
Enam bulan telah berlalu sejak pertunangan Ramon dan Sophia. Vio pun telah kembali ceria seperti sebelum ia mengenal Ramon.
" Vio .. Vio... bangun sudah pagi ini." Teriak Delia sambil mengetuk pintu kamar Vio dari luar..
Vio menggeliatkan tubuhnya tapi matanya masih terpejam,ia sama sekali tidak terusik dengan teriakan Delia di depan pintu kamarnya. Menyadari Vio tak memberi kan respon apapun dari dalam. Delia lalu memutar kenop pintu kamar Vio,dan untungnya pintu kamar Vio tidak di kunci. Delia menyembulkan sedikit kepalanya saat ia membuka setengah daun pintu kamar Vio .
"Anak ini benar-benar keterlaluan." Gumam Delia sambil berjalan masuk ke dalam kamar dan mendapati Vio masih terlelap di bawah selimut nya.
"Vi.... bangun,bukannya hari ini kamu ada Operasi,ini sudah pagi Vi." Ujar Delia membangunkan Vio sambil menggoyang-goyangkan lengan Vio.
Z
*
"Sebentar lagi kak,aku masih ngantuk baru tidur tiga jam." ucap Vio serak dengan mata masih terpejam. ia benar-benar mengantuk pulang dari rumah sakit jam lima pagi karena ada operasi.
Delia menghela nafas panjang,ia tentu paham akan rasa kantuk yang dirasakan oleh adiknya itu karena dia pun dulu merasakan hal yang sama. Tapi untunglah sekarang Delia punya klinik sendiri.
"Tapi bukannya hari kamu ada operasi?" tanya Delia masih berdiri di samping tempat tidur Vio.
P
",Iya tapi nanti jam sepuluh pagi kak,aku masih ngantuk ini."
Delia menggeleng pelan melihat tingkah adik perempuan nya itu.
Namun baru saja ingin kembali melanjutkan tidurnya,mata Vio tiba-tiba membelalak saat ia teringat sesuatu.
"Oh my God,aku lupa." Jerit Vio sambil bangun dari tidurnya dan berlari masuk ke kamar mandi. Sedangkan Delia yang masih berada di kamar Vio hanya menggeleng ia tak habis pikir akan kelakuan Vio ini. Deli lalu berjalan keluar dari kamar Vio.
__ADS_1
"Sayang,dari mana kamu?" Tanya Rey saat berpapasan dengan nya di meja makan.
"Dari kamar Vio." Jawab Delia sembari berjalan menghampiri Rey yang sedang duduk di meja makan bersama Kenan.
…
...Delia lalu mengambil selembar roti tawar dan di oleskan selai setelah itu ia pun mengambil roti tawar lagi dan menutupi nya lalu di taruhn...
ya ke piring Kenan,kemudian Delia pun melakukan hal yang sama lalu meletakkannya di piring Rey,setelah itu Delia pun menuangkan susu ke gelas Rey dan Kenan.Setelah melayani suami dan putranya,Delia pun duduk bergabung di samping Kenan.
"Pagi semua." Sapa Vio sambil berjalan menghampiri meja makan di mana Rey dan Delia sedang sarapan.
"Aunty ini selalu saja bangun telat." Ujar Kenan saat Vio duduk di depannya.
"Iya maaf tuan muda." Vio lalu memberi hormat pada Kenan yang membuat Delia dan Rey geleng kepala melihat tingkah nya.
"Aku sarapan di jalan saja,aku sudah sangat telat,harinini pemilik rumah sakit yang baru akan berkunjung ke rumah sakit." Ujar Vio sembari mengambil roti sandwich lalu memakannya dan berlalu meninggalkan ketiga orang yang masih berada di meja makan.
Vio lalu masuk ke mobil nya dan melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah menuju jalan raya .
Tak berselang lama Vio tiba di rumah sakit , ia lalu memarkirkan mobilnya di area parkir,setelah itu ia pun keluar dari mobilnya dan sedikit berlari menuju pintu gedung rumah sakit tempatnya bekerja.
"Aku sudah terlambat ini." lirih Vio sambil melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Vio,terlambat lagi kamu." Seru Citra teman seprofesi nya di rumah sakit yang sekaligus sahabat nya itu.
"Iya,aku ketiduran,kamu tahu sendiri kan,kemarin aku pulangnya pagi." ujar Vio lalu meletakkan tasnya di atas mejanya.
*
__ADS_1
"Apa mereka sudah tiba?" Tanya Vio lagi lalu duduk di kursi kerjanya.
"Belum, sebentar lagi mungkin, katanya pemilik yang baru ini orangnya kejam dan arogan,dia tidak akan segan-segan memecat pegawainya jika dia tidak suka dan satu lagi,dia sangat dingin m" Jelas Citra menceritakan sosok orang yamg baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat mereka bekerja.
"Dingin mana dengan kak Rey?" Tanya Vio karna menurutnya kakak iparnya itu begitu dingi dan datar jika bertemu dengan orang lain,Rey hanya akan bersikap hangat dan ramah hanya kepada keluarganya saja,selain itu ia akan bersikap dingin sedingin es.
"Kaka ipar mu itu bukan dingin lagi,tapi beku." Ujar Citra , ingatannya kembali ke belakang saat ia bertemu pertama kalinya di rumah sakit ini,saat itu Rey sedang menjenguk temannya yang sedang di rawat di rumah sakit tempat Vio bekerja dan yang kebetulan yang merawat teman Rey itu adalah Citra,dan saat itu Vio juga berada di ruangan yang sama dengan Rey dan Citra . Saat itu Vio memperkenalkan Rey ke Citra sebagai kakak iparnya,Citra yang saat itu begitu terpesona akan ketampanan Rey langsung mengulurkan tangannya ke arah Rey dengan senyum terbaiknya tapi bukannya membalas uluran tangan dari Citra Rey justru hanya terdiam dan Mala memasukkan tangan nya di saku celananya dan hal itu membuat Citra melongo tak percaya akan sikap Rey yang berbanding terbalik dengan sikap Vio yang cerewet.
"Jangan ingatkan aku dengan kakak ipar mu yang menyebalkan itu." Gerutu Citra sembari berdiri dari duduknya.
"Mauk kemana?" Tanya Vio saat melihat Citra hendak keluar dari ruangan nya.
""Keruangankulah, ngapain aku di sini, pasien ku sedang menunggu." Ujar Citra lalu pergi meninggalkan Vio di ruangan nya.
#
Setelah kepergian Citra , Vio bersandar di sandaran kursi, entah mengapa pikirannya tiba-tiba tertuju pada sosok pria yamg sudah begitu lama di lupakan nya,yang sudah begitu lama mereka tak lagi saling kontak.
"Bukan tanpa alasan Vio kembali teringat akan sosok Ramon,semalam saat ia tertidur tiba-tiba
Ramon datang kedalam mimpinya dan menemuinya,Ramon bahkan mengatakan jika ia akan menemui Vio dan membawanya pergim.b Vio menggeleng saat ia tersadar jika semua itu hanyalah bunga mimpi karena saat ini Ramon sudah memilik kehidupan lain dengan wanita pilihannya,tidak mungkin Ramon akan menemui nya bahkan mungkin saat ini Ramon sudah menikah dan bahagia bersama keluarga kecilnya.
"Dok..." Panggil seorang perawat wanita dan membuyarkan lamunan Vio.
Vio lalu menoleh kearah sang perawat yang masuk keruangannya.
"Ada apa?" Tanya Vio sambil menatap sang perawat."Pasien sudah berada di ruang operasi." laporvsang perawat.
*
__ADS_1
"Vio .