa pria itu selalu saja membuat emosinya tak terkendali.
Rey menghela nafas,ia kemudian memegang kedua bahu Delia lalu menatap kedua manik matanya.
__ADS_1
" Tatap mataku,apakah terlihat sedang berbohong." Tanya Rey masih dengan posisi yang sama.Delia lalu menatap mata Rey mencari kebohongan di mata tajam milik Rey itu namun semakin ia mencarinya semakin tidak ia temukan yang ia lihat adalah sebuah ketulusan dan cinta seketika membuat darah Delia berdesir dan jantungnya berdegup kencang,tak ingin larut dengan keadaan di depannya Delia langsung mengalihkan tatapannya ke arah yang lain,Rey yang melihat itu tersenyum lembut lalu mengelus rambut Delia lembut.
" Semua itu benar,kamu adalah istriku saat ini,dan selamanya." Ucap Rey dengan penuh keseriusan dan keyakinan, sementara Delia yang mendengar nya seketika kehilangan kata-kata ia seolah kehilangan pijakannya saat ini,benarkah yang diucapkan Rey atau hanya sebuah sandiwara karna setahunya Rey yang sedang bersamanya saat ini telah memiliki wanita lain yang sebentar lagi menikah saat mereka kembali ke Indonesia,ya Delia tahu kalau Rey sudah bertunangan sehari sebelum mereka meninggalkan Indonesia.
Delia menggeleng pelan berharap semua ini tidak lah nyata,namun ini juga bukan mimpi kan karna saat ini ia tidak sedang tertidur.
" Jangan ngaco kamu ." ucap Delia akhirnya ia , berharap semua tidaklah benar. Ya Delia memang pernah menaruh hati pada pria di depannya ini beberapa tahun silam,namun perasaan itu segera ia Tepis dengan membangun tembok yang tinggi di hatinya,karna ia sadar dengan siapa ia menaruh hatinya,mereka tidak akan mungkin bisa bersama karna status yang sangat timpang.
"Aku tidak ngaco,aku serius dan ini." Rey kemudian merogoh kantong depan celana kainnya lalu mengambil benda pipih nya kemudian membuka galeri ponselnya dan mencari bukti akan ucapannya." lihatlah .." Rey memberikan ponselnya saat ia menemukan foto - foto ijab kabulnya bersama Delia yang di lakukan di tempat yang sama dimana mereka berada saat ini.
Delia mengambil ponsel itu,dengan mata yang melotot tidak percaya dengan apa yang di lihatnya , saking tidak percaya nya , berkali kali ia melihat bahkan ia memperbesar gambar foto itu agar ia dapat dengan jelas melihat gambar di ponsel Rey , namun semakin ia tatap foto itu tetap saja orang yang berada di foto itu adalah orang sama.Dengan syok dan tak percaya Delia hampir saja menjatuhkan ponsel mahal Rey ke lantai jika Rey tidak segera menangkap ponsel itu yang terlepas dari tangan Delia.
"Aku tidak percaya itu, bagaimana bisa itu terjadi ." lirih Delia namun masih bisa di dengar oleh Rey.
__ADS_1
"Tapi itu yang terjadi,dan sekarang aku adalah suamimu yang sah secara hukum dan negara di negara ini.