
" Apa yang kamu bawa Vi?" Tanya Delia saat melihat Vio sedang berjalan memasuki rumah sambil membawa sebuah kantong plastik.
"Oh ini,rawon kak...kakak mau coba?" Jawab Vio sambil mengangkat pelan kantong plastik yang di bawanya.Vio lalu melanjutkan langkahnya menuju meja makan untuk meletakkan barang bawaannya.Delia mengikuti langkah Vio menuju meja makan, tiba-tiba ia merasa ingin menyantap makanan itu.
Setibanya di meja makan Vio mengeluarkan sebuah wadah dari kantong plastik,ia lalu membuka penutup wadah itu dan keluarlah asap yang sedikit mengepul serta bau harum yang menggugah selera bagi yang mencium nya.
"Wah sepertinya enak Vi,kamu beli dimana?" Tanya Delia sambil mendekatkan hidungnya ke wadah itu lalu menarik kursi dan mendudukinya.
"Hari ini ulang tahun kenalan aku kak,kakak ingat wanita yang mengobrol denganku di rumah sakit tempo hari?" Tanya Vio sambil menyiapkan rawon itu dan meletakkannya sedikit di piring makan setelah itu di berikan pada Delia.
"hemmm...dia yang membuat nya ?"
"Iya,hari ini ulang tahunnya,katanya setiap ulang tahunnya dia selalu membuat rawon untuk keluarganya." Ucap Vio lalu duduk di depan Delia.
"Ini enak sekali,mas Rey juga begitu menyukai rawon,tapi hanya rawon buatan ibunya saja." Ucap Delia sambil menyuap rawon itu kedalam mulutnya.
Delia begitu menikmati rawon buatan ibu Rey itu,ya semalam Vio meminta ibu Rey untuk membuatkan rawon ia berdalih jika Delia sedang ngidam ingin makan rawon buatan rumahan.
Flash back on
Di hari dimana Vio mengetahui jika wanita yang selama ini ia kenal tanpa sengaja itu ternyata adalah ibu dari kakak iparnya,ia bertekad untuk membantu menyatu kan keluarga suami kakaknya itu.Walau Rey dan Delia tak pernah mengatakan apa pun padanya tapi ia tahu jika pasangan suami istri itu merindukan seorang ibu yang telah membesarkan nya,merindukan sosok orang tua yang bisa membimbing mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Malam itu saat Vio mengobrol dengan ibu Rey melalui telfon ia bercerita jika kakaknya sedang hamil,dan ingin memakan rawon bikinan ibu mereka tapi ibu mereka sudah meninggal sedangkan ibu mertuanya berada jauh dari mereka.Ibu Rey yang mendengar cerita dari Vio begitu antusias dan teringat dengan Delia istri dari putranya.Menantu yang belum sempat menerima sambutan hangat dari keluarganya.Mungkin saja saat ini Delia juga tengah hamil mengingat pernikahan mereka sudah hampir setahun .
Ibu Rey yang memang merindukan kehadiran menantunya itu pun menawarkan diri untuk membuat kan rawon untuk kakak Vio yang sedang hamil muda yang tak lain adalah menantunya sendiri.
Setelah keduanya mengobrol dan mereka sepakat untuk membuat rawon di kediaman orang tua Rey.
Ke esokan harinya pagi-pagi sekali Vio berpamitan keluar untuk berkunjung kerumah temannya,padahal ia ingin kerumah orang tua kakak iparnya itu.
Setelah tiba di kediaman orang tua Rey,ibu Rey sudah berdiri di teras menunggu kedatangan Vio.Sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah ibu Rey yang begitu luas,mobil mewah berwarna putih itu kemudian berhenti di depan rumah Rey dan dari dalam mobil ,Vio bisa melihat ibu Rey sudah berdiri di teras sambil melipat kedua tangannya di dada dengan senyum sumringah saat menyadari jika mobil putih itu adalah mobil yang membawa Vio.
Vio pun keluar dari mobil dan berjalan menghampiri ibu Rey di teras, keduanya saling berpelukan sebagai sambutan selamat datang.
__ADS_1
"Bagaimana,tidak terkendala di jalankan?" Tanya ibu Rey sambil berjalan masuk kerumah dengan menggandeng tangan Vio.
"Alhamdulillah lancar Bu,tidak ada macet,mungkin karna aku berangkat nya pagi-pagi sekali." Jarak mansion milik Rey ke rumah orang tua nya memang terbilang jauh ,walau berada dalam kota yang sama tapi kediaman mereka begitu berjauhan,mungkin memakan waktu tiga jam jika di tempuh menggunakan kendaraan.
Saat memasuki ruang tamu ,mata Vio langsung tertuju pada sebuah foto berukuran jumbo , foto keluarga yang terlihat begitu hangat dan bahagia,bahkan orang-orang yang berada dalam foto itu tersenyum bahagia menatap kamera.Mata Vio memandang lekat salah satu orang yang berada dalam foto itu, seorang pria yang sangat familiar di matanya dan begitu dekat dengannya.
"Itu foto keluarga ku,foto itu di ambil saat putra sulungku dan istrinya masih hidup.Kalau pria yang berdiri di sisi kanan itu adalah putra bungsuku, namanya Rey." Jelas ibu Rey saat menyadari Vio sedang memandang foto keluarga nya yang terpampang tepat di depan pintu.
"Keluarga yang harmonis Bu." Ujar Vio sambil berjalan menuju sofa yang sudah tertata rapi di ruang tamu.
Vio lalu menjatuhkan bokongnya di sofa yang begitu empuk.
"Ya tapi itu dulu." Ucap ibu Rey sambil duduk di samping Vio,sejenak mereka terdiam saat mbok membawa kan Vio segelas minuman dan beberapa cemilan.
"Makasih." Ucap Vio saat mbok meletakkan segelas minuman itu di atas meja.
"Iya non, sama-sama silahkan di nikmati." Ujar mbok lalu berlalu meninggalkan kedua wanita yang berbeda generasi itu.
Vio pun lalu menyeruput minuman yang telah di antarkan oleh mbok tadi.
Setelah cukup berbincang-bincang keduanya pun berjalan menuju dapur. Kedua wanita itu kemudian memulai memasak rawon permintaan dari Vio.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya rawon itu matang dan begitu menggugah selera.
"Rawon ini juga makanan kesukaan keluarga ku,apalagi Rey dia begitu menyukai makanan ini." Ujar ibu Rey sambil memasukkan rawon itu kedalam sebuah wadah.
"Lalu dimana dia sekarang Bu,apa dia juga tinggal di rumah ini?" Tanya Vio.
Ibu Rey menghela nafasnya berat,wajahnya berubah jadi sendu jika ia teringat dengan putranya itu.
"Tidak,saat ini dia tengah bahagia bersama keluarga kecilnya."
"Pasti ibu sangat bahagia di kelilingi orang-orang yang menyayangi ibu,seperti suami putra dan menantu atau bahkan mungkin sebentar lagi akan ada cucu yang hadir di tengah-tengah kebahagiaan itu." Ujar Vio ,ia sengaja berkata seperti itu untuk memancing dan melihat reaksi ibu mertua dari kakaknya itu.
__ADS_1
Sejenak ibu Rey menghentikan pekerjaannya saat mendengar ucapan Vio,ia pun begitu mengharapkan kebahagiaan yang di ucapkan oleh Vio barusan dan hanya mengamininya dalam hati tanpa menanggapi ucapan Vio.
"Ini sudah siap." Ucap ibu Rey saat semua rawon itu sudah berada dalam wadah dan di masukkan dalam kantong .
"Ibu tidak menyimpan nya sedikit untuk ibu dan keluarga?" Tanya Vio karna ia tak melihat sisa rawon di atas meja.
"Tidak perlu , berikan semua ini untuk keluarga mu di rumah, terkhusus untuk kakak mu yang sedang hamil muda.Anggap ini sebagai hadiah ulang tahun dariku."
Vio mengerutkan kedua alisnya,bingung akan ucapan dari ibu Rey.
"Hari ini ulang tahunku,jadi berikan ini pada keluarga mu." Jelas ibu Vio seolah paham akan kebingungan Vio .
"Ibu ulang tahun? kenapa tidak memberitahu ku, aku kan bisa beli kado untuk ibu." Ucap Vio tak enak hati karena baru mengetahui jika wanita yang bersamanya saat ini tengah berulang tahun."
"Tidak perlu."
"Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk ibu, misalnya ada keinginan ibu yang belum tercapai, atau ada sesuatu yang ibu inginkan?"
"Tidak ada, seorang ibu hanya menginginkan kebahagiaan anak-anaknya dimana pun ia berada." Ucap ibu Rey, raut wajahnya tak seceria tadi,ulang tahunnya kali ini ia lewati dengan kesendirian, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,jika ia berulang tahun maka seluruh penghuni rumah ini tidak ada yang bekerja,suami dan putra nya itu akan berada di rumah seharian bersama dengannya,mereka akan mengadakan pesta kecil yang tak mengundang siapapun hanya suaminya,Rey dan Rosa.
Rey akan memanjakan dirinya dengan membelikan hadiah-hadiah mewah untuknya begitupun suaminya.
"Dan anggap saja keinginan ibu itu kini telah terkabul." Ucap Vio lalu berdiri dari duduknya dan mengambil kantong plastik yang telah siap untuk di bawa.
"Baiklah Bu,aku pulang dulu...makasih sudah membuat kan ini,kakak dan kakak ipar pasti menyukainya."
"Baiklah, sampai kan salamku pada mereka."
"Tentu Bu."
Vio dan ibu Rey pun beranjak menuju pintu utama.
Flash back off
__ADS_1