
"Jangan menyentuh istriku..." Teriak Rey ,ia menghempaskan tangan Boy yang menyentuh tangan Delia,dengan sorot mata tajam dan dia menatap Boy dengan penuh amarah mereka saling menatap dengan raut yang sama- sama tak bersahabat.
" Dion..."
Dion yang mendengar panggilan bos nya itu segera menarik Delia dari tempatnya berdiri lalu membawa Delia pergi ke tempat itu.
Sementara Boy yang masih mencerna ucapan Rey kini tersadar lalu tersenyum kecut.
" hhoo...istri..?" Ujar Boy tak percaya karna setahunya,Mona adalah calon istri Rey yang ia ketahui dari Mona langsung.
" Kenapa?" Tanya Rey sambil menepuk-nepuk jas nya yang sempat di tarik Boy tadi.
" Hhhaaaaaa... bukankah kamu calon suami Mona,lalu mengapa kamu mengakui dokter Delia istrimu? hhooo...aku tahu kamu menyukai dokter cantik itu?" Boy menatap Rey dengan sorot mata tajam dengan penuh permusuhan.
" Tapi dia akan menjadi milikku." Lanjut Boy lagi sambil menunjuk dada Rey lalu mengusap jas mewah yang di pakai Rey.
Rey menahan tangan Boy yang masih berada di dada bidangnya,lalu menghempaskan tangan Boy dengan kasar.
" Jangan bermain-main denganku,jika kamu tidak ingin lebih hancur dari sebelumnya." Ancam Rey dengan penuh penekanan di setiap katanya.Kali ini dia tidak akan membiarkan miliknya di sentuh apalagi di rampas.
" OOO,Jadi kamu mengancam ku tuan?"
"Itu bukan ancaman tapi peringatan."
" Sebaiknya kamu urus saja calon istrimu itu dan fokuslah pada pernikahan mu,urusan Delia adalah urusanku."
"Kau...."Rey melayangkan tinju tepat di depan wajah Boy, dengan sorot mata tajam kemerahan,dirinya kini sedang di kuasai amarah dan hampir saja ia melayangkan bogem mentah ke wajah Boy jika saja Dion tidak segera menahan nya.
Rey menatap Dion yang kini sedang gemetar dengan tangan masih menahan tangan Rey.
" Ja..jangan gegabah bos,kita sedang berada di tempat umum." Ucap Dion memperingati.
Meski masih marah tapi Rey mengikuti ucapan Dion dan melepaskan tangannya dari tangan Dion,Rey kemudian maju selangkah dan berdiri tepat di depan Boy.
__ADS_1
"Kali ini kamu bisa lolos,tapi tidak lain kali..." Rey menunjuk dada bidang Boy lalu berbalik meninggalkan Boy yang masih berdiri dengan posisinya.
" Kalau begitu mari kita bersaing." Seru Boy yang berhasil menghentikan langkah Rey.Dion yang melihat gelagat tak biasa dari bosnya segera menahan tangan bos nya itu ,tapi kali ini Rey benar-benar di kuasai amarah.Rey berbalik lalu melangkah kembali menuju tempat Boy berdiri.
" CK...bersaing? kamu ingin bersaing denganku ,ingin bersaing memperebutkan istriku?gila kamu?" Ujar Rey sambil mendorong pelan dada Boy yang membuat nya sedikit bergeser dari tempatnya semula .
" Dia istrimu atau bukan,kali ini aku serius ...aku akan merebutnya darimu dengan atau tanpa izinmu." Tantang Boy." Kamu lupa dulu aku begitu mudah merebut Farah darimu,kamu ingat itu wanita incaranmu yang ternyata lebih memilih ku dari pada memilihmu."Lanjut Boy lagi.
Rey yang teringat dengan Farah,tiba-tiba ingatannya kembali pada masa lalu beberapa tahun lalu,dimana saat itu Rey mengejar gadis cantik yang satu kampus dengannya , berbagai cara dilakukan Rey untuk merebut perhatian nya ,saat Farah mulai membalas perhatian Rey dan mereka mulai dekat dan sering menghabiskan waktu bersama,Namun saat Rey dan Farah semakin dekat muncul lah Boy di tengah kebersamaan mereka ,dan membuat hubungan Rey dan Farah merenggang yang membuat Rey sakit hati saat Farah lebih memilih bersama Boy daripada bersama dirinya.Dan kabar terakhir yang ia dengar Boy dan Farah akhirnya menikah di London saat Farah mengandung tiga bulan , saat itu Rey terpuruk dan kehilangan kepercayaan pada seorang wanita yang akhirnya membuatnya membatasi dirinya pada seorang wanita,meski saat itu Rey adalah pria yang sangat di kagumi dan di inginkan oleh semua gadis yang ada di kampus nya . Rey memilih sendiri dan dia hanya dekat dengan Mona teman masa kecilnya,Bukan dekat tapi Mona yang selalu mendekati Rey dan membuat semua gadis di kampus perlahan mundur teratur karna tak mampu bersaing dengan mona.itulah mengapa Rey membiarkan Mona terus di sisinya agar gadis -gadis lain tidak ada yang berani mengusik nya tapi Mona menyalah artikan itu dan juga Mona sudah jatuh cinta pada Rey sejak mereka remaja.
" Rey...Rey..sebaiknya kamu urus saja tunangan mu itu agar tidak menggila,jika aku sampai dia tahu melukai Delia ku sedikit saja,maka aku tidak akan diam,camkan itu..." Titah Boy lalu berlalu meninggalkan Rey dengan menubrukkan bahunya pada bahu Rey.
Rey yang tersadar akan ucapan Boy barusan langsung menahan tangan Boy.
"Apa maksudmu?" Tanya Rey masih dengan menahan tangan Boy tapi tubuh mereka saling membelakangi.
Boy menghempaskan kasar tangan Rey lalu berbalik dan mendekatkan wajahnya pada wajah Rey .
" Awasi saja tunangan gila mu itu ." Bisik Boy dengan penuh peringatan lalu berlalu meninggalkan Rey yang masih syok dengan ucapan Boy barusan.
Rey masih duduk di sofa dalam kamar menunggu Delia yang masih membersihkan diri di kamar mandi.
Ceklek.....pintu kamar mandi di buka pelan oleh Delia,ia kemudian menyembulkan wajahnya keluar mencari sesosok suaminya itu.
"Ngapain ngintip gitu." Ujar Rey sambil memainkan ponselnya tanpa menatap ke arah Delia.
Delia menghela nafas berat,ia pikir Rey tidak ada di dalam kamar.Delia kemudian membuka lebar pintu kamar mandi kemudian melangkah pelan ke arah meja rias lalu duduk sambil membuka penutup kepalanya untuk membalut rambutnya yang basah.Baru saja akan mengambil hear dryer namun tangannya kalah cepat dengan tangan Rey.
Reye mengambil hear dryer milik Delia kemudian menyalakannya lalu mengarahkan ke rambut basah Delia.
Delia yang melihat tingkah Rey hanya terdiam membisu,ia masih enggan untuk memulai percakapan karna melihat sikap Rey yang masih mendiaminya namun masih bersikap manis seperti saat ini .
" Maaf..." Ucap Delia pelan .
__ADS_1
Rey masih terdiam tak berniat untuk menanggapi kata maaf dari istrinya itu.
"Mau sampai kapan mendiami ku begini?" Lanjut Delia lagi.
Rey menghentikan kegiatannya lalu mematikan hear dryer yang ia pegang kemudian meletakkan nya di meja rias,Delia hanya memperhatikan apa yang di lakukan suaminya itu.
Rey lalu duduk di pinggir tempat tidur lalu menatap Delia dengan raut yang sulit di artikan membuat Delia tiba - tiba merinding.
Rey menghela nafas pelan lalu meraih kedua tangan Delia kemudian menyimpannya di dadanya.Delia mengerutkan kedua alisnya,ia bingung sekaligus berdebar akan kelakuan suaminya itu.
" Aku tidak suka kamu bersama dengan pria lain." Ucap Rey akhirnya.
" Jangan ulangi lagi." Lanjut Rey sambil mengecup kedua telapak tangan Delia.
Delia yang di perlakukan sedemikian romantis nya seketika hatinya menghangat,ada rasa yang tak dapat di utarakannya,tanpa sadar Delia tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban.
Rey kemudian menarik Delia kedalam pelukannya ,mengecup pucuk kepalanya dengan penuh rasa cinta, sesaat ia memejamkan mata nya merasakan kenyamanannya.
"Besok aku akan menyelesaikan segalanya." Lanjut Rey masih dalam posisinya ia masih begitu nyaman memeluk sang istri,ada kedamaian dan kenyamanan yang ia rasakan saat bersama wanitanya itu.
Delia sedikit mendongak menatap wajah Rey lalu beralih menatap dada bidang suaminya itu,ia memainkan jemari nya di dada Rey.
"Bagaimana jika orang tua mu tidak menerima pernikahan kita? bagaimana jika mereka menyuruh mu meninggalkan ku?" Tanya Delia sambil mengelus lembut dada Rey.
Ada rasa takut dan khawatir jika apa yang ada dalam pikirannya akan terjadi.Sanggupkah ia kehilangan Rey saat dirinya sudah mulai membuka hati untuk suaminya ini, bagaimana jika suaminya itu lebih memilih pilihan keluarga nya ? apa yang akan terjadi padanya jika pernikahan nya tidak mendapat pengakuan dari orang tua suaminya. Segala pikiran negatif berkecamuk dalam otak Delia,ia belum siap jika harus mengakhiri pernikahan nya dan melepaskan suaminya ini.
"Jangan berfikir yang tidak - tidak." Ucap Rey sambil merenggangkan pelukannya lalu menyentil lembut kening istrinya itu.
" Biasakan untuk berfikir positif ,jangan selalu menerka - nerka sesuatu yang buruk." Lanjut Rey lagi.
Sementara Delia hanya memanyunkan bibirnya sambil mengelus jidatnya bekas sentilan suaminya tadi .
" kamu menggodaku." Bisik Rey tepat di telinga Delia yang seketika membuat Delia mendorong Rey .
__ADS_1
"Siapa yang menggodamu,hach.." Ucap Delia kesal baru saja hatinya menghangat akibat perlakuan Rey tadi tapi seketika suaminya itu kembali membuatnya kesal.
Delia beranjak dari duduknya lalu meninggalkan Rey di dalam kamar sendiri.