Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 53


__ADS_3

Plaaaaakkkk sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Mona,ya ibu Mona menampar putrinya itu untuk menyadarkannya dari tindakannya yang sudah menggila.


"Apa yang kamu lakukan?menyakiti dirimu sendiri untuk laki- laki yang bahkan tak pernah peduli padamu." Bentak ibu Mona .


Ya Mona baru saja akan mengiris pergelangan tangannya jika saja ibunya tidak datang tepat waktu ke kamarnya.


"Dengar Daddy akan membereskan semuanya,Rey akan kembali pada mu sayang.. kendalikan dirimu." Bujuk ibu Mona menenangkan Mona,ia memeluk erat putrinya untuk memberi kenyamanan.


"Aku hanya ingin Rey,Mom...aku tidak bisa hidup tanpanya.dari dulu aku selalu mengalahkan wanita manapun yang mendekati Rey tapi sekarang dokter itu merebut Rey dariku ." Lirih Mona lemah tenaganya sudah terkuras habis karna menangis.


"Dokter...?" Beo ibu Mona.Iya mencoba mengingat -ingat siapa saja dokter yang dekat dengan Rey tapi semakin ia mengingatnya semakin tak ada bayangan dokter yang selama ini ia lihat dekat dengan Rey.


" Dokter yang menangani Rosa,Mom..."


Ibu Mona kini teringat dengan dokter cantik yang baru sekali ia bertemu.Ibu Mona lalu menatap putrinya dan di angguki oleh Mona seolah Mona paham akan tatapan ibunya itu.


"Jadi dia, mungkinkah mereka menikah di Singapura?"


Mona yang mendengar ocehan Mommy nya itu seketika melepas pelukannya lalu mengusap pipinya.


"Bisa jadi,Mom karna waktu aku menyusul mereka,mereka selalu bersama bahkan aku di tinggal di apartemen selama tiga bulan,itulah mengapa aku memilih kembali ke Indonesia bersama Boy."


..." Tenanglah,Daddy akan mengurusnya,Handoko tidak akan tinggal diam jika mengetahui kabar ini." Ucap ibu Mona sambil memegang bahu putrinya memberi kekuatan dan semangat....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di kediaman Handoko Pratama,ia sudah kedatangan ayah Mona untuk memberi tahu akan apa yang Rey lakukan pada keluarga nya.


"Mana mungkin Rey sudah menikah?" Ucap ayah Rey tak percaya akan apa yang di beritahukan sahabatnya itu.Rey tidak akan berani mengambil keputusan tanpa memberitahu kannya.


"Tapi Rey sendiri yang mengatakan nya padaku,Han...kamu tahu putra mu itu kan,dia tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.


Ayah Rey mengepalkan kedua tangannya menahan amarah mendengar perkataan ayah Mona.


"Aku yang akan mengurusnya, pernikahan mereka pasti akan terjadi."


"Baiklah ,aku menyerahkan semua padamu,tapi jika kamu tidak berhasil aku yang akan turun tangan." Ucap ayah Mona memperingati.


Ayah Mona lalu meninggalkan kediaman orang tua Rey,dia tidak akan tinggal diam begitu saja setelah Rey mempermalukan keluarganya.


Rey memasuki apartemen dengan penuh kebahagiaan dan kelegaan,ia lalu menghempaskan tubuhnya di sofa menyandarkan tubuhnya sambil mendongakkan wajahnya pada sandaran sofa dengan tangan di rentang kan .


"Maaf Pa,kali ini aku tidak bisa berkorban untuk mu,kali ini aku akan memperjuangkan kebahagiaan ku bersama wanita yang aku cintai." Batin Rey.


Tak terasa Rey tertidur di sofa dengan posisi yang masih sama,ia begitu lelah lahir dan batin.


Delia keluar dari kamar dengan hanya memakai celana hotpants dan kaos oversize milik Rey,entah mengapa sejak dirinya di kurung seminggu ini di apartemen,Delia lebih suka memakai kaos suaminya itu.

__ADS_1


Delia berjalan ke arah dapur ,namun saat akan melewati ruang tamu matanya menangkap sesosok manusia yang tengah terlelap di sofa,ia lalu berjalan ke arah sofa untuk memastikan penglihatan nya,saat sudah berada di sofa ,ia tersenyum sumringah karna orang yang dia lihat itu adalah suaminya sendiri.


Dengan penuh kehati-hatian Delia membaringkan suaminya itu di sofa,ia lalu meletakkan kepala Rey di sandaran sofa lalu menaruh kaki Rey di atas sofa sejajar dengan tubuhnya.


Rey yang sebenarnya sudah terbangun saat Delia memindahkan kepalanya,kini pura- pura tertidur,dia ingin melihat tingkah istrinya itu, sementara Delia yang tak sadar kalau dirinya sedang di perhatikan kini melapas sepatu milik suaminya,lalu melonggarkan ikat pinggang suaminya,lalu Delia beralih ke kepala Rey,di elusnya rambut Rey dengan lembut lalu Delia mengecup dahi Rey pelan agar tak mengganggu tidurnya, padahal sedari tadi Rey menahan tawanya melihat tingkah istrinya itu,lelah dan rasa kantuknya juga hilang begitu saja.


Setelah di rasa cukup Delia beranjak pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Rey yang tadinya sudah terbangun kembali tertidur setelah kepergian istrinya itu.


Delia terlihat begitu sibuk di dapur ,ia kini tengah memasak sop ayam dan ikan gurame goreng dengan lalapan sebagai pelengkap .Setelah semuanya sudah masak Delia menyajikannya di atas meja.Setelah semua sudah siap ia bersiap untuk membangunkan Rey,namun baru saja ia berbalik,Delia sudah di kejutkan dengan kehadiran Rey yang tepat berada di depannya,dengan senyum tanpa dosa Rey berjalan melewati Delia yang tengah kesal akan kelakuan suaminya itu.


" Lain kali jangan membuat orang jantungan." Rungut Delia kesal karna jantungnya hampir saja copot akibat terkejut.


"Maaf...abis kamu begitu serius sekali,sampai tidak menyadari kedatangan ku." Ucap Rey sambil duduk lalu menyantap makanannya yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Delia mengerucutkan bibirnya,sambil menyendokkan makanan untuk mengisi piringnya.


" Kapan aku bisa kerja lagi?" Tanya Delia,ia sudah begitu rindu akan pekerjaan nya,ia sudah begitu bosan tinggal di apartemen tanpa melakukan apapun,Delia yang sedari dulu terbiasa dengan bekerja kini merasa jenuh dan bosan karna tidak melakukan apa pun.


" Aku bosan di sini sendirian tak melakukan apa pun,boleh aku masuk kerja besok?" Bujuk Delia lagi dengan memasang mata sendu nya itu agar suaminya tergerak untuk mengubah keputusan nya.


Rey menghela nafas berat, sejujurnya ia tidak ingin Delia Bekerja apalagi jika istrinya itu bekerja pasti Boy akan selalu mencuri waktu untuk bertemu dengan istrinya,Namun Rey juga menyadari jika Delia mempunyai tanggung jawab lain selain mengurus dirinya, istrinya itu mempunyai pekerjaan yang sangat mulia dan tidak semua orang bisa menjadi seperti istrinya.


"Baiklah,kamu boleh bekerja besok,tapi berangkat dan pulang aku yang akan mengantarmu." Ucap Rey , akhirnya ia memutuskan untuk membebaskan Delia untuk bekerja.

__ADS_1


Dengan senyum sumringah dan hati yang bahagia Delia melompat dan berlari kecil kearah suaminya lalu memeluk erat Rey dari samping,yang membuat Rey tersedak oleh makanannya sendiri,Delia dengan sigap memberikan air putih kepada suaminya disertai kekehan kecil.


"Maaf..."Ucap Mona merasa bersalah,ia lalu duduk di samping suaminya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya,sedangkan Rey yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah istrinya ikut tersenyum dan bahagia, membahagiakan istrinya itu sangat mudah tidak perlu membeli barang-barang mewah, cukup mengizinkan nya bekerja itu sudah membuatnya bahagia.


__ADS_2