Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 71


__ADS_3

Delia keluar rumah sakit itu,menuju rumahnya butuh waktu tiga jam untuk sampai ke lokasi kebakaran itu.Setelah tiga jam Delia telah sampai di desanya,ia menggunakan bis kota untuk sampai ke kecamatan setelah itu menggunakan mobil penumpang untuk melanjutkan perjalanan nya ke desanya ,mobil yang Delia tumpangi melewati beberapa rumah warga,karna memang rumahnya berada terpisah dari rumah warga,lima belas menit mengelilingi desanya akhirnya Delia tiba di rumahnya, Delia menghentikan mobil yang di tumpanginya tepat di depan gerbang rumahnya, sebelum membuka pintu mobil Delia menatap sejenak rumah yang sudah hampir rata dengan tanah itu,hanya sisa-sisa dinding yang hitam,atapnya sudah rata bercampur lantai.


Delia menghela nafas berat,pelan ia membuka pintu mobil lalu turun dari mobil yang di tumpanginya nya setelah turun mobil itu pun melaju pergi meninggalkan nyata seorang diri.Delia kembali menatap rumah yang penuh kenangan dengan keluarganya,di rumah ini Delia lahir,dan menghabiskan masa kecilnya bersama keluarganya,walau saat itu rumah mereka belum di renovasi masih semi permanen, ketika Delia sudah bekerja sebagai dokter anak di rumah sakit terbesar dan terbaik di Jakarta,pelan -pelan ia merenovasi rumah kedua orang tuanya dengan mengumpulkan gajinya.Namun semua itu telah hilang,pergi bersama asap api yang menghanguskan rumah mereka tanpa sisa.


Delia berjalan memasuki rumah, menatap setiap sudut rumahnya,rumah impian mereka dulu.Saat menatap taman belakang Delia teringat kembali tujuannya kerumah ini,setelah terlena sesaat.


Dengan langkah cepat Delia berjalan ke arah taman belakang ,di tatapnya sekelilingnya mengingat -ingat tempat dimana ayahnya dulu mengubur sesuatu .


Saat Delia tengah sibuk dengan pikirannya sendiri,ia tidak menyadari ada orang lain yang juga berada di rumah nya ini.


Kreeeekkkkk


Suara patahan kayu yang seperti terinjak itu menyadarkan Delia dari lamunannya,otak nya langsung on menyadari suara retakan kayu,berarti ada seseorang yang menginjak nya,memang di rumah Delia itu banyak potongan-potongan kayu rumah nya bekas kebakaran itu.Seketika Delia menyadari ada orang lain selain dirinya di tempat ini,tapi siapa?


Delia merasa sedikit merinding apalagi saat ini sore sudah menjelang, sekitaran rumahnya itu begitu sunyi karna memang berjauhan dari rumah-rumah lainnya, Delia berjalan pelan, bersembunyi di balik dinding dapur yang masih berdiri kokoh meski sudah menghitam.


Deg....


Delia melihat bayangan manusia tengah berjalan,menyusuri rumah nya.


"Siapa mereka ,apakah pencuri..tapi jika pencuri apa yang mereka mau curi dirumah bekas kebakaran ini,bahkan tak ada satu pun barang yang tersisa,semua telah menjadi puing-puing."Batin Delia ketakutan pasalnya dia hanya seorang diri apalagi hari sudah mulai senja.Delia berjalan pelan mencari tempat persembunyian yang masih aman untuk di tempati bersembunyi,Delia menatap sekitarnya dan matanya tertuju pada kamar mandi, dengan langkah cepat Delia berlari kearah kamar mandi, sebelum orang yang tak di kenalinya itu menemukan keberadaan nya, berbagai pertanyaan memenuhi otaknya .


"Temukan bukti itu, sebelum kita di dahului,aku yakin dokter itu belum menemukan nya atau bahkan tidak mengetahui nya." Ucap salah seorang dari orang -orang itu dan Delia dengan jelas mendengar nya.Delia berjinjit di belakang pintu kamar mandi,menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan keringat yang mengucur di dahinya,ada ketakutan dan ke khawatiran, perkiraan nya benar pasti ayahnya menyembunyikan bukti itu tapi untuk apa kenapa ayahnya tidak memberikan pada polisi saja agar mereka bisa terbebas dari masalah ini, kecuali jika ayah nya benar pelakunya, sehingga ayahnya menyembunyikan bukti itu untuk menghilangkan nya.Pikir Delia.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain , orang-orang suruhan Rey tengah menyelidiki sesuatu atas perintah Rey,Dion bahkan tidak mengetahui jika yang Rey sedang menyelidiki sesuatu,karna Rey tidak memberitahu kannya.Kelihatannya kali ini Rey yang akan turun tangan langsung jika sudah mengetahui informasi dari orang suruhannya.


Rey menatap pemandangan dari dinding kaca kantornya,dengan menyandarkan tubuhnya di kursi.Sudah lebih dari sebulan ini ia tidak bertemu Delia ,tiba-tiba saja ia merindukan istrinya itu,namun bayangan kecelakaan yang menimpa orang tuan nya itu kembali berputar di kepalanya dan seketika raasa rindu itu berganti kebencian pada Delia dan keluarganya.


Rey beranjak meninggalkan ruangan nya ,ia ingin ke apartemen nya dan setelah itu ke rumah orangtuanya untuk berkunjung,karna besok lusa ia akan kembali ke Surabaya untuk meresmikan rumah sakit miliknya.


Tring....tring....


"Ya katakan." Ucap Rey setelah menjawab panggilan di ponselnya dan menempel kannya di telinganya sambil berjalan keluar ruangannya.


" Bos kami sudah menemukan orang di balik kecelakaan itu,bukan Satria tapi ada orang lain, sebaiknya kita bertemu saya tidak bisa mengatakan nya di sini." Jelas orang suruhannya.


"Baik,temui aku di kantor sekarang." Rey mematikan panggilannya kemudian berbalik kembali ke ruangannya tepat di saat Dion berjalan ke arah lobi,saat Dion melihat bosnya itu kembali ke ruangannya dengan terburu-buru,Dion segera menyusul nya.


Dion membuka pintu ruangan Rey untuk memberi jalan pada sang bos, sementara Rey hanya terdiam masuk ke ruangannya dan duduk di kursinya.


"Jika bukan Satria pelaku yang sebenarnya lalu siapa orang di balik kecelakaan itu?" Batin Rey yang bertanya kepada dirinya sendiri.


Tidak menunggu lama orang yang di tunggu itu pun masuk keruangan kerja Rey,Dion yang melihat salah satu anak buahnya itu masuk ke ruangan Rey mengerutkan alisnya bingung.


"Apakah aku ketinggalan sesuatu,apa ada yang tidak aku ketahui?" Batin Dion.Matanya terus saja menatap anak buahnya yang tengah tertunduk karna melihat Dion juga berada di ruangan itu.


"Katakan." Ucap Rey to the point sambil bersandar dengan melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


orang suruhannya itu maju kedepan di depan meja kerja Rey, sementara Dion juga mengikuti langkahnya mendekat,ingin mengetahui apa yang sebenarnya yang di rencanakan oleh Rey.


"Ini bos.."Orang suruhannya meletakkan sebuah kotak yang berisi beberapa bukti.


Rey melihat kotak itu,lalu di ambilnya kotak itu dengan seksama.


"Di situ semua bukti-bukti nya tersimpan,pak Satria yang menyembunyikan nya di kotak itu lalu menguburnya di belakang rumahnya ."Jelas orang suruhannya itu lagi.


Rey masih menatap kotak itu, kemudian di bukanya perlahan-lahan.


...****************...


"Hallo,tuan seperti nya semua bukti itu juga ikut terbakar bersama rumah ini,karna tidak ada satu pun barang yang tersisa." Ucap orang yang berada dirumah Delia,dan Delia dengan jelas mendengar semua percakapan mereka karna kedua orang itu tepat berada di depan kamar mandi tempat Delia bersembunyi.


"Baik tuan,anda tenang saja tidak ada yang akan mengetahui kalau kebakaran itu adalah di sengaja karna kami tidak meninggalkan bukti sekecil apapun." Jelas orang itu dan membuat Delia begitu terkejut mendengarnya,ia tidak menyangka ternyata kebakaran itu di sengaja dan ada orang yang sedang mengincar mereka,atau ayahnya.


"Ayah..." Delia menjerit tertahan takut jika saja kedua orang itu menyadari kehadiran Delia dan itu sangat berbahaya.


"Siapa yang ingin melenyapkan ayah,aku harus segera kembali ke rumah sakit ,ayah dalam bahaya."Pikir Delia.


"Sebaiknya kita pulang saja, di sini sudah tidak ada apa pun lagi,tinggal melenyapkan Satria maka tuan kita akan benar-benar aman dan tenang." Ucap orang itu sambil berlalu meninggalkan rumah Delia.


Delia bernafas lega setelah, meyakini kepergian orang -orang itu,ia kemudian keluar dari persembunyiannya dan dengan.làngkah cepat meninggalkan rumahnya dan segera kembali ke rumah sakit mengingat ayahnya dalam bahaya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2